Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih belum final menentukan rekapitulasi perolehan suara akhir nasional. Satu-satunya masalah yang mengganjal, suara Kabupaten Nias Selatan masih diperdebatkan oleh para saksi.

Pantauan detikcom, di KPU, Jl Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (9/5/2009) rapat dimulai sejak pukul 18.30 WIB sejak diskors mulai pukul 17.45 WIB.

Wartawan tak diperkenankan masuk, hanya bisa mendengarkan jalannya rapat melalui speaker di Media Center KPU. Dari dalam terdengar bahwa saksi dari masing-masing partai menyampaikan pandangan masing-masing terhadap suara Kabupaten Nias Selatan.

“Rapat pleno ini seperti yang sudah kita bicarakan saat di (Hotel) Borobudur bisa menjadi forum untuk dengar saran dan pendapat dari para saksi. Jadi saya mohon pandangan dari masing-masing saksi,” ujar anggota KPU I Gusti Putu Artha yang memimpin rapat.

Setelah itu saksi dari PDIP Arif Wibowo mengatakan menolak penghitungan ulang suara di Nias Selatan.

“Usul kami kemarin adalah dilakukannya rekap ulang, bukan penghitungan ulang. Kalau hanya rekap ulang, maka malam ini bisa ditetapkan. Kalau untuk penghitungan ulang, kami menolak,” tukas Arif.

Kemudian pernyataan Arif itu disanggah saksi dari partai lain. “Saya kira KPU tidak ada kewenangan untuk melakukan penghitungan ulang. KPU hanya membicarakannya dengan Bawaslu. Jadi secara de-facto memang pada KPU Nias sendiri itu mengakui ada masalah dan merekomendasikan untuk dilakukannya rekapitulasi ulang,” ujar saksi itu.

Putu Artha pun menjawab bahwa saat rekapitulasi nasional di Hotel Borobudur, untuk daerah pemilihan (Dapil) II termasuk Sumatera Utara II disepakati ada 2 pilihan.

“Untuk TPS yang masih ada C1 dan C2 akan dilakukan rekapitulasi ulang. Tapi untuk TPS yang tidak ada C1 dan C2 akan dilakukan penghitungan ulang. Di lapangan, ternyata C1 dan C2 itu tidak ada di beberapa TPS makanya dilakukan penghitungan ulang,” kata Putu Artha.

Putu Artha pun mempersilakan para saksi menyampaikan pendapatnya masing-masing, agar KPU bisa leluasa mengambil keputusan.

“Sehingga kami ingin para saksi menyampaikan pandangan masing-masing. Untuk konsekuensi hukum dari keputusan yang diambil ada di institusi KPU bukan termasuk saksi. Sehingga kami ingin penyampaian saksi ini dilakukan agar KPU segera ambil keputusan,” jelas dia.

Hingga pukul 20.40 WIB rapat ditunda karena KPU melakukan rapat internal tanpa melibatkan saksi. (detik.com – pemilu.detiknews.com/read/2009/05/09/204345/1128824/700/kpu-masih-alot-tentukan-suara-kabupaten-nias-selatan)

Facebook Comments