Melirik Album Lagu-Lagu Nias – Catatan Ringan

Kalau Anda ke toko-toko musik di Gunungsitoli, maka Anda akan segera mengamati bahwa rak-rak musik umumnya dipenuhi oleh album lagu-lagu Nias, yang kini sudah jarang diproduksi dalam bentuk kaset tetapi dalam bentuk CD dan VCD. Kendati masih terlihat kaset, CD atau VCD lagu-lagu Indonesia, album lagu-lagu daerah Nias kelihatan sekali kehadirannya, sekan menutupi kehadiran album lagu-lagu Indonesia.

Ini adalah trend terkini di Nias, yang dimulai sekitar 5 – 10 tahun lalu, ketika produksi album lagu-lagu tidak lagi dimonopoli oleh satu produser tetapi terbuka bagi siapa saja punya bekal musik: materi vokal yang agak lumayan dan kemampuan merangkai nada-nada dan kata-kata sehingga menghasilkan sebuah lagu.

Menjamurnya produksi album lagu-lagu Nias ini patut kita sambut baik. Pengaruh positifnya dapat kita catat antara lain: memperkaya ekspresi berkomunikasi dalam bahasa Nias, sebagai saluran positif dan produktif bakat-bakat alami putra-putri Nias yang memang dikenal gemar bernyanyi, sebagai eskspresi nyata kebangkitan minat menggali budaya sendiri, sebagai sarana menyalurkan kritik sosial, dan sebagainya.

Dalam gambar terlihat sejumlah sampul album lagu pop Nias yang secara acak dipilih Nias Online. Seperti terlihat, hampir semua album sudah dalam bentuk suara dan video (VCD) kecuali satu album (yang sudah berusia sekitar 4 tahun) dalam bentuk kaset. Album-album ini berharga antara Rp. 13 ribu – Rp 16 ribu.

Berikut adalah catatan ringan dari sejumlah aspek dalam album-album Nias pada umumnya, jadi tidak terbatas hanya pada album yang sampulnya diperlihatkan dalam gambar.

Kualitas dan Teknik Vokal
Secara umum, kualitas vokal para penyanyi sudah semakin membaik. Kita boleh bangga, sejumlah vokalis putera dan puteri Nias dalam album-album itu telah bisa ditempatkan dalam deretan vokalis nasional ditilik dari segi materi/kualitas dan teknik vokalnya. Tetapi memang masih ada saja album yang menampilkan penyanyi dengan materi dan teknik vokal pas-pasan. Kelompok vokal Araratha patut diacungi jempol atas kualitas suara, teknik vokal dan harmoni suara mereka sebagai kelompok.

Aransemen dan melodi
Aransemen lagu-lagu umumnya lumayan, tetapi ada saja album yang aransemennya mengandalkan ‘kepiawaian’ kibor dan bukan kepiawaian pemain kibornya.

Ada kesan, sejumlah lagu tercipta dari ilham ‘kibor’nya, bukan dari ilham pencipta lagunya sendiri. Apa artinya? Kemampuan kibor-kibor digital semakin mengagumkan saja dari berbagai aspek: kualitas suara, kehadiran data bank yang menyimpan berbagai macam irama musik, dan kemampuannya menghadirkan konser musik seketika hanya dengan bermodalkan penekanan pada tuts-tuts kibor. Segala fasilitas ini mampu menjadikan seseorang yang sama sekali awam dengan musik berubah menjadi musisi instan yang terkesan sangat profesional. Bahaya di balik ini adalah: kreativitas seseorang akhirnya dibelenggu oleh berbagai kemampuan yang telah dimiliki oleh kibor tadi. Ada baiknya para musisi Nias mempertimbangkan menjauhkan diri dari kibor ketika sedang mempertimbangkan melahirkan karya musik. Diharapkan dengan cara ini, ilham musik tidak didikte oleh kibor; sebaliknya: ilham musik para musisi-lah yang mendikte kibor.

Teks Lagu
Album VCD Nias umumnya dilengkapi dengan teks bahasa Nias, suatu langkah maju dan terpuji dari para produser dan semua pihak yang terlibat untuk memperkenalkan lagu dan sekaligus bahasa tulis Nias kepada para penggemar, baik Ono Niha maupun bukan. Karakter khas bahasa tulis Nias ‘õ’ umumnya sudah diperkenalkan, meskipun ada satu dua yang sama sekali mengabaikannya.

Beberapa album memunculkan teks dengan cara penulisan kata-kata yang sudah tepat. Tetapi ada saja yang masih menulis menumalõ ketimbang me numalõ, naso badõdõmõ ketimbang na so ba dõdõmõ, Fehede Silo Karua ketimbang Fehede Si Lõ Karua, haboro ketimbang ha bõrõ, bawehede ketimbang ba wehede, atau we’olifugõ ketimbang wangolifugõ. Makin seksama kita mengamati, makin banyak penulisan kata yang harus dibenahi. Yang dituliskan di depan merupakan sejumlah kecil contoh kesalahan penulisan yang terdapat dalam album-album tersebut. Karena sebuah lagu memadukan keindahan suara dan kata, maka unsur kata-kata seperti disinggung di depan perlu juga mendapat perhatian para pencipta lagu, penyanyi dan pembuat album.

Ekspresi Yang Kaya dan Kreatif
Kehadiran lagu-lagu pop Nias secara langsung memperkaya ekspresi tulis dan lisan komunikasi menggunakan bahasa Nias. Sebuah lagu menyoroti hal tertentu dengan ekspresi berbentuk kata yang disenandungkan. Dapat dikatakan, album-album di atas berhasil memperkaya ekspresi komunikasi dalam bahasa Nias melalui sorotan tertentu masing-masing lagu.

Ada kritik sosial seperti Ono Alawe Zibongi karya Constan Giawa (Mohili Ga’a), ada lagu ringan kocak Baloi Khõu Matiri (Bõlõgu Group), ada lirik kekecewaan cinta dalam Telefonmõ ciptaan Yunus Gea (Banuada Group), dan lirik-lirik ekspresif pemasrahan diri kepada Sang Pencipta dalam album Araratha. Asi Silimba-Limba ciptaan B. Laiya (salah satu lagu peserta Lomba Cipta Lagu Furai 2008, Album Furai 1) memuat syair yang begitu indah yang sangat serasi dengan melodinya yang menawan.

Singkat kata, lirik-lirik yang dipakai untuk mengekspresikan pikiran atau perasaan beberapa pencipta sudah cukup kuat; mereka telah mampu mengungkapkan secara jernih, jelas dengan ungkapan yang kreatif dan memperkaya Li Niha.

Yang mirip lagu pop Tapanuli
Yang membuat kita agak sedih adalah kenyataan bahwa beberapa lagu (untungnya tidak banyak) dalam album-album itu seperti terilhami oleh irama lagu dan ekspresi musik dari penyanyi kelompok musik Tapanuli tertentu. Adakah maksud untuk meniru ? Atau hanya ketidak-sengajaan? Apapun alasannya, kenyataan itu tetap saja membuat kita sedih. Itu bukan kreativitas melainkan kekerdilan yang harus segera dijauhi oleh para musisi Nias.

Yang mirip penggalan beberapa lagu pop lama
Kalau agak jeli dan sabar mendengar, kita juga bisa menyimpulkan ada beberapa lagu yang sebenarnya merupakan penggalan-penggalan dari sejumlah lagu-lagu pop lama yang sudah tak terdengar lagi, dengan sedikit perubahan nada di sana sini. Artinya, sebuah lagu A (katakanlah) merupakan perpaduan dari bagian pendahuluan lagu B, bagian tengah lagu C dan bagian penutup lagu C (di mana B, C, dan D adalah lagu-lagu pop Indonesia atau Nias yang sudah lama tak terdengar). Ini juga bukan kreativitas tetapi kekerdilan, apalagi kalau proses pemaduan itu tidak menghasilkan sesuatu yang lebih indah atau enak didengar, lebih berkualitas, serta dilakukan secara cerdik sehingga unsur-unsur tadi tak dapat dikenal lagi secara kentara.

Kedua hal di atas, kemiripan dengan lagu Tapanuli dan pemaduan penggalan lagu-lagu pop Nias/Indonesia jaman dulu, kelak bisa menjadi kendala bagi lagu-lagu pop Nias dan para penciptanya untuk menembus level nasional. Mereka – para pencipta lagu-lagu Nias – mungkin bisa selamat sejauh sasaran pasarnya adalah Ono Niha di kepulauan Nias yang barangkali belum terlalu peduli dengan masalah-masalah yang menyangkut kualitas dan orisinalitas sebuah lagu.

Pop ?
Salah satu tanda sebuah lagu termasuk ‘pop’ (populer) adalah apabila kita masih ingin mendengar secara berulang-ulang penggalan tertentu dari lagu itu. Makin ‘pop’ sebuah lagu, makin sering kita ingin mendengarnya – kita seakan memiliki keterikatan batin dengan lagu itu. Sayangnya, ada album yang kualitas lagu-lagunya masuk kategori sekali dengar, kita tak ingin lagi mendengarnya untuk selamanya.

Penggandaan Liar?
Mencipta lagu adalah profesi yang harus dihargai. Namun pentingnya penghargaan itu tak mudah dimengerti oleh konsumen dari lagu-lagu hasil karya cipta para musisi itu. Para musisi itu menghabiskan banyak waktu dan sumber daya lain untuk menelorkan karya-karya mereka, sama seperti yang dialami oleh orang-orang pada proefsi lain. Itulah sebabnya usulan sejumlah pengunjung untuk meng-upload lagu-lagu Nias di Nias Online tidak dapat dipenuhi. Pemantauan Nias Online di Nias, toko-toko penjual HP umumnya menjual HP mereka dengan memberikan bonus berupa lagu-lagu ke dalam memori HP yang dijual. Apakah sudah ada kesepakatan antara toko-toko penjual HP itu dengan para produser album lagu-lagu Nias, tidak kita tahu. Tetapi praktek semacam itu cepat atau lambat akan mematikan produktivitas para musisi Nias.

Event Musik
Lembaga Furai Nias (www.furainias.com) barangkali merupakan lembaga budaya pertama yang menghadirkan event besar di bidang budaya, khususnya musik pada tingkat Sumatera Utara. Kehadiran event-event semacam itu merupakan salah satu langkah yang diharapkan bisa meningkatkan kualitas musik Nias apabila dirancang dengan baik. (brk)

*Lirik dari beberapa dari lagu dalam album-album yang disebut di depan akan ditayangkan dalam topik “Syair Lagu Nias” dalam situs ini.

Komentari

Pekek says:

Nias lagny mana EEQ

kalin says:

ya’ahowu

fajar says:

Liburan Natal kemaren gw pulang ke Nias dan nemu setumpuk VCD lagu nias di rak TV. gw coba denger (dan nonton vid clip nya) satu persatu. macem2 genrenya, ada pop, dangdut sampe lagu rohani. gw pikir, ini satu kemajuan klo anak2 nias udah bisa nyiptain dan compose lagu-lagu yang mostly easy listening, dan memasyarakat banget (untuk jaman ini).

tapi sangat disayangkan, entah kenapa gw ngerasa kualitas syair/ lirik lagunya sekarang berkurang….taste of original language nya udah mulai kabur. maksud gw, liriknya suka ga jelas gitu, banyak yg udh mengadopsi kata2 dari luar (maksud gw bahasa Indonesia) yang disisipkan di antara syair2nya…for me it just sounds weird aja kayaknya……the lyrics nowadays are not as beautiful as what they were years ago.

coba denger lagu sararaholi, he’a-he, kureta satua, humombo, and so on and so forth…bahasanya ntuh ‘nias banget’ gitu loh….sounds more elegant, ga pake kata2 bahasa indonesia, yang umumnya kata benda kaya, kacamata, gaya, hp, dll (gw pikir klo kacamata bisa diganti dgn ‘soromi horo’, klo gaya ato hp..okay I have no idea….you better change it into words that are more proper gitu…

well, saran gw itu aja sih…maap y klo agak menyinggung…tapi gw berharap ini bisa jadi bahan pertimbangan buat kedepannya, utk mengusahakan yg terbaik buat kemanjuan seni dan budaya Nias, khususnya di bidang produksi lagua atw clips.

ya’ahowu….

fajar-JKT

Catatan Redaksi:
Observasi saudara Fajar ada benarnya. Alangkah lebih konsisten lagi, kalau saudara Fajar menyampaikan komentarnya dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar, tanpa dicampur-campur dengan bahasa Inggris; atau dalam bahasa Inggris sekalian.

YAKAR HONDRO says:

SUARA PRODUSCHER : YOKTAN P.HONDRO

DAPAT SEGERA VCD POP CREATIVE DAERAH NIAS PERSEMBAHAN CELLONIAS PRODUKSI PT.WILYAR SENTOSINDO

BESERTA NADA SAMBUNG PRIBADINYA..MUSISI ADALAH TEAM CELLONIAS JAKARTA..ARR MC..YAKAR HONDRO,MM

miko says:

keep spirit

ono niha says:

ya’ahowu..

saya seorang siswi SMK Negeri di kota medan..
saya lagi bingung banget..
saya ada ujian, ujiannya itu, menyanyikan lagu dari suku saya sendiri..
coz saya nggak tau lagu daerah nias..
tolong dunk lampirkan / kirim kan saya lirik n’ partitur lagu daerah nias..

erlina says:

saya sangat bersyukyr jadi orang nias karna budayanya yg begitu menarik….orang niasw berjuang terus memajukan budya kita.!!!!!!!!!!!!!11

Martiriang Wau says:

Pertama sekali saya berterima kasih dengan terciptanya lagu-lagu nias.
Sebagai putra daerah Nias yang berada di luar pulau Nias, saya dan saudara saya sangat mendukung terciptanya lagu-lagu Nias salah satunya dengan mengoleksi beberapa album Nias yang sengaja kami pesan dari Nias.

Demi kemajuan lagu-lagu Nias, ada beberapa harapan saya yang perlu dijadikan pertimbangan atau diperhatikan:
1. Lagu pop dan lagu dangdut tolong dipisah, kalau bisa dalam 1 (satu) album jangan digabung karena selera setiap orang berbeda-beda.
2. Dalam Video klip lagu-lagu Nias klo bisa lebih menonjolkan adat istiadat Nias atau budaya Nias, dan alam/tempat/lingkungan yang bisa dijadikan sebagai bentuk promosi untuk kemajuan daerah Nias sendiri.
3. Seandainya dalam syair atau topik lagu mengisahkan hubungan dua insan atau hubungan pacaran, Tolong dalam video klip menggunakan adat istiadat Nias sendiri kalau bisa jangan terlalu mengadopsi pengaruh luar, karena sebagaian orang Nias yang berada di luar pulau Nias sering cerita termasuk saya dan saudara saya sering mengatakan orang Nias kalau pacaran sangat santun, anak perempuan dan laki-laki tidak boleh jalan bareng walaupun mereka pacaran.
4. Tolong kalau bisa lebih memperbanyak lagu-lagu tentang budaya Nias berupa penghormatan pada orang tua, dan hubungan anak dan orang tua, karena ini salah satu cara untuk mewariskan atau menyampaikan didikkan atau sopan santun kepada generasi muda terhadap orang lain melalui lagu Nias sendiri sehingga adat istiadat dan Budaya Nias itu tidak mudah punah.

Semoga beberapa harapan yang saya sampaikan diatas dapat diwujudkan.

Kepada Saudara musisi Nias, kalau ada lagu-lagu Nias yang memuat poin 4 tolong menghubungi saya lewat email saya : marti_gemini@yahoo.co.id.

Saohagolo, yatumolo ita fefu Soaya, Ya’ahowu.

Salam

Martiriang Wau

Asaaro Zai says:

Ya’ahowu!!!
Seni dan kreatifitas putra/i NIAS sekarang ini patut kita banggakan.
Namun dalam perkembangannya hingga sekarang ini, masih banyak kekurangan yang perlu diperhatikan para produser dan musisi nias demi menjaga kualitas.
Beberapa aspek menurut penilaian Redaksi dalam album NIAS cukup menjadi bahan masukkan, dan kalau boleh kami menambahkan bahwa hampir semua video musik (VCD) lagu Nias sangat minim seni KOREOGRAFInya bahkan bisa dibilang asal jadi. Penataan gerakan dan penampilan (fashion, make-up, dll) dalam pembuatan video klip apalagi penataan suara merupakan hal yang tidak dapat diabaikan apabila menginginkan kualitas yang baik.

Bravo NIAS!!!
Asaaro Zai (A. Theresia) – Medan