ONOLIMBU, Nisbar – Penjabat Bupati Nias Barat (Nisbar), Faduhusi Daeli mengajak seluruh elemen masyarakat daerah baru itu agar menghilangkan perbedaan yang terjadi selama ini serta tidak mempertentangkannya. Demikian dikatakan oleh Pj. Bupati Nias Barat, Faduhusi Daeli, tadi siang.

Lebih jauh Faduhusi Daeli mengatakan pemekaran Nias Barat secara resmi sejak dilantiknya penjabat bupati yang sudah memasuki hari ke 22 merupakan berkat gerak cepat dan kerja keras semua pihak dalam semangat kebersamaan sehingga penjabat bupati sudah aktif bertugas untuk masa tugas satu tahun menyelesaikan 3 agenda utama yang diamanatkan.

Menyikapi 3 agenda utama yang harus diselesaikan penjabat Bupati Nias Barat, maka tidak ada pilihan lain untuk menyelesaikan agenda tersebut dengan bekerja keras dan bergerak cepat. Untuk itu Faduhusi Daeli mengajak semua elemen masyarakat untuk bergandengan tangan dan meninggalkan semua perbedaan yang terjadi selama ini baik pada pelaksanaan Pemilu Legislatif lalu maupun pada peresmian dan pelantikanpenjabat bupati.

Disadari bersama selama berlangsung pemilu legislatif bahkan proses penghunjukan penjabat Bupati Nias Barat, telah memunculkan kelompok-kelompok di tengah-tengah masyarakat yang melahirkan perbedaan ‘kami’ dan ‘mereka’, ‘aku dan dia’ yang semuanya adalah dinamika demokrasi.

Terbentuknya daerah otonom Kabupaten Nias Barat yang merupakan jawaban kerinduan seluruh masyarakat. Namun perlu disadari bahwa itu bukan merupakan tujuan akhir melainkan sebagai titik awal dalam meletakkan dasar-dasar yang kokoh dalam mewujudkan percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Untuk mewujudkan itu perlu kontribusi dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat bahkan koreksi dan kritik-kritik yang membangun.

Terkait penyelenggaraan Pilpres, Pj Bupati Nias Barat mengajak seluruh jajaran aparat pemerintah secara khusus para camat se Kabupaten Nias Barat secara pro aktif dan sungguh-sungguh memberikan dukungan untuk membantu kegiatan penyelenggara KPU, PPK,PPS hingga KPPS di wilayah masing-masing dengan mengedepankan netralitas sebagai aparatur negara. (Waspada Online, 20 Juni 2009)

Facebook Comments