Berbagai Negara Berjaga-jaga Menghadapi Flu Babi

Monday, April 27, 2009
By nias

Adelaide (Nias Online): Setelah flu jenis baru yang dikenal sebagai flu babi (swine flue) mulai menelan korban di Mexico dan gejala-gejalannya dilaporkan menimpa sejumlah orang di berbagai negara, otorita kesehatan di berbagai negara mulai mempersiapkan diri menghadapi keadaan terburuk.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam pertemuan darurat Minggu kemarin (26/4) mendesak seluruh negara untuk mengamati kasus-kasus flu yang berjangkit secara meluas dan mengambil tindakan secepatnya. WHO akan memutuskan besok (28/4) apakah menyatakan kasus ini sebagai kasus pandemik.

Di Mexico korban flu babi diperkirakan telah mencapai 103 orang dan sekitar 1614 orang terjangkit. Pemerintah Mexico telah memerintahkan penutupan sekolah-sekolah dan gedung-gedung tempat berkumpul orang banyak seperti perpustakaan dan universitas-universitas. 

Virus baru ini – kombinasi bahan genetik dari babi, burung dan manusia – juga telah berjangkit pada 8 orang di Texas dan California, walau sampai sekarang belum ada korban meninggal yang dilaporkan dari Amerika. Secara keseluruhan sudah ada 20 kasus di AS. Pemerintah AS telah menyatakan keadaan daruat kesehatan dengan menyiagakan badan-badan federal, negara-negara bagian dan pemerintahan lokal untuk menghadapi meluasnya daerah jangkitan. AS juga akan memerikasa kesehatan pengunjung yang datang dari daerah yang terjangkit.

Seorang kru pesawat British Airways dilaporkan mengalami simpton flu yang mirip dengan flu babi dalam penerbangan pulang dari Mexico; tetapi hasil tes dinyatakan negatif. Sejauh ini belum ada kebijakan khusus yang dikeluarkan pemerintah Inggris.

Di Hongkong, setiap orang yang datang dari Mexico yang menunjukkan gejala virus babi akan dimasukkan ke rumah sakit. Scanners yang bisa mendeteksi demam disebarkan di bandara-bandara di titik-titik masuk ke Hong Kong.

Di Indonesia belum ditemukan kasus; namun kesiagaan ditingkatkan, termasuk mengukur suhu badan para pengunjung yang memasuki Indonesia.

Langkah-langkah serupa diterapkan di Singapura, Spanyol dan Perancis.

Di New Zealand, 20 orang pelajar dan 3 orang guru yang baru pulang dari kunjungan tiga minggu di Mexico masih dikarantina untuk pengecekan apakah mereka terjangkit flu mematikan itu. Sepuluh dari pelajar itu positif terjangkit virus flu A – kategori umum jenis yang mencakup flu babi H1N1. Para petugas sedang mencari keberadaan para penumpang penerbanagn Air New Zealand NZ1, penerbangan yang membawa pulang para pelajar itu. Pemerintah juga meminta semua warga negara yang mengunjungi Mexico atau Amerika Utara dalam dua minggu terakhir untuk menghubungi petugas kesehatan apabila mereka menunjukkan gejala mirip flu babi.

Walau belum ada ditemukan kasus, Rusia melarang semua impor daging dari Mexico dan negara-negara Amerika Utara.

Di Jepang belum ditemukan kasus; hari ini (27/4) Kabinet bersidang untuk merumuskan langkah-langlah pencegahan masuknya virus itu ke Jepang. Peralatan termografis mengukur suhu badan para penumpang yang tiba di Bandara Internasional Narita dari Mexico.

Sementara itu Cina telah melarang impor daging babi dari Mexico dan sebagian daerah di Amerika Serikat. (CNN/ABS/AFP/RTR,MSN)

Gambar: 1. Masyarakat memakai masker penutup hidung memasuki Rumah Sakit Umum di Mexico City, Jumat – 24/4, (2). Citra virus babi A H1N1 dari penyebaran luas tahun 1976 (TNZ).

One Response to “Berbagai Negara Berjaga-jaga Menghadapi Flu Babi”

  1. 1
    Mangcontreng Says:

    Beritanya up to date, tetapi perlu diperbaruhi terus, WHO hari ini menyatakan 40 orang di US positif H1N1 berdasarkan hasil konfirmasi pemeriksaan Lab

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

April 2009
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930