<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Bisnis 5 Milyar, Bukan Bisnis Kita</title>
	<atom:link href="http://niasonline.net/2009/07/20/bisnis-5-milyar-bukan-bisnis-kita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://niasonline.net/2009/07/20/bisnis-5-milyar-bukan-bisnis-kita/</link>
	<description>A website of Nias people, culture and current affairs</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Sep 2010 15:44:51 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: mela</title>
		<link>http://niasonline.net/2009/07/20/bisnis-5-milyar-bukan-bisnis-kita/comment-page-2/#comment-19647</link>
		<dc:creator>mela</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jun 2010 18:52:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=4411#comment-19647</guid>
		<description>Melihat banyaknya yang memojokkan MLM... jadi pengen berkomentar :)...
Dulu siy saya beranggapan MLM seperti itu... hanya menguntungkan uplen ^_^...
Cuma... setelah setahun ikut MLM... ternyata... MLM sama kok seperti bisnis lainnya... yang harus kerja keras untuk mencapainya...
Cuma... yang pasti kita haruss lebih jeli melihat bisnis MLM yang baik. Ciri-cirinya... terdaftar di APLI, menjual produk, perhitungan bonus yang fair... dan lainnya...
Di MLM... saya tetep kok konsisten menjalankan bisnis saya... tetep ngerekrut dan menjual produk... tetep tiap hari meluangkan waktu 3-5 jam untuk menjalankan bisnis saya... dan untuk mewujudkan impian saya... saya rela tiap malam begadang sampe jam 1 malam untuk bekerja setelah anak2 tidur... dan alhamdulillah... semuanya terbayar kok dengan bonusnya... saya ga bilang dapat penghasilan 5 milyar yaa... atau belasan juta... tapiii... alhamdulillah... angka jutaan tiap bulan cukup membawa keluarga saya lebih tenang menjalani hidup... 
Dari awal saya prospek... selalu saya tekankan bahwa bisnis MLM ini bukan cuma ongkang-ongkang kaki... tapi gimana caranya mengerekrut, menjual, memotivasi, mentraining, memaintenance, dan always belajar... jangan harap mendapatkan ratusan ribu rupiah/jutaan rupiah tiap bulan... jika hanya melongo saja...   
Saya pikir sah-sah saja kok menerima bonus dari jaringan kita... asalkan ada perhitungan bonus yang fair...donlen saya ada yang bonusnya 300 ribu dann cucu donlen saya (donlen dia) bonusnya sudah 1,3 juta... jadi... terlihat kan mana yang kerja itulah yang mendapat bonus lebih banyak... terlepas dari dia uplen ato donlen...
Jadi... jangan mendiskreditkan semua MLM ya... dan jangan bilang saya pemimpi... karena apa yang saya impikan sudah tercapai ^_^... dan banyak kok pelaku MLM yang bener-bener kerja untuk mewujudkan impiannya... dan alhamdulillah saya bisa mendapatkan penghasilan tanpa harus meninggalkan anak-anak saya...
Kalau ada yang mau debat... tanya... ato apa tentang MLM... silahkan bisa imel ke zaza_mfh@yahoo.com... insya Allah saya bisa menjawab...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Melihat banyaknya yang memojokkan MLM&#8230; jadi pengen berkomentar <img src='http://niasonline.net/nox/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> &#8230;<br />
Dulu siy saya beranggapan MLM seperti itu&#8230; hanya menguntungkan uplen ^_^&#8230;<br />
Cuma&#8230; setelah setahun ikut MLM&#8230; ternyata&#8230; MLM sama kok seperti bisnis lainnya&#8230; yang harus kerja keras untuk mencapainya&#8230;<br />
Cuma&#8230; yang pasti kita haruss lebih jeli melihat bisnis MLM yang baik. Ciri-cirinya&#8230; terdaftar di APLI, menjual produk, perhitungan bonus yang fair&#8230; dan lainnya&#8230;<br />
Di MLM&#8230; saya tetep kok konsisten menjalankan bisnis saya&#8230; tetep ngerekrut dan menjual produk&#8230; tetep tiap hari meluangkan waktu 3-5 jam untuk menjalankan bisnis saya&#8230; dan untuk mewujudkan impian saya&#8230; saya rela tiap malam begadang sampe jam 1 malam untuk bekerja setelah anak2 tidur&#8230; dan alhamdulillah&#8230; semuanya terbayar kok dengan bonusnya&#8230; saya ga bilang dapat penghasilan 5 milyar yaa&#8230; atau belasan juta&#8230; tapiii&#8230; alhamdulillah&#8230; angka jutaan tiap bulan cukup membawa keluarga saya lebih tenang menjalani hidup&#8230;<br />
Dari awal saya prospek&#8230; selalu saya tekankan bahwa bisnis MLM ini bukan cuma ongkang-ongkang kaki&#8230; tapi gimana caranya mengerekrut, menjual, memotivasi, mentraining, memaintenance, dan always belajar&#8230; jangan harap mendapatkan ratusan ribu rupiah/jutaan rupiah tiap bulan&#8230; jika hanya melongo saja&#8230;<br />
Saya pikir sah-sah saja kok menerima bonus dari jaringan kita&#8230; asalkan ada perhitungan bonus yang fair&#8230;donlen saya ada yang bonusnya 300 ribu dann cucu donlen saya (donlen dia) bonusnya sudah 1,3 juta&#8230; jadi&#8230; terlihat kan mana yang kerja itulah yang mendapat bonus lebih banyak&#8230; terlepas dari dia uplen ato donlen&#8230;<br />
Jadi&#8230; jangan mendiskreditkan semua MLM ya&#8230; dan jangan bilang saya pemimpi&#8230; karena apa yang saya impikan sudah tercapai ^_^&#8230; dan banyak kok pelaku MLM yang bener-bener kerja untuk mewujudkan impiannya&#8230; dan alhamdulillah saya bisa mendapatkan penghasilan tanpa harus meninggalkan anak-anak saya&#8230;<br />
Kalau ada yang mau debat&#8230; tanya&#8230; ato apa tentang MLM&#8230; silahkan bisa imel ke <a href="mailto:zaza_mfh@yahoo.com">zaza_mfh@yahoo.com</a>&#8230; insya Allah saya bisa menjawab&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Made Sandiyasa</title>
		<link>http://niasonline.net/2009/07/20/bisnis-5-milyar-bukan-bisnis-kita/comment-page-1/#comment-19147</link>
		<dc:creator>Made Sandiyasa</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Jun 2010 05:35:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=4411#comment-19147</guid>
		<description>Terimakasih atas pencerahannya dalam blog ini. Saya pun sering menerima undangan melalui email tentang bisnis ini. Yang saya lakukan adalah menghapus email-email tersebut. Saya tidak percaya dengan bisnis-bisnis semacam ini bukan tanpa alasan. Dulu saya sempat rugi Rp. 3,5 juta karena ikut Goldquest. Sebelumnya saya juga sempat rugi Rp. 85 ribu (tahun 1995) karena gagal ikut Amway dengan Network 21-nya. Untuk selanjutnya banyak undangan MLM yang saya terima baik langsung maupun melalui email yang saya abaikan. Bahkan ada yang nekat datang ke rumah untuk presentasi. Saya senang ketika presentor tidak bisa menjawab pertanyaan saya; berapa orang yang akan menjadi korban bisnis ini ? Saya tidak mau menjadi salah satu dari mereka.

Memang benar dalam setiap bisnis MLM harus ada yang dikorbankan. Saya contohnya. Saya tidak pernah keluar dari sistem yang harus diduplikasi, saya kerja keras mengundang dan datang ke seminar, tentu saja ada biaya ekstra yang harus saya keluarkan selain starting kit tadi. Hasil yang saya dapat adalah kekecewaan dan kerugian material. Jika uang Rp. 3,5 juta itu saya gunakan untuk biaya pendidikan anak saya, tentu akan lebih bermanfaat dari pada saya gunakan untuk memperkaya orang yang sudah sangat kaya. Tapi toh menyesal kemudian tidak ada artinya.

Memang biasa dalam mengkritisi sebuah layanan MLM pasti ada yang membela, biasanya para membernya yang kadung sudah dicuci otaknya. Saya lebih senang menyebutnya para pemimpi. Saya pun dulu pemimpi dan menyebut para pengkritisi adalah orang yang kalah dan akan menjadi penonton atas keberhasilan kami (member). Saat itu saya merasa menjadi orang tangguh, berjiwa besar dan akan menjadi pemenang. Namun setelah direnungkan saat ini, betapa saya dengan tidak tahu malu memaksa orang untuk bergabung. Sekarang saya bersyukur tidak ada satu pun member yang bisa saya rekrut, sehingga saya tidak ikut menjerumuskan mereka dan menjadikan mereka korban. Meski demikian saya harus mengakui kalau saya telah banyak membuang waktu mereka.

Untuk pembaca, apa yang disampaikan penulis benar adanya. Ini testimoni saya yang bertujuan untuk mengajak anda berfikir positif, bukan emosional. Alangkah baiknya uang seberapa pun kecilnya, dapat digunakan untuk hal-hal yang berguna, bukan untuk membangun impian koosong.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terimakasih atas pencerahannya dalam blog ini. Saya pun sering menerima undangan melalui email tentang bisnis ini. Yang saya lakukan adalah menghapus email-email tersebut. Saya tidak percaya dengan bisnis-bisnis semacam ini bukan tanpa alasan. Dulu saya sempat rugi Rp. 3,5 juta karena ikut Goldquest. Sebelumnya saya juga sempat rugi Rp. 85 ribu (tahun 1995) karena gagal ikut Amway dengan Network 21-nya. Untuk selanjutnya banyak undangan MLM yang saya terima baik langsung maupun melalui email yang saya abaikan. Bahkan ada yang nekat datang ke rumah untuk presentasi. Saya senang ketika presentor tidak bisa menjawab pertanyaan saya; berapa orang yang akan menjadi korban bisnis ini ? Saya tidak mau menjadi salah satu dari mereka.</p>
<p>Memang benar dalam setiap bisnis MLM harus ada yang dikorbankan. Saya contohnya. Saya tidak pernah keluar dari sistem yang harus diduplikasi, saya kerja keras mengundang dan datang ke seminar, tentu saja ada biaya ekstra yang harus saya keluarkan selain starting kit tadi. Hasil yang saya dapat adalah kekecewaan dan kerugian material. Jika uang Rp. 3,5 juta itu saya gunakan untuk biaya pendidikan anak saya, tentu akan lebih bermanfaat dari pada saya gunakan untuk memperkaya orang yang sudah sangat kaya. Tapi toh menyesal kemudian tidak ada artinya.</p>
<p>Memang biasa dalam mengkritisi sebuah layanan MLM pasti ada yang membela, biasanya para membernya yang kadung sudah dicuci otaknya. Saya lebih senang menyebutnya para pemimpi. Saya pun dulu pemimpi dan menyebut para pengkritisi adalah orang yang kalah dan akan menjadi penonton atas keberhasilan kami (member). Saat itu saya merasa menjadi orang tangguh, berjiwa besar dan akan menjadi pemenang. Namun setelah direnungkan saat ini, betapa saya dengan tidak tahu malu memaksa orang untuk bergabung. Sekarang saya bersyukur tidak ada satu pun member yang bisa saya rekrut, sehingga saya tidak ikut menjerumuskan mereka dan menjadikan mereka korban. Meski demikian saya harus mengakui kalau saya telah banyak membuang waktu mereka.</p>
<p>Untuk pembaca, apa yang disampaikan penulis benar adanya. Ini testimoni saya yang bertujuan untuk mengajak anda berfikir positif, bukan emosional. Alangkah baiknya uang seberapa pun kecilnya, dapat digunakan untuk hal-hal yang berguna, bukan untuk membangun impian koosong.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Penulis</title>
		<link>http://niasonline.net/2009/07/20/bisnis-5-milyar-bukan-bisnis-kita/comment-page-1/#comment-17130</link>
		<dc:creator>Penulis</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Apr 2010 00:44:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=4411#comment-17130</guid>
		<description>Sdr Tan,

Tidak harus &quot;halal&quot; dan &quot;haram&quot; dari sudut agama. Menjalankan bisnis kan harus ada etikanya juga, etika yang orang tak beragama pun memilikinya. Kalau mau jual telur, ya jangan jual yang busuk dengan sengaja, yang merugikan pihak pembeli.

Bisnis 5 miliar itu jelas-jelas akan merugikan banyak anggotanya. Cari makan dengan merugikan orang lain kan tidak etis, melawan suara hati kita juga.

Jadi masalahnya bukan mengukur segalanya dengan &quot;emosi, gosip yg negatif, negative thinking, takut gagal ataupun kepercayaan agama semata&quot; melainkan kewajiban kita memberikan pencerahan agar masyarakat banyak jangan mudah tertipu dengan iming-iming akan kaya mendadak, dan agar para calon penipu yang memanfaatkan kelihaiannya menjaring mangsa berpikir berkali-kali sebelum memutuskan melangkah membuka bisnis tipu-menipu semacam ini.

&quot;Saya yakin orang Indonesia memiliki kepintaran untuk berpikir dan merubah hidupnya menjadi sukses asalkan kita berani mencoba, ulet, pintar mencari informasi, sabar, dan tidak mudah membuat asumsi gagal sebelum melihat buktinya.&quot;

Benar sekali itu, asal .. ya itu tadi ... menjunjng tinggi etika bisnis, jangan sampai merugikan pihak lain.

&quot;Rajin rajinlah ikut SEMINAR BISNIS, UNDANGAN BISNIS, KOMUNIKASI / TANYA JAWAB dengan orang orang yang sudah terlibat dan memiliki pengalaman di bidang tersebut.&quot;

Pengamatan saya, banyak seminar bisnis yang hanya melihat dari sisi penjual: teknik pemasaran yang efektif agar barang apa pun &#039;laku&#039;, pokoknya laku, entah barang itu berkualitas atau tidak, bermanfaat atau tidak. Sepak terjang para pelaku pemasaran luar biasa, di pihak lain pihak konsumen tidak memiliki semacam badan pelindung di mana mereka bisa mengadukan keluhan ketika membeli &#039;produk&#039; tipuan misalnya. Kita memang memiliki Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, tetapi sejauh saya amati kalah pamor dibanding dengan para pelaku pemasaran.

Tulisan yang sedang kita diskusikan ini merupakan bentuk sumbangsih untuk memberikan pencerahan kepada konsumen, selagi hukum kita dan pihak-pihak lain yang seharusnya bisa melindungi - tak berdaya memberikan perlindungan.

&quot;Pepatah berkata “MALU BERTANYA SESAT DI JALAN!”, “TAKUT MENCOBA MENYESAL KEMUDIAN!”&quot;

Benar sekali. Tolong baca sekali lagi artikel di atas, dan mudah-mudahan Anda tidak lagi akan terjun ikut aktif menjadi salah seorang di antara para pelaku bisnis tipuan semacam ini. Saya berharap Anda tidak mengirim kepada saya &quot;Buku Tabungan Rina&quot; yang sering saya dapat dari para pelaku bisnis 5 milyar ini. 

Saya berpendapat, sebaiknya Anda membaca kembali tulisan di atas dengan baik, dan coba endapkan debu-debu kesadaran anda sebelum memutuskan untuk menjadi bagian dari bisnis 5 milyar. 

Jawaban ini berlaku juga bagi para pemberi komentar sebelumnya.

Salam,

Penulis</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sdr Tan,</p>
<p>Tidak harus &#8220;halal&#8221; dan &#8220;haram&#8221; dari sudut agama. Menjalankan bisnis kan harus ada etikanya juga, etika yang orang tak beragama pun memilikinya. Kalau mau jual telur, ya jangan jual yang busuk dengan sengaja, yang merugikan pihak pembeli.</p>
<p>Bisnis 5 miliar itu jelas-jelas akan merugikan banyak anggotanya. Cari makan dengan merugikan orang lain kan tidak etis, melawan suara hati kita juga.</p>
<p>Jadi masalahnya bukan mengukur segalanya dengan &#8220;emosi, gosip yg negatif, negative thinking, takut gagal ataupun kepercayaan agama semata&#8221; melainkan kewajiban kita memberikan pencerahan agar masyarakat banyak jangan mudah tertipu dengan iming-iming akan kaya mendadak, dan agar para calon penipu yang memanfaatkan kelihaiannya menjaring mangsa berpikir berkali-kali sebelum memutuskan melangkah membuka bisnis tipu-menipu semacam ini.</p>
<p>&#8220;Saya yakin orang Indonesia memiliki kepintaran untuk berpikir dan merubah hidupnya menjadi sukses asalkan kita berani mencoba, ulet, pintar mencari informasi, sabar, dan tidak mudah membuat asumsi gagal sebelum melihat buktinya.&#8221;</p>
<p>Benar sekali itu, asal .. ya itu tadi &#8230; menjunjng tinggi etika bisnis, jangan sampai merugikan pihak lain.</p>
<p>&#8220;Rajin rajinlah ikut SEMINAR BISNIS, UNDANGAN BISNIS, KOMUNIKASI / TANYA JAWAB dengan orang orang yang sudah terlibat dan memiliki pengalaman di bidang tersebut.&#8221;</p>
<p>Pengamatan saya, banyak seminar bisnis yang hanya melihat dari sisi penjual: teknik pemasaran yang efektif agar barang apa pun &#8216;laku&#8217;, pokoknya laku, entah barang itu berkualitas atau tidak, bermanfaat atau tidak. Sepak terjang para pelaku pemasaran luar biasa, di pihak lain pihak konsumen tidak memiliki semacam badan pelindung di mana mereka bisa mengadukan keluhan ketika membeli &#8216;produk&#8217; tipuan misalnya. Kita memang memiliki Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, tetapi sejauh saya amati kalah pamor dibanding dengan para pelaku pemasaran.</p>
<p>Tulisan yang sedang kita diskusikan ini merupakan bentuk sumbangsih untuk memberikan pencerahan kepada konsumen, selagi hukum kita dan pihak-pihak lain yang seharusnya bisa melindungi &#8211; tak berdaya memberikan perlindungan.</p>
<p>&#8220;Pepatah berkata “MALU BERTANYA SESAT DI JALAN!”, “TAKUT MENCOBA MENYESAL KEMUDIAN!”&#8221;</p>
<p>Benar sekali. Tolong baca sekali lagi artikel di atas, dan mudah-mudahan Anda tidak lagi akan terjun ikut aktif menjadi salah seorang di antara para pelaku bisnis tipuan semacam ini. Saya berharap Anda tidak mengirim kepada saya &#8220;Buku Tabungan Rina&#8221; yang sering saya dapat dari para pelaku bisnis 5 milyar ini. </p>
<p>Saya berpendapat, sebaiknya Anda membaca kembali tulisan di atas dengan baik, dan coba endapkan debu-debu kesadaran anda sebelum memutuskan untuk menjadi bagian dari bisnis 5 milyar. </p>
<p>Jawaban ini berlaku juga bagi para pemberi komentar sebelumnya.</p>
<p>Salam,</p>
<p>Penulis</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tan</title>
		<link>http://niasonline.net/2009/07/20/bisnis-5-milyar-bukan-bisnis-kita/comment-page-1/#comment-17115</link>
		<dc:creator>Tan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Mar 2010 15:35:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=4411#comment-17115</guid>
		<description>Kenapa ya di Indonesia banyak orang yang mengukur segala sesuatunya dari HARAM dan HALAL????? Seharusnya di jaman yang SUSAH ini kita manusia harus pintar pintar dalam memanfaatkan peluang bisnis. Apapun itu! Mau MLM ataupun Online Business yang lain. &quot;Jangan mengukur segalanya dengan emosi, gosip yg negatif, negative thinking, takut gagal ataupun kepercayaan agama semata!!!&quot; Saya yakin orang Indonesia memiliki kepintaran untuk berpikir dan merubah hidupnya menjadi sukses asalkan kita berani mencoba, ulet, pintar mencari informasi, sabar, dan tidak mudah membuat asumsi gagal sebelum melihat buktinya. CARANYA?????  Rajin rajinlah ikut SEMINAR BISNIS, UNDANGAN BISNIS, KOMUNIKASI / TANYA JAWAB dengan orang orang yang sudah terlibat dan memiliki pengalaman di bidang tersebut.  Pepatah berkata &quot;MALU BERTANYA SESAT DI JALAN!&quot;,  &quot;TAKUT MENCOBA MENYESAL KEMUDIAN!&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kenapa ya di Indonesia banyak orang yang mengukur segala sesuatunya dari HARAM dan HALAL????? Seharusnya di jaman yang SUSAH ini kita manusia harus pintar pintar dalam memanfaatkan peluang bisnis. Apapun itu! Mau MLM ataupun Online Business yang lain. &#8220;Jangan mengukur segalanya dengan emosi, gosip yg negatif, negative thinking, takut gagal ataupun kepercayaan agama semata!!!&#8221; Saya yakin orang Indonesia memiliki kepintaran untuk berpikir dan merubah hidupnya menjadi sukses asalkan kita berani mencoba, ulet, pintar mencari informasi, sabar, dan tidak mudah membuat asumsi gagal sebelum melihat buktinya. CARANYA?????  Rajin rajinlah ikut SEMINAR BISNIS, UNDANGAN BISNIS, KOMUNIKASI / TANYA JAWAB dengan orang orang yang sudah terlibat dan memiliki pengalaman di bidang tersebut.  Pepatah berkata &#8220;MALU BERTANYA SESAT DI JALAN!&#8221;,  &#8220;TAKUT MENCOBA MENYESAL KEMUDIAN!&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Amboina's Blog</title>
		<link>http://niasonline.net/2009/07/20/bisnis-5-milyar-bukan-bisnis-kita/comment-page-1/#comment-15816</link>
		<dc:creator>Amboina's Blog</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 22:09:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=4411#comment-15816</guid>
		<description>[...] http://niasonline.net/2009/07/20/bisnis-5-milyar-bukan-bisnis-kita/ [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] <a href="http://niasonline.net/2009/07/20/bisnis-5-milyar-bukan-bisnis-kita/" rel="nofollow">http://niasonline.net/2009/07/20/bisnis-5-milyar-bukan-bisnis-kita/</a> [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Cahaya</title>
		<link>http://niasonline.net/2009/07/20/bisnis-5-milyar-bukan-bisnis-kita/comment-page-1/#comment-15680</link>
		<dc:creator>Cahaya</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 05:41:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=4411#comment-15680</guid>
		<description>Apapun nama bisnisnya yang penting ada produknya dan kalau tidak ada produknya baru penipuan nnamanya, nah produknya itu bisa bermanfaat atau tidak bagi penggunanya. Kalau bermanfaat ya pakai saja produknya dan tidak usah tergiur bisnisnya kalau takut tidak berhasil, apabila tergiur dengan bisnisnya ya jalankan sesuai program yang ada pada bisnis tersebut. Banyak orang yang sukses dalam bisnis MLM dan sejenisnya atau bisnis apapun, ternyata mereka itu adalah orang-orang yang konsisten dalam menjalankan bisnisnya dan mempunyai cita-cita yang ingin dicapai. Banyak juga yang gagal karena dari awal sudah takut gagal, artinya tidak mempunyai cita-cita yang jelas untuk bisa dicapai.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Apapun nama bisnisnya yang penting ada produknya dan kalau tidak ada produknya baru penipuan nnamanya, nah produknya itu bisa bermanfaat atau tidak bagi penggunanya. Kalau bermanfaat ya pakai saja produknya dan tidak usah tergiur bisnisnya kalau takut tidak berhasil, apabila tergiur dengan bisnisnya ya jalankan sesuai program yang ada pada bisnis tersebut. Banyak orang yang sukses dalam bisnis MLM dan sejenisnya atau bisnis apapun, ternyata mereka itu adalah orang-orang yang konsisten dalam menjalankan bisnisnya dan mempunyai cita-cita yang ingin dicapai. Banyak juga yang gagal karena dari awal sudah takut gagal, artinya tidak mempunyai cita-cita yang jelas untuk bisa dicapai.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Bisnis 5 Milyar adalah Penipuan</title>
		<link>http://niasonline.net/2009/07/20/bisnis-5-milyar-bukan-bisnis-kita/comment-page-1/#comment-14654</link>
		<dc:creator>Bisnis 5 Milyar adalah Penipuan</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 03:47:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=4411#comment-14654</guid>
		<description>[...] …dan pada level ke 9, anggota mencapai 1 milyar. Yang terakhir ini tentu tak mungkin, karena penduduk Indonesia hanya sekitar seperempat dari jumlah itu. …dapat disimpulkan bahwa keberlanjutan jangka panjang dari bisnis ini jelas sangat diragukan. …Anda juga perlu mempertimbangkan bahwa pada akhirnya ribuan, ratusan ribuan atau bahkan jutaan rakyat Indonesia tidak akan mendapatkan apa-apa dari bisnis 5 milyar ini, kecuali tips berbisnis di internet dan kerugian materil sebesar Rp. 180 ribu per orang. Artinya, ‘penghasilan’ yang Anda peroleh merupakan kerugian yang diderita oleh ribuan, bahkan jutaan anggota pada level paling bawah yang tak mendapatkan apa-apa kecuali harapan kosong menjadi jutawan atau orang kaya mendadak. http://niasonline.net/2009/07/20/bisnis-5-milyar-bukan-bisnis-kita/ [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] …dan pada level ke 9, anggota mencapai 1 milyar. Yang terakhir ini tentu tak mungkin, karena penduduk Indonesia hanya sekitar seperempat dari jumlah itu. …dapat disimpulkan bahwa keberlanjutan jangka panjang dari bisnis ini jelas sangat diragukan. …Anda juga perlu mempertimbangkan bahwa pada akhirnya ribuan, ratusan ribuan atau bahkan jutaan rakyat Indonesia tidak akan mendapatkan apa-apa dari bisnis 5 milyar ini, kecuali tips berbisnis di internet dan kerugian materil sebesar Rp. 180 ribu per orang. Artinya, ‘penghasilan’ yang Anda peroleh merupakan kerugian yang diderita oleh ribuan, bahkan jutaan anggota pada level paling bawah yang tak mendapatkan apa-apa kecuali harapan kosong menjadi jutawan atau orang kaya mendadak. <a href="http://niasonline.net/2009/07/20/bisnis-5-milyar-bukan-bisnis-kita/" rel="nofollow">http://niasonline.net/2009/07/20/bisnis-5-milyar-bukan-bisnis-kita/</a> [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Bisnis 5 Milyar adalah Penipuan (Scam), Spammer, Haram, dan Illegal! &#171; Sanji&#8217;s Secret</title>
		<link>http://niasonline.net/2009/07/20/bisnis-5-milyar-bukan-bisnis-kita/comment-page-1/#comment-14638</link>
		<dc:creator>Bisnis 5 Milyar adalah Penipuan (Scam), Spammer, Haram, dan Illegal! &#171; Sanji&#8217;s Secret</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2010 18:59:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=4411#comment-14638</guid>
		<description>[...] &#8230;dan pada level ke 9, anggota mencapai 1 milyar. Yang terakhir ini tentu tak mungkin, karena penduduk Indonesia hanya sekitar seperempat dari jumlah itu. &#8230;dapat disimpulkan bahwa keberlanjutan jangka panjang dari bisnis ini jelas sangat diragukan. &#8230;Anda juga perlu mempertimbangkan bahwa pada akhirnya ribuan, ratusan ribuan atau bahkan jutaan rakyat Indonesia tidak akan mendapatkan apa-apa dari bisnis 5 milyar ini, kecuali tips berbisnis di internet dan kerugian materil sebesar Rp. 180 ribu per orang. Artinya, ‘penghasilan’ yang Anda peroleh merupakan kerugian yang diderita oleh ribuan, bahkan jutaan anggota pada level paling bawah yang tak mendapatkan apa-apa kecuali harapan kosong menjadi jutawan atau orang kaya mendadak. http://niasonline.net/2009/07/20/bisnis-5-milyar-bukan-bisnis-kita/ [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] &#8230;dan pada level ke 9, anggota mencapai 1 milyar. Yang terakhir ini tentu tak mungkin, karena penduduk Indonesia hanya sekitar seperempat dari jumlah itu. &#8230;dapat disimpulkan bahwa keberlanjutan jangka panjang dari bisnis ini jelas sangat diragukan. &#8230;Anda juga perlu mempertimbangkan bahwa pada akhirnya ribuan, ratusan ribuan atau bahkan jutaan rakyat Indonesia tidak akan mendapatkan apa-apa dari bisnis 5 milyar ini, kecuali tips berbisnis di internet dan kerugian materil sebesar Rp. 180 ribu per orang. Artinya, ‘penghasilan’ yang Anda peroleh merupakan kerugian yang diderita oleh ribuan, bahkan jutaan anggota pada level paling bawah yang tak mendapatkan apa-apa kecuali harapan kosong menjadi jutawan atau orang kaya mendadak. <a href="http://niasonline.net/2009/07/20/bisnis-5-milyar-bukan-bisnis-kita/" rel="nofollow">http://niasonline.net/2009/07/20/bisnis-5-milyar-bukan-bisnis-kita/</a> [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rakhmat</title>
		<link>http://niasonline.net/2009/07/20/bisnis-5-milyar-bukan-bisnis-kita/comment-page-1/#comment-10611</link>
		<dc:creator>Rakhmat</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2009 07:08:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=4411#comment-10611</guid>
		<description>Bagaimana kalau bisnis online yang satu ini? www.secret-body.com/hidden/?id=cantik</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana kalau bisnis online yang satu ini? <a href="http://www.secret-body.com/hidden/?id=cantik" rel="nofollow">http://www.secret-body.com/hidden/?id=cantik</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Safaraz</title>
		<link>http://niasonline.net/2009/07/20/bisnis-5-milyar-bukan-bisnis-kita/comment-page-1/#comment-9986</link>
		<dc:creator>Safaraz</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 08:17:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=4411#comment-9986</guid>
		<description>Selalu ada pro dan kontra di setiap bisnis.
Setiap orang pasti akan mengalami kegagalan, dan dari situ justru orang tsb dapat belajar. saya sudah pernah coba beberapa bisnis MLM dan sejenisnya, dan kerap kali gagal. tapi kalau saya tidak pernah mencoba, saya tidak akan pernah tahu bagaimana sistemnya. Ilmu prospek saya dapatkan dari beberapa bisnis tersebut, dan benar2 berguna untuk pekerjaan yang berhubungan dengan sales, seperti asuransi dan lainnya.
Jadi, tidak ada kata rugi dalam mencoba sesuatu, mendapatkan ilmu justru lebih mahal dari nilai bergabung. So, ini bisnis, jangan di campur adukkan dengan hal lain, yang mau bergabung silahkan saja,  mengingatkan boleh saja, namun setiap orang yang ingin mencoba bisnis justru perlu support, bukan di jatuhkan semangatnya. Salam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Selalu ada pro dan kontra di setiap bisnis.<br />
Setiap orang pasti akan mengalami kegagalan, dan dari situ justru orang tsb dapat belajar. saya sudah pernah coba beberapa bisnis MLM dan sejenisnya, dan kerap kali gagal. tapi kalau saya tidak pernah mencoba, saya tidak akan pernah tahu bagaimana sistemnya. Ilmu prospek saya dapatkan dari beberapa bisnis tersebut, dan benar2 berguna untuk pekerjaan yang berhubungan dengan sales, seperti asuransi dan lainnya.<br />
Jadi, tidak ada kata rugi dalam mencoba sesuatu, mendapatkan ilmu justru lebih mahal dari nilai bergabung. So, ini bisnis, jangan di campur adukkan dengan hal lain, yang mau bergabung silahkan saja,  mengingatkan boleh saja, namun setiap orang yang ingin mencoba bisnis justru perlu support, bukan di jatuhkan semangatnya. Salam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ArifinBasyir</title>
		<link>http://niasonline.net/2009/07/20/bisnis-5-milyar-bukan-bisnis-kita/comment-page-1/#comment-9862</link>
		<dc:creator>ArifinBasyir</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 00:57:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://niasonline.net/?p=4411#comment-9862</guid>
		<description>Ya saya sangat setuju dengan pendapat anda. Di dunia nyata saja sudah banyak contoh kasus penipuan semacam itu. Antara lain MLM, Bank Century dan Bank di Bandung beberapa waktu yl. Karena itu jangan pernah menanggapi sesrius ajakan seperti ini (dengan megngirim sejumlah uang tetentu). Kecuali sama-sama mau iseng saja (tidak mengirim sejumlah uang). Ini sudah termasuk teror. Jangan menambah teror lagi. Sudah banyak teror, antara lain teror bom, teror penyakit flu dan banyak lagi,teror politik dan kehidupsn lainnya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya saya sangat setuju dengan pendapat anda. Di dunia nyata saja sudah banyak contoh kasus penipuan semacam itu. Antara lain MLM, Bank Century dan Bank di Bandung beberapa waktu yl. Karena itu jangan pernah menanggapi sesrius ajakan seperti ini (dengan megngirim sejumlah uang tetentu). Kecuali sama-sama mau iseng saja (tidak mengirim sejumlah uang). Ini sudah termasuk teror. Jangan menambah teror lagi. Sudah banyak teror, antara lain teror bom, teror penyakit flu dan banyak lagi,teror politik dan kehidupsn lainnya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
