Tapanuli Tengah – Pembunuhan sadis kembali terjadi di wilayah hukum Polsek Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah. Pada Selasa (26/5) malam lalu sekira pukul 20.30 WIB, Agus Halawa (28) warga Sialogo, Kecamatan Lumut, Tapteng ditemukan tewas mengenaskan sekira 30 meter dari Gereja Pentakosta Tabernakel (GPI) daerah itu.

Korban Agus Halawa ditemukan dengan kondisi tubuh berlumuran darah akibat luka tikaman sekira 14 liang dan kepala putus dari tubuh korban. Ironisnya, kepala korban hilang dan belum diketahui keberadaannya, kuat dugaan dibawa pelaku atau membuang ke suatu tempat yang belum tercium oleh petugas kepolisian yang masih melakukan pencaharian dibantu masyarakat setempat hingga saat ini.

Menurut informasi yang dihimpun Analisa dari kepolisian, malam itu sekira pukul 19.00 WIB, korban bersama–sama warga Desa Sialogo beragama Kristen sedang melaksanakan acara rutin kebaktian di Gereja GPI itu. Ketika ibadah telah memasuki pertengahan, korban tiba–tiba keluar dan tak ada seorangpun yang mengetahui niat kepergian korban, apakah ingin buang urin atau urusan tertentu.

Namun, korban tak kunjung datang saat acara ibadah akan ditutup, istri korban Lasmaini br Siregar (23) dan jemaat lainnya terlihat kasak kusuk, karena acara kebaktian malam itu harus ditutup oleh korban dengan doa. Resah dan khawatir apa yang terjadi, istri korban beranjak dari ruangan lalu pergi mencari tahu keberadaan korban.

Dikejutkan

Tak lama berselang, jemaat yang masih berada di dalam Gereja dikejutkan dengan jeritan histeris isteri korban Lasmaini dan langsung berbondong–bondong menuju sumber suara. Seketika jemaat terhentak tak mampu berujar apa–apa menyaksikan kondisi tubuh korban terbujur dengan kondisi mengenaskan penuh darah akibat hujaman benda tajam dan bahkan tanpa bagian kepala.

Mengingat hari telah larut malam, demikian lokasi pelaporan ke kantor polisi cukup jauh karena berada di tengah–tengah hutan, warga terpaksa melaporkan kejadian itu pada keesokan harinya (Rabu (27/5) dan polisi pun langsung terjun ke lokasi peristiwa dan melakukan olah TKP.

Hasilnya sampai kemarin, pihak kepolisian dari Polres Tapteng dan Polsek Sibabangun belum berhasil mengungkap siapa pelaku dibalik peristiwa itu. Demikian halnya dengan kepala korban masih menghilang dan belum berhasil ditemukan.

Kapolres Tapteng AKBP Drs. Reynhard SP Silitonga melalui Kasat Intelkam AKP Adi Kesuma didampingi Kapolsek Sibabangun AKP Saiful ketika dikonfirmasi menduga, perkara itu terkait harta sebab korban selama ini diketahui telah mengusahai sekian hektar lahan perkebunan karet milik orangtuanya.

“Kenapa kesimpulan kita seperti ini, Bapak korban kan memiliki empat orang istri dan korban sendiri merupakan keturunan dari istri pertama. Atau boleh dikatakan, korban memiliki sejumlah saudara dari keempat istri orangtuanya tersebut,” ujar Adi.

Meski demikian, Adi mengaku belum bisa menarik kesimpulan pasti dari kejadian itu, sebab petugas kepolisian masih terus menyelidiki kasus tersebut dan memintai keterangan saksi–saksi untuk dapat mengungkap siapa otak pembuhan sadis itu. “Dan mengenai kepala korban, masih terus kita cari keberadaannya,” pungkas AKP Adi Kesuma. (Analisa Daily, 31 Mei 2009)

Facebook Comments