MEDAN – KPU Pusat hingga saat ini belum melakukan penghitungan suara ulang di Nias Selatan (Nisel). Padahal kekacauan jumlah suara disana cukup meresahkan warga serta caleg yang lainnya. KPUD Sumut selaku penyelenggara pemilu harus di Sumut harus bertanggungjawab atas hal ini.

Salah seorang caleg dari Partai Demokrasi Perjuangan (PDP) di Nisel, Artha Ulil Amri Batubara kepada Waspada Online tadi malam menyebutkan, selisih Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan rekapitulasi perhitungan suara di Sumut 2 sebanyak 249.000. Dan suara yang disampaikan KPUD Sumut saat hingga saat ini belum dapat dipertanggung jawabkan.

“Jika memang KPUD Sumut tidak dapat mencari kelebihan suara tersebut berarti hantu pun bisa memilih,” lanjut Artha yang juga sebagai Ketua Bidang Politik dan Pemilu partai PDP Sumut.

Saat ini menurutnya, suasana di Nias Selatan cukup mencekam. Pihaknya telah mengingatkan, jika KPU tidak juga melakukan perhitungan ulang, mereka tidak bertanggung jawab jika terjadi pertumpahan darah di kabupaten baru hasil pemekaran tersebut.

Anggota KPUD Sumut, Sirajuddin Gayo mengatakan, pihak KPUD Sumut telah merekomendasikan kepada KPU Pusat agar mengambil alih perhitungan ulang untuk Kabupaten Nias Selatan.

“Kemungkinan pihak KPU Pusat tidak akan melakukan perhitungan ulang karena melihat keterbatasan waktu, “katanya.

Menurut Sirajuddin, bagi caleg partai politik yang merasa dirugikan dapat menyampaikannya ke Mahkamah Konstitusi setelah pengumuman resmi KPU pada tanggal 9 Mei nanti. (Waspada Online – waspada.co.id – 6 Mei 2009)

Facebook Comments