Para pemimpin dunia menyambut positif pidato Obama di Kairo kepada dunia Islam sebagai langkah awal membuka halaman baru dalam hubungan dunia Islam dengan Barat.

Obama mengawali pidatonya dengan “As-salaam alaikum” yang mendapat sambutan gemuruh dari audiensnya.

Dalam pidatonya, Obama berusaha menancapkan sikap dan pesan yang sama sekali baru kepada dunia Islam.

Di depan ribuan audiensnya di Kairo, dan jutaan orang di seluruh dunia, termasuk warga muslim Amerika, Obama berjanji membangun hubungan baru berdasarkan saling menghargai antara dunia Islam dan Arab dengan Amerika.

Barack Obama terkesan bertekad mengubah persepsi dunia Arab dan dunia Islam umumnya terhadap Amerika.

KH Salahudin Wahid, seorang tokoh Islam Indonesia menilai pidato Obama membawa makna positif. Akan tetapi Wahid berharap, seperti diberitakan Antara, pidato Obama ini jangan hanya terbatas slogan, tetapi seharusnya ditindaklanjuti dengan langkah-langkah konkrit.

Setelah pidato Obama, berbagai harapan muncul dari para pemimpin dunia. Sekjen PBB Ban Ki-moon berharap proses perdamaian Timur Tengah dapat dihidupkan kembali.

Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Kebijakan Keamanan Luar Negeri Javier Solana memuji pidato Obama sebagai “luar biasa” dan “tanpa keraguan akan membuka halaman baru dalam hubungan dengan dunia Arab-Islam”.

Pihak Israel berharap pidato Obama akan menyalakan “sebuah bentuk baru rekonsiliasi” dengan dunia Arab.

Para pejabat tingga Hamas berharap pidato Obama harus diikuti dengan tindakan nyata. Sementara itu seorang pejabat Hizbullah mengatakan pidato Obama tidak menyiratkan perubahan kebijakan AS, walau ada nada ingin rujuk.

Rami Khouri, Editor koran “Daily Star” di Lebanon mengatakan menempatkan Israel dan Palestina pada posisi yang sama merupakan langkah penting untuk kebijaksanaan Amerika.

“Ini merupakan langkah simbolik, tetapi saya pikir kenyataan bahwa ia melakukannya merupakan hal yang penting, dan ia menegaskan bahwa ia akan membuat komitmen pribadi untuk mendorong proses perdamaian ke depan. Itu menarik”

Dalam pidatonya Obama tidak menyebutkan istilah ‘terorisme’ dan menegaskan kembali sikap pemerintah AS untuk menarik pasukan dari Irak, isu yang sangat populer di dunia Arab.

Pidato Obama telah melambungkan harapan banyak pihak, dan semua pihak berharap akan disusul dengan tindakan nyata. (ABC/Ant/brk*).

Facebook Comments