Astronot Apollo 11 Menghimbau Misi ke Mars

Monday, July 20, 2009
By nias

Kedua orang pertama yang menginjakkan kaki di bulan, Neil Armstrong dan Buzz Aldrin menghimbau misi penerbangan luar angkasa ke Mars. Imbauan ini disampaikan kepada Presiden Obama dan para politisi Amerika dengan tujuan agar pemerintah Amerika menyediakan dana yang cukup untuk membiayai penerbangan ke bulan dan penjelajahan planet Mars.

Buzz Aldrin – orang kedua yang menginjakkan kakinya di bulan – mengimbau agar penjelajahan planet Mars merupakan fokus utama komitmen Amerika untuk perjalanan luang angkasa. Aldrin mengatakan hal ini menjelang peringatan 40 tahun pendaratan manusia di bulan, 20 Juli 1969.

Ia mengatakan, Amerika harus menetapkan target mencapai Mars pada tahun 2035: “Untuk merealisasikan mimpi itu kita membutuhkan visi luar angkasa yang terpadu. Tantangan kita terbesar adalah ini: ‘Rakyat Amerika, apakah Anda masih memimipikan mimpi-mimpi besar itu?’, ‘Masihkan Anda percaya pada diri sendiri, apakah Anda siap menghadapi tantangan besar nasional?'”

Buzz Aldrin, 79 tahun, yang berbicara pada even peringatan pendaratan di bulan di Museum Udara dan Antariksa Nasional di Washington, menghimbau generasi berikut dan para pemimpin politik untuk mengikuti slogan kampanye Presiden Obamma “Ya kita bisa!” (Yes we can!).

Neil Armstrong, pemimpin pendaratan Apollo 11 dan manusia pertama di bulan, muncul secara tak terduga pada acara itu dan memberikan dukungan tak langsung pada gagasan teman-temannya. Sambil merujuk pada keuntungan kompetisi perang dingin dengan Uni Soviet mendorong pendaratan di bulan ia mengatakan: “Kompetisi perang dingin itu pada akhirnya menjadi kompetisi damai. Saya tidak sampai mengatakan ia mencegah perang, tetapi jelas ia merupakan pengalihan fokus, ia mengajak kedua pihak mengambi jalan atau jalur yang lebih positif untuk menggapai tujuan-tujuan sains dan teknologi dan membuka peluang kerjasama.”

Di pihak lain, Michael Collins – anggota ketiga kru Apollo 11 – mendukung secara penuh Buzz Aldrin.

“Mars harus menjadi fokus”, kata Collins.

“NASA merupakan investasi yang paling menguntungkan yang pernah dimiliki negeri ini,” katanya, merujuk pada produk sampingan ilmu dan teknologi dari riset angkasa luar. “Di sinilah terletak masa depan kita dan saya mengatakan kepada Tuan Obama, mari berinvestasi bagi masa depan kita.”

Kru Apollo merupakan sebagian di antara para tamu Geung Putih hari ini (Senin, 20/7/09) sebagai bagian dari serangkaian peringatan langkah-langkah bersejarah Amstrong di bulan.

Rangkaian peringatan akan diselenggarakan di Pusat Antariksa Kennedy di Cape Canaveral, Florida, tempat peluncuran misi Apollo 11, lalu di pusat kendali misi Johnson Space Centre di Houston – Texas – dan juga di Museum Udara dan Antariksa Nasional di Washington.

Pendaratan di bulan merupakan pengangkat moral bagi Amerika yang lesu karena perang Vietnam dan ketegangan berkelanjutan dengan Uni Soviet. Peristiwa bersejarah ini juga memicu rasa percaya diri dan menicptakan tantangan-tangan baru terhadap konsep sains dan agama.

Projek Apollo dihentikan secara mendadak pada tahun 1972. Sejak itu, misi ke bulan telah dikesampingan dalam setiap program antariksa Amerika.

Presiden Bush secara resmi menetapkan kembali ke bulan sebagai tujuan NASA, tetapi tingkat alokasi dana untuk mencapai itu tak pernah mendapat restu Kongres.

Rencana ambisius NASA untuk mengirim kembali astronot ke bulan pada tahun 2020 untuk mendirikan pangkalan di sana untuk tujuan penjelajahan Mars di bawah projek Constellation semakin disangsikan.

Di pihak lain, Rusia, China, India dan Jepang semakin menggalakkan program antariksa mereka.

“Saya pikir kita berada pada tahap yang sangat kritis di tengah perayaan ini karena, kita – sekurang-kurangnya di Amerika – sedang dalam proses memutuskan … apa masa depan umat manusia di antariksa,” kata John Logsdon, pakar sejarah antariksa di Museum Udara dan Antariksa di Washington. “Dan tanpa pendanaan dari pemerintah kita tidak bisa berbuat apa-apa,” katanya.

Alokasi dana untuk projek Constellation adalah US$150 miliar sementara perkiraan biaya untuk mengorbitkan peluncur Ares I meningkat dari US$ 26 miliar pada tahun 2006 menjadi US$44 miliar tahun lalu.

Melambungnya estimasi biaya ini mendorong Presiden Obama menginstruksikan pemeriksaan rinci atas program ini. Para pakar terpilih yang dikepalai oleh Norman Augustine – mantan CEO Lockheed Martin – direncanakan akan memberikan rekomendasi pada akhir Agustus ini.

“Dengan sejumlah kecil pengecualian, kita memiliki teknologi atau pengetahuan yang memungkinkan kita pergi ke Mars membawa manusia,” kata Norman Augustine. “Bila kita mau, kita bisa memasang teleskop di bulan.”

“Secara umum, teknologi sudah kita kuasai. Masalahnya sekarang, berapa kita mampu (sisihkan untuk projek ini) ?” (tlg/brk*)

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

July 2009
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031