Relokasi pengungsi oleh BRR Nias berakhir ricuh

Tuesday, March 24, 2009
By nias

GUNUNGSITOLI – Relokasi pengungsi dari komplek Remeling dan Rumah Sakit Lama ke rumah yang dibangun BRR di Desa Dahana, Gunungsitoli berakhir ricuh.

Kericuhan dipicu karena pihak BRR terkesan memaksakan kehendak untuk memindahkan para pengungsi ke rumah baru tersebut sementara ganti rugi lahan pertapakan belum dibayar kepada masyarakat.

Keterangan yang didapatkan Waspada di lokasi tadi malam menyebutkan, sebelumnya Manajer Perumahan BRR Nias, Bambang memberitahukan kepada para pengungsi agar datang ke lokasi perumahan pada hari itu untuk membersihkan dan sekaligus penunjukkan kepemilikan rumah masing-masing yang telah selesai dibangun sejak 2006 lalu.

Mendapat informasi rumah bantuan BRR akan ditempati pengungsi, ahli waris pemilik lahan pertapakan, Ina Cori Gulo dan keluarganya datang ke lokasi untuk memprotes rencana itu. Mereka keberatan dan tidak mengizinkan rumah bantuan sebanyak 109 unit yang dibangun BRR ditempati para pengungsi karena sampai saat ini biaya ganti rugi tanah seluas 18.758 M2 tempat dibangunnya rumah tersebut belum dibayarkan BRR Nias.

Puluhan kepala keluarga pengungsi yang sudah datang sejak pagi sempat berdialog dengan ahli waris pemilik lahan. Mereka mengaku disuruh Bambang untuk membersihkan lahan perumahan dan sekaligus penunjukkan rumah yang akan diberikan kepada pengungsi oleh BRR Nias.

Kepada para pengungsi, Ina Cori Gulo menjelaskan, ganti rugi tanah pertapakan pembangunan rumah bantuan tersebut belum dibayar BRR kepada keluarganya sehingga tidak mengizinkan untuk ditempati.

Ketika Bambang bersama sejumlah pejabat BRR Nias ke lokasi yang sudah ditunggu-tunggu para pengungsi langsung disambut protes ahli waris dan keluarga pemilik tanah. Mereka tidak mengizinkan rumah bantuan itu ditempati para pengungsi sebelum ganti rugi tanah diselesaikan.

Namun Bambang menyatakan, tidak ada permasalahan ganti rugi tanah antara ahli waris dengan BRR Nias. Bahkan Bambang dengan nada menantang memerintahkan para pengungsi untuk membersihkan lokasi perumahan sembari menyatakan apapun yang terjadi dia bertanggungjawab.

Melihat itu, keluarga Ina Cori Gulo terus memprotes sambil menunjukkan salinan surat dari Kepala BRR Nias, Yupiter Gulo kepada Bupati Nias untuk meminta penyelesaian ganti rugi tanah dibayarkan melalui APBD 2009 Kabupaten Nias.

Namun dari surat jawaban Bupati Nias kepada BRR NAD dan Nias menyatakan tidak memungkinkan untuk dianggarkan melalui APBD Kab. Nias dan menyarankan pembebasan lahan dimaksud ditangani BRR dan menyelesaikannya sebelum mengakhiri masa tugas di Nias.

Vince Lase, salah seorang pejabat BRR Nias yang datang ke lokasi menjawab Waspada mengatakan, pihaknya sedang berupaya menyelesaikan permasalahan ganti rugi tanah tersebut dan diharapkan dalam waktu dekat akan dilakukan pertemuan dengan Pemkab Nias bersama ahli waris.

Sementara itu sejumlah masyarakat menyesalkan peristiwa tersebut yang menilai pihak BRR melakukan upaya adu domba antara ahli waris pemilik tanah dengan para pengungsi. Mereka mengimbau pihak BRR tidak memindahkan para pengungsi ke rumah bantuan dimaksud sebelum penyelesaian ganti rugi tanah dituntaskan agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan. (WASPADA – www.waspada.co.id – 23 Maret 2009)

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

March 2009
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031