Jadwal Rekapitulasi Sumut Semakin Tak Pasti

Wednesday, April 29, 2009
By susuwongi

MEDAN – Jadwal selesainya proses rekapitulasi perhitungan suara hasil Pemilu tingkat provinsi KPUD Sumut semakin tidak pasti. Pasalnya, ternyata Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nias Selatan (Nisel) baru akan memulai rekapitulasi tingkat kabupaten.

“Kami masih baru memulai proses rekapitulasi hari ini. Sebab sebelumnya kami masih menunggu hasil rekapitulasi dari kecamatan,” kata ketua KPUD Nisel, Honogododo Ge’e, tadi malam.

Dia menjelaskan, hasil rekapitulasi Kecamatan Teluk Dalam baru sampai pada Senin (27/4) malam. Karena itu keterlambatan tidak bisa lagi dihindari. Apalagi di kecamatan tersebut dilakukan pemilu ulang karena ditemukannya kecurangan yang dilakukan Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS).

“Nisel itu ada 8 kecamatan dan daerah sebarannya sangat luas. Seperti di Kecamatan Teluk Dalam saja ada 276 TPS yang tersebar di beberapa pulau,” jelasnya.

Ge’e mengatakan, KPUD Nisel sendiri memang menargetkan rekapitulasi akan selesai pada hari itu juga. Agar tidak menghambat rekapitulasi di tingkat provinsi.

Secara terpisah, ketua KPUD Sumut Irham Buana Nasution mengaku sudah memberikan peringatan keras kepada KPUD Nisel. Bahkan sudah memberikan tenggat waktu terakhir untuk menyelesaikannya saat itu juga. “Kita sudah beri surat peringatan terakhir untuk menyelesaikan dan mengirimkannya malam ini juga,” kata Irham.

Disebutkannya jika KPUD Nisel tidak menyelesaikannya maka akan dilakukan penjemputan paksa dan rekapitulasi tingkat kabupaten akan diteruskan di KPUD Sumut. Agar tidak mengalami keterlambatan kembali.

Namun jika hal itu tidak juga bisa dilakukan maka tidak ada pilihan lain, KPUD Sumut akan melakukan supervisi (pengawasan) langsung terhadap rekapitulasi di Nisel.

Selain Nisel katanya, pihaknya juga belum menerima hasil rekapitulasi Kabupaten Deli Serdang. Namun berdasarkan laporan yang diperolehnya, Deli Serdang sudah menyelesaikannya dan akan menyerahkan hasil rekapitulasi pada malam harinya.

Analis politik dari Universitas Sumatera Utara (USU), Warjio menilai kalau keterlambatan rekapitulasi murni sebagai bentuk ketidakprofesionalan KPUD provinsi dan kabupaten/kota dalam menjalankan tugas. Bahkan, dari awal tahapan penyelenggaraan yang dilakukan KPUD cenderung amburadul dan tidak tepat waktu.

Warjio menilai, keterlambatan terjadi bukan karena faktor geografis kewilayahan ataupun luasnya sebaran daerah yang ada di kabupaten/kota. Tapi karena kuatnya tarik ulur kepentingan di anatar caleg yang berimabas pada ketidaktegasan KPUD dalam bersikap.

“Saya pikir keterlambatan ini karena kuatnya kepentingan yang bermain. Dan KPUD cenderung membuka diri terhadap tarik ulur kepentingan tersebut,” kata dosen ilmu politik, fakultas ilmu sosial dan ilmu politik (FISIP) USU itu.

Menurutnya, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa semakin lama proses rekapitulasi, maka akan semakin panjang kesempatan untuk melakukan perubahan suara. Kuat dugaan transaksi jual beli suara terjadi khususnya diinternal partai.

Karena itu harusnya KPUD sumut tegas dari awal dalam hal tenggat waktu. Tidak terus-menerus memberikan tenggat waktu dan cenderung memaklumi keterlambatan. “Jika dibiarkan terus saya khawatir hasil rekapitulasi tidak lagi representatif,” katanya.
(j01/wsp)

Sumber: Waspada Online

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

April 2009
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930