Wagubsu Buka Sosialisasi Kesinambungan Rekonstruksi di Kepulauan Nias

Saturday, July 4, 2009
By borokoa

Medan – Wagubsu Ir Gatot Pudjonugroho, Jumat (3/7) membuka sosialisasi kesinambungan rekontruksi di Kepulauan Nias di JW Marriot Hotel, Medan. Dalam sosialisasi itu, juga hadir Kadis Pariwisata Sumut Nurlisa Ginting sebagai moderator acara.

Dalam sambutannya Wagubsu berharap agar program-program yang telah dilakukan oleh BRR Nias dan yang belum selesai dapat terus berlanjut dengan adanya BKRN (Badan Kesinambungan Rekonstruksi Nias) tersebut.

Gatot juga berharap agar lembaga-lembaga donor dan negara-negara donor dapat terus berpartisipasi dalam pembangunan rekonstruksi tersebut. Pemprovsu juga menyediakan dana dari APBD Rp 35 miliar yang merupakan dana stimulan untuk beberapa daerah pemekaran di Nias.

Semetara Direktur Kawasan Khusus dan Daerah Tertinggal Bappenas yang juga Ketua Tim Pengarah Badan Kesinambungan Rekonstruksi Aceh Nias (BKRAN), Suprayoga Hadi mengatakan, program rekonstruksi di Kepulauan Nias, pasca keluarnya Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Perwakilan Nias, akan terus dilanjutkan hingga akhir tahun 2009 ini.

Dia mengatakan, pemerintah bersama-sama dengan negara donor dan lembaga donor akan melanjutkan program yang akan dikoordinasikan oleh Badan Kesinambungan Rekonstruksi Nias (BKRN).

Menurut Suprayogi Hadi, pembentukan BKRN sebagai upaya untuk menjaga kesinambungan pembangunan rekonstruksi di Kepulauan Nias, setelah BRR Nias menyelesaikan tugasnya di daerah tersebut.

Dikatakannya, pembentukan BKRN sesuai Peraturan Presiden (Perpres) RI No 3 Tahun 2009 Tentang Pengakhiran Masa Tugas BRR NAD-Nias dan Kesinambungan Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Wilayah NAD-Nias, serta Perpres No 47 Tahun 2008 Tentang Perubahan Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias.

BKRN, lanjut dia, bertugas untuk mengkoordinasikan pelaksanaan kesinambungan rehabilitasi dan rekonstruksi di Nias, yang dilakukan oleh kementerian/lembaga, pemerintah daerah (pemda), lembaga/ perorangan nasional atau asing serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan program.

Dia mengatakan, pemerintah pusat telah mengalokasikan dana kepada pemda sebesar Rp 277 miliar untuk kegiatan rekonstruksi di Nias, dimana dana tersebut berasal dari anggaran yang belum pernah dikelola.

Selain itu, kata dia, juga tersedia dana lanjutan program dengan nilai Rp 190 miliar serta komitmen dari UNDP, ILO dan lembaga donor lainnya dengan nilai sekitar US$ 20 juta (Rp 200 miliar dengan kurs Rp 10.000 per Dolar AS). Sehingga total dana yang tersedia untuk program rekonstruksi tersebut berkisar antara Rp 500 miliar-Rp 600 miliar untuk tahun 2009.

Menurutnya, program-program yang dibiayai dengan anggaran itu telah berjalan dan ditargetkan seluruhnya dapat selesai pada akhir tahun 2009. Sekitar 60% digunakan untuk pembangunan berbagai sarana infrastruktur di Nias, jelasnya.

Kemudian Ketua Pelaksana Harian BKRN Riadil Akhir Lubis mengungkapkan, salah satu fungsi BKRN adalah dapat berkonsultasi bekerjasama dengan departemen, pemerintah daerah atau pihak lain yang dianggap perlu. Sedangkan Kepala Satuan Kerja (Kasatker) di Nias Buyung Sitompul mengatakan, bila berbagai program pembangunan infrastruktur di kepulauan Nias terus berlangsung harus selesai di akhir tahun 2009.

Sementara anggota DPRD Sumut Penyabar Nakhe berharap agar BKRN dapat diisi oleh orang-orang profesional di bidangnya masing-masing supaya dapat menjalankan blue print yang telah ditetapkan.

Dia juga meminta agar ada penyesuaian program dari blue print yang sudah ditetapkan. Antara lain, tentang pembuatan pengaman bibir pantai antara jalan Gunung Sitoli hingga Teluk Dalam.

Menurut dia, dalam blue print pembuatan pengaman ini tidak ada. Namun dari hasil observasi terakhir, ternyata kebutuhan ini sudah sangat mendesak dan perlu dimasukkan dalam blue print. (SIB, 4 Juli 2009)

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

July 2009
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031