Sidang Kasus Pengrusakan Pembagian Kran Air Bersih di PN G Sitoli Dilanjutkan

Wednesday, May 27, 2009
By nias

Gunungsitoli – Sidang kasus pengrusakan kran air bersih yang dibangun oleh BRR NAD-Nias senilai Rp 1.5 M lebih dilanjutkan pada hari Selasa 2 Juni 2009 untuk mendengar keterangan saksi berikutnya.

Ketua Hakim Majelis Togar SH, MH yang juga Ketua Pengadilan Negeri G. Sitoli dan anggota Morallim Purba SH dan Panitera J.Ginting SH, yang juga Kepala Panitera Pengadilan Negeri Gunungsitoli dan JPU (Jaksa Penuntut Umum) R.Nazara SH, Senin (25/5 ) menggelar sidang kedua di PN G.Sitoli mendengar keterangan saksi pelapor sebanyak 3 orang antara lain Yulianus Gulõ, yang melihat langsung dan mengambil dokumen foto saat dilakukan pengrusakan, Mareko Gulõ sebagai saksi yang melihat saat dilakukan pengrusakan dan Saksi Pelapor Faogoosi Guli alias Ama Weti Gulõ warga Desa Orahilibadalau.

Saksi mengatakan kepada hakim majelis bahwa pelaku merusak pembagi kran air bersih secara bersama-sama dengan menggunakan gergaji besi, kemudian dipatahkan dengan kunci inggris dan memakai batu gunung untuk menghancurkan sehingga besi pembagi kran air bersih hancur dan tidak berfungsi sampai sekarang dan meresahkan masyarakat.

Untuk memperkuat bahwa memang dilakukan secara kekerasan sesuai Pasal 170 dan Pasal 406 dan Pasal 362 KUHPidana mereka menunjukkan HP Nokia berisi foto saat terdakwa 1 (Satu) Isasari Gulõ, Alias Ama Rito Gulõ dan kemudian Sasarali Gulõ, sebagai terdakwa 2 (dua ).

Setelah ditunjukkan HP tersebut yang ada foto saat pengrusakan, terlihat kedua terdakwa jadi gemetar dan Ketua Hakim Majelis bertanya, “foto ini menunjukkan bahwa melakukan pengrusakan dengan memakai apa sehingga hancur.” Dijawab, “memang memakai batu.” Lalu hakim majelis meminta kepada terdakwa agar bicara jujur dan benar karena bukti sudah terang-terangan.

Para saksi juga menyatakan bahwa kedua terdakwa selalu arogan di Desa sehingga mereka takut dan hakim mengatakan kalau kedua terdakwa nanti masih arogan bisa dilaporkan kepada penegak hukum.
Selanjutnya terdakwa 1 Isasari Gulo, di persidangan tersebut menyampaikan surat yang dibuat oleh Camat Mandehe Barat Kab. Nias Drs Nasiduhu Daely, yang menerangkan bahwa kran telah diperbaiki Tgl 6 Mei 2009 dan sudah berfungsi. Hakim Majelis tanya kepada saksi dan saksi menyatakan hingga sidang hari ini Tgl 25 Mei 2009 belum berfungsi. “Kalau masih ragu silakan tim melihat langsung di TKP dan surat Camat ini merupakan kebohongan kepada Pengadilan dan kepada masyarakat Mandehe Barat,” kata saksi.

Atas kebohongan tersebut Ketua Hakim Majelis memerintahkan JPU hadirkan Camat dan Kepala Desa untuk memberi keterangan atas surat ini. “Camat harus bertanggung jawab dan kenapa berani memberikan surat ini.” Sebelum sidang ditutup Ketua Hakim Majelis perintahkan kedua terdakwa Isasari Gulo dan Sasarali Gulo, untuk meminta maaf kepada pelapor karena mereka adalah masyarakat yang kalian susahkan. “Kalian arogan bukan begitu jiwa PNS harus memberi contoh yang baik,” kata hakim majelis. (SIB, 27 Mei 2009)

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

May 2009
M T W T F S S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031