Presiden AS Barack Obama telah bertemu dengan Paus Benediktus XVI untuk pertama kalinya beberapa jam setelah pertemuan G8 di Italia berakhir.

Keduanya bertemu sekitar 40 menit di ruang studi Paus di Vatikan. Para wartawan mengatakan keduanya memiliki pandangan yang sama tentang beberapa hal seperti perdamaian Timur Tengah, perubahan iklim dan krisis ekonomi global.

Tetapi pembicaraan keduanya mencakup juga bidang-bidang di mana mereka memiliki pandangan berbeda seperti masalah aborsi dan riset sel tunas.

Sambil menjabat tangan Paus, Obama mengatakan adalah merupakan ‘penghargaan besar’ bisa bertemu dengannya.

Presiden Obama tiba di Vatikan dari pertemuan puncak negara industri maju G8 di kota L’Aquila, Italia, dan mengatakan kepada Paus bahwa pertemuan G8 ‘sangat produktif’.

“Antusias mendengar”
Sebagai sebuah tanda perbedaan antara Paus dan Presiden Obama, Paus memberikan kepada Obama sebuah booklet yang menjelaskan secara garis besar posisi Vatikan terhadap berbagai isu seperti aborsi dan riset sel tunas embrionik.

Gereja Katolik menentang kedua praktek itu sementara Obama membatalkan larangan terhadap riset sel tunas awal tahun ini.

Presiden Obama mendukung aborsi legal tetapi juga secara reguler mengingatkan perlunya menekan jumlah aborsi di Amerika Serikat. Ia menekankan sikapnya ini kepada Paus dalam pertemuan mereka, demikian para pejabat AS mengatakan kepada wartawan setelah pertemuan itu.

“Selama pembicaraan mereka yang bersahabat, perbincangan bermula pada masalah-masalah yang menyangkut kepentingan semua yang memiliki tantangan besar … seperti pembelaan dan dukungan terhadap kehidupan dan hak untuk menuruti suara hati,” kata Vatikan.

Seorang staf Obama – Denis McDonough – mengatakan kepada para wartawan dalam penerbangan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One bahwa diskusi berlangsung dalam suasana sangat bersahabat dan saling menghargai.

“Mereka membicarakan beragam isu dan saya pikir presiden sangat antusias mendengar Bapa Suci. Presiden sangat antusias mencari pijakan bersama atas masalah-masalah ini dan bekerja secara agresif untuk melakukannya.

Terlihat kesepakatan yang lebih nyata atas masalah-masalah Timur Tengah walau Presiden Obama dilaporkan menekankan bahwa Paus sendiri memiliki peran penting untuk mengembangkan perdamaian di kawasan itu.

Awal minggu ini Sekretaris Gedung Putih Robert Gibbs mengatakan bahwa pertemuan Obama – Paus akan ‘blak-blakan’.

Sejak Obama terpilih jadi Presiden November tahun lalu, pihak Vatikan telah mengadopsi sikap yang lebih bersahabat dengannya walaupun Obama mengubah kebijakan Presiden Bush tentang riset sel tunas embrionik.

Bahkan surat kabar Vatikan sudah sampai pada sikap membela Obama dari serangan-serangan kelompok anti aborsi dengan mangatakan bahwa Presiden Obama bukan presiden pro-aborsi sebagaimana ditengarai sejumlah Uskup Amerika. Demikian koresponden BBC di Vatikan.

Kedua pemimpin itu telah berusaha merangkul dunia Islam. Mereka juga memiliki pandangan yang sama tentang non-proliferasi nuklir dan pengurangan senjata dan bantuan untuk negara-negara miskin untuk bisa bertahan selama krisis ekonomi global yang sedang berlangsung.

Minggu ini Paus mempublikasikan sebuah ensiklik – bentuk tertinggi pengajaran Paus – di mana ia menekankan pendekatan etis terhadap kebijakan-kebijakan ekonomi dan menata kembali sistem keuangan internasional.

Paus menghadiahkan ensiklik edisi sampul dari kulit selama acara pertukaran hadiah. Presiden Obama memberikan kepada Paus sebuah stola (pakaian liturgi kristiani) yang pernah dipakai membungkus jenazah John Neumann, yang hidup pada abad 19 dan yang menjadi uskup Amerika pertama yang menjadi santo. (BBC/brk/*)

Facebook Comments