Jakarta – Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Nanggroe Aceh Darussalam-Nias selesai masa tugasnya pada Juli 2009. BRR sudah menyiapkan dana Rp 3,5 triliun untuk rekonstruksi Aceh-Nias yang dilaksanakan pada tahun 2009.

“Sebanyak Rp 3,5 triliun sudah disiapkan BRR dan nanti akan dialokasikan ke Pemda Rp 1,6 triliun,” kata Ketua BRR Kuntoro Mangkusubroto.

Hal ini disampaikan dia usai bertemu Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (10/3).
Kuntoro merinci besarnya dana yang akan dialokasikan. Pemda Aceh mendapat Rp 1,3 triliun dan Pemda Sumut Rp 300 miliar. Sedangkan Rp 1,9 triliun akan dialokasikan ke Jakarta melalui departemen teknis seperti Departemen Pekerjaan Umum (PU), Dephub dan Depdagri.

Menjelang masa berakhir tugasnya, BRR meminta Wapres Jusuf Kalla untuk meresmikan 10 proyek senilai Rp 572 miliar. Proyek itu antara lain Pelabuhan Sinabang, Bandara Cut Nyak Dien, Tsunami Menomial Building di Singli.

“Kita mengundang Bapak Wapres ke Aceh untuk meresmikan 10 proyek hari Jumat ini. Sekaligus meminta beliau memberi arahan langkah apa saja yang perlu disiapkan menjelang berakhirnya BRR,” ujarnya.

Selama 4 tahun bertugas, BRR bersama mitra sudah menyelesaikan antara lain 133 ribu rumah, 385 km jalan, 12 bandara, 987 gedung pemerintah dan 393 sarana ibadah.

Dana untuk pemeliharaan aset BRR yang sudah berdiri, menurut dia, merupakan tanggung jawab Pemda dan pemerintah pusat yang diambil dari APBD dan APBN.

“Ada badan yang nanti dibentuk yang namanya Badan Kesinambungan Rekonstruksi Aceh dan Nias yang dikepalai Gubernur Aceh dan Sumut dan di Jakarta dikoordinasi Bappenas,” kata Kuntoro. (SIB, 11/3/2009)

Facebook Comments