Medan – Kepala Bappedasu Ir Riadil Akhir Lubis MSi menyatakan, pemerintah pusat berencana menjadikan Sumut dalam beberapa pusat pertumbuhan ekonomi sesuai dengan potensi masing-masing kawasan. Beberapa pusat pertumbuhan itu paling tidak akan dilaksanakan di dua tempat, yakni di kawasan Pantai Barat dan Pantai Timur.

Demikian Riadil, Rabu (1/7) di Gubernuran Medan. Dia mengatakan, hal itu sudah dibicarakan dengan pemerintah pusat dalam acara konsultasi Tata Ruang se-Sumut baru-baru ini.

“Untuk pusat pertumbuhan ekonomi nasional, ditetapkan di kawasan Mebidangro (Medan-Binjai-Deli Serdang-Tanah Karo). Itu di Pantai Timur. Sementera untuk di Pantai Barat, dipusatkan di berbagai kabupaten di Tapanuli,” ujar Riadil.

Kawasan Pantai Barat direncanakan akan dijadikan pusat ekonomi berbasis agromarine, sementara di kawasan Pantai Timur dan di kawasan dataran tinggi akan dijadikan pusat agropolitan, termasuk perkebunan.

Tetapi ia mengatakan kawasan Asahan, Tanjungbalai, serta Batubara kemungkinan juga akan dijadikan kawasan Agromarine, mengingat luas pantai yang ada di kawasan itu. “Ketiga daerah itu juga dimasukkan dalam kawasan pengembangan perkebunan, karena di daerah itu banyak perkebunan,” ujarnya.

Selain itu, Riadil juga menyebutkan, pemerintah pusat juga berencana menjadikan kawasan Danau Toba sebagai kawasan konservasi dan pariwisata tingkat nasional. Hal ini dilakukan agar proses perawatan dan masa depan Danau Toba dapat lebih dijamin dan ditingkatkan. Hal sama juga akan dilaksanakan untuk Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

Selain rencana nasional, Riadil juga mengungkapkan propinsi memiliki rencana yang sama untuk tingkat propinsi. Kawasan strategis tingkat propinsi itu diutamakan untuk pengembangan 10 kawasan seperti Bahorok untuk wisata, Sibolga untuk perikanan dan pelabuhan, serta lainnya.

Sumut juga akan mengembangkan kawasan-kawasan andalan berdasar komoditas unggulan yang dimiliki, seperti di Nias, Pematangsiantar, serta daerah lainnya. Semua itu dilakukan agar proses pembangunan di kabupaten/kota di Sumut lebih sinergis satu sama lain, sekaligus berupaya meminimalisir proses pembangunan kabupaten/kota yang tidak terencana dengan matang.

“Jadi, kita mencoba memadukan pendekatan sektoral dan regional. Setiap proses pembangunan akan lengkap ukurannya, lebih terarah. Misal untuk pembangunan jalan di Nias, harus dipastikan apakah pembangunan jalan itu bisa berefek pada pengembangan ekonomi setempat atau tidak,” ujarnya. (SIB, 3 Juli 2009)

Facebook Comments