Hubble Tak Sendiri Lagi

Thursday, April 16, 2009
By susuwongi

Herschel memang layak disebut sebagai teleskop antariksa terbesar saat ini. Dengan diameter cermin primer 3,5 meter, Herschel melampaui cermin teleskop antariksa Hubble yang hanya 2,4 meter.

Lain halnya jika berat yang jadi patokan. Meski berukuran jauh lebih besar, Herschel justru lebih ringan dibandingkan teleskop yang telah mengorbit sejak April 1990 itu. Cermin utama Herschel, cermin terbesar yang pernah dibuat untuk aplikasi antariksa, beratnya cuma 350 kilogram dan berat totalnya 3,3 ton. Bandingkan dengan Hubble yang beratnya mencapai 12,25 ton karena cermin utamanya saja sudah satu ton.

Badan antariksa Eropa (ESA) sangat bangga dengan observatorium baru yang telah dipersiapkan selama lebih dari 20 tahun tersebut. Berbagai teknologi terbaru dan tercanggih diaplikasikan pada Herschel.

Cermin primer yang menjadi bagian terpenting sebuah teleskop ini dibuat menggunakan konsep baru dan canggih, yang menggabungkan 12 lembar karbit silikon yang digabungkan dengan solder menjadi sebuah cermin tunggal. “Cerminnya adalah perangkat keras yang luar biasa besar,” kata Thomas Passvogel, manajer program observatorium antariksa Herschel. “Cermin keramik itu adalah cermin terbesar yang pernah dibuat dari karbit silikon. Benda itu sangat keras namun jauh-jauh lebih ringan daripada kaca dan performanya sangat bagus.”

Pekan lalu, ESA dan Arianespace telah menetapkan tanggal peluncuran Herschel pada 6 Mei mendatang. Dalam peluncuran itu, Herschel akan ditemani oleh Planck, teleskop yang akan difokuskan untuk mencari sisa radiasi setelah Ledakan Besar (Big Bang). Herschel dan Planck akan mengawali pengembaraan mereka di antariksa yang sepi dengan menumpang roket Ariane 5 dari spaceport Eropa di Kourou, Guyana, Prancis.

Dengan penetapan tanggal tersebut, persiapan final peluncuran yang sebelumnya sempat tertunda sekarang dilanjutkan kembali. Kini kesibukan pun terlihat di spaceport yang terletak di Amerika Selatan itu, semisal pengisian bahan bakar kedua teleskop dan pengisian tangki cryostat Herschel dengan helium superfluida.

Sebelumnya, ESA sempat memundurkan jadwal peluncuran Herschel dan Planck dari akhir 2008 menjadi 16 April 2009, tetapi ditunda lagi sampai Mei nanti. Penundaan itu dilakukan untuk memberi kesempatan bagi dewan pakar independen yang dipimpin oleh Inspektur Jenderal ESA dan Arianespace menjalankan pengecekan tambahan. Lampu hijau pun diberikan setelah semua batas keselamatan terpenuhi dan kedua teleskop senilai Rp 24,6 triliun itu benar-benar siap diluncurkan.

Kedua teleskop antariksa yang telah diterbangkan ke Kourou sejak pertengahan Februari lalu siap dipasang di atas roket Ariane untuk didorong ke orbitnya di titik L2, 1,5 juta kilometer dari bumi. Begitu terpasang di orbitnya, Herschel akan menjadi mata bagi astronom di bumi untuk melongok alam semesta dari sisi yang lain. “Tonggak ilmiah Herschel adalah memberi pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana bintang dan galaksi terbentuk serta bagaimana mereka berkembang,” kata Goran Pilbratt, ilmuwan proyek ESA.

Berbeda dengan Hubble yang disetel untuk melihat kosmos dalam gelombang cahaya yang dapat dilihat oleh mata manusia, Herschel akan mencari radiasi panjang gelombang yang jauh lebih panjang, yaitu dalam kisaran submilimeter dan inframerah jauh. Ini memungkinkan Herschel melihat apa yang tak bisa dipantau Hubble, yaitu obyek dan tempat-tempat terjauh dan dingin di alam semesta, mulai dari awan kelahiran bintang baru sampai komet es yang berada jauh di luar tata surya.

Beberapa dari target Herschel adalah obyek yang membeku karena rendahnya temperatur, yakni -268 derajat Celsius sampai -223 derajat Celsius. Untuk bisa mendata mereka, Herschel sendiri harus berada dalam kondisi yang jauh lebih dingin.

Itulah sebabnya, teleskop yang menggunakan nama astronom abad ke-18, William Herschel, tersebut dilengkapi dengan cryostat. Tangki itu berfungsi seperti sebuah botol termos. Ketika diisi dengan ribuan liter helium cair, sistem itu mampu menurunkan temperatur instrumen ilmiah Herschel sampai ratusan derajat di bawah titik beku.

Detektornya dibawa ke titik yang cuma sepersekian detik di atas nol absolut atau -273 derajat Celsius. Pada suhu itu, mereka bisa bekerja maksimal. “Bayangkan obyek seredup sepertriliun kecemerlangan lampu 60 watt, itulah apa yang bisa kami deteksi dengan salah satu detektor itu,” kata Mat Griffin, salah seorang ketua konsorsium perancang instrumen penerima citra fotometrik dan spektral (SPIRE) Herschel.

Dua instrumen lain yang terpasang pada Herschel adalah instrumen heterodyne untuk infra merah jauh (HIFI) serta kamera detektor cahaya array dan spektrometer (PACS). Dengan seluruh paket itu, observatorium itu dapat menginvestigasi kisaran panjang gelombang yang amat luas, 55-672 mikron, termasuk obyek yang selama ini lolos dari pantauan Hubble.

Salah satu target mata Herschel adalah awan gas dan debu yang melahirkan bintang-bintang di galaksi Bimasakti saat ini. Herschel akan melihat kondisi yang ada di dalam “rahim” alam semesta. Dengan mempelajari rangkaian peristiwa embrionik itu, para astronom dapat mengintip proses kelahiran tata surya yang dimulai 4,5 miliar tahun lalu.
Sasaran Herschel lainnya adalah galaksi-galaksi yang tumbuh ketika alam semesta masih seperlima dari ukurannya sekarang ini. Itu adalah sebuah periode dalam sejarah alam semesta ketika pembentukan bintang masih dalam tahap awal.

Herschel harus melongok jauh ke dalam antariksa untuk melakukan observasi itu. Data yang dikumpulkannya akan digunakan oleh para ilmuwan untuk menguji pemodelan tentang bagaimana dan kapan galaksi membentuk bintang dan bagaimana generasi bintang berikutnya memproduksi berbagai elemen yang jauh lebih berat daripada hidrogen dan helium yang kini berlimpah di alam semesta.
“Herschel tidak akan mempelajari bintang dewasa atau galaksi, melainkan proses semua itu tercipta,” kata Griffin. “Kami cuma tahu sedikit soal itu dan kami perlu memahaminya agar bisa merangkai sebuah gambaran bagaimana alam semesta yang kita huni ini tumbuh mulai dari tahap awal setelah Ledakan Besar.”

Sumber: Tempointeraktif

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

April 2009
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930