Panitia Pengadaan Pusat Pengadaan Pelelangan Ikan Rp7,25 M di Nisel Dilaporkan ke Polres Nias

Thursday, March 19, 2009
By nias

Medan – Panitia Pengadaan Pusat Pelelangan Ikan (PPI) di Teluk Dalam Nias Selatan, dalam hal ini Satker Rehabilitasi dan Rekonstruksi Kepulauan Nias Sumatera Utara, disomasi dan dilaporkan DPP Aspekindo Sumut ke Polres Nias karena diduga memanipulasi syarat mengikuti tender sehingga merugikan peserta (rekanan).

Ketua DPP Aspekindo Sumut Edward Pangaribuan kepada wartawan di Medan menjelaskan, Satker RR Nias dalam pengumuman di salah satu terbitan Medan mensyaratkan bahwa proyek dengan pagu dana Rp7,251 miliar bersumber dari APBN murni 2009 itu merupakan lingkup pekerjaan (Subbidang) 21005, namun setelah pengumuman tender disanggah, panitia malah menjawab bahwa rekanan yang dinyatakan sebagai pemenang memiliki SBU Subbidang 22102.

Edward Pangaribuan mempertanyakan mengapa Panitia terkesan melemahkan pihak penyanggah (PT Torpana Perkasa sebagai anggota Aspekindo) karena tidak memiliki SBU 22102, padahal dalam pengumuman sebelumnya, Subbidang tersebut tidak dicantumkan sebagai syarat.

“Panitia Lelang diduga dengan sengaja memanipulasi pengumuman sehingga merugikan secara moril dan material Pengusaha Peserta Lelang/Tender, tanpa meralat atau klarifikasi ulang pengumumuman tersebut untuk memenangkan perusahaan tertentu yang Saudara kehendaki,” tegas Ketua Aspekindo Sumut itu dalam Somasinya tertanggal 13 Maret lalu.

Selain itu, Edward juga membeberkan beberapa indikasi KKN dalam penetapan pemenang tender, yakni pemenang I PT Deli Surya Jaya adalah penawar ke-4 terendah senilai Rp6,853 M dan pemenang II PT Winda Pratama Karya adalah penawar terendah ke-5 senilai Rp6,966 M, padahal PT Torpana Perkasa (penawar terendah) hanya menawar Rp6,091 M. Mestinya bila penawar terendah yang dimenangkan, bisa menghemat uang negara Rp800 juta lebih.

Keanehan lain, sebutnya, alamat/domisili perusahaan yang dinyatakan sebagai pemenang I dan II adalah sama, sehingga menguatkan dugaan bahwa pemenang tender telah diarahkan sebelumnya kepada pihak tertentu melalui praktik kolusi dan nepotisme.

Terkait Somasi yang juga ditembuskan ke Kejatisu, Poldasu, KPPU Sumut, BPK dan laini-lain itu, Edward Pangaribuan telah dimintai keterangan oleh petugas Polres Nias Briptu Iskandar A, (10/3). Pihaknya mengharap, dalam waktu segera, Polres Nias memanggil dan memeriksa pihak-pihak yang diduga terkait dengan manipulasi persyaratan tender dimaksud. KPPU Sumut juga diminta agar segera menindaklanjutinya

“Untuk menegakkan ketentuan yang berlaku dan penggunaan anggaran yang efesien, serta untuk menghindari praktik monopoli dan persaingan usaha yang tidak sehat, maka DPP Aspekindo Sumut meminta Saudara Pejabat Komitmen Nias agar membatalkan proses Tender/lelang tersebut dan melakukan tender ulang kembali, karena kami menduga proses tender dimaksud terindikasi KKN,” sebut Edward dalam somasinya. (SIB – www.hariansib.com – 18/03/2009)

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

March 2009
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031