Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hari ini menaikkan kesiagaan ke tingkat tertinggi dengan menyatakan flu babi sebagai pandemi global. Demikan pernyataan WHO yang dikirimkan kepada negara-negara anggota.

Keputusan ini diambil setelah WHO menyelenggarakan pertemuan darurat membahas flu babi dengan para pakar ilmiah di Jenewa, Swiss.  Pandemi flu terakhir adalah pada tahun 1968-69 setelah menyebarluasnya jenis virus H3N2 yang berasal dari Hong Kong dan membunuh sekitar satu juta orang di seluruh dunia. Flu biasa membunuh sekitar 250 ribu – 500 ribu orang di dunia per tahun.

Jumlah infeksi AH1N1 yang dilaporkan WHO telah mencapai 27,737 di 74 negara, termasuk 141 kematian. Di Australia sudah 1307 kasus telah dilaporkan.

WHO mengambil keputusan itu setelah penyebaran virus yang berasal dari Meksiko itu meluas mencapai Asia, Eropa dan Amerika.

Kemarin (Kamis, 11 Mei 2009) WHO mengingatkan agar negara bagian Victoria di Australia di mana kasus infeksi telah mencapai 1011 mempertimbangkan pembatalan pertandingan-pertandingan AFL (liga bola kaki khas Australia) untuk mencegah penyebaran flu babi yang semakin meluas. Namun pemerintah Australia sejauh ini belum menganggap hal ini sebagai langkah yang paerlu diambil.

Menurut data yang ditayangkan BBC infeksi flu babi telah ditemukan sebanyak 27,893 kasus di 74 negara, dengan kasus terbanyak di Amerika Serikat (13,217), Meksiko (5,717), Kanada (2,446), Cili (1,694) dan Australia (1124).  Dalam daftar tersebut Indonesia belum masuk. Korban kematian akibat flu babi telah dilaporkan sebanyak 141 di 6 negara: Meksiko (106), Amerika Serikat (27), Kanada (4), Cili (2) sementara Republik Dominika dan Kostarika masing-masing 1 orang. (TA,BBC-brk*)

Facebook Comments