Kacabdisdik Hiliduho langkahi Disdik Nias

Saturday, March 7, 2009
By nias

GUNUNGSITOLI – Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Kecamatan Hiliduho dinilai telah melangkahi kewenangan Kepala Dinas Pendidikan Kab Nias dalam hal pemutasian guru. Selain itu Kacabdisdik Hiliduho memberikan tindakan pemutasian guru-guru tanpa dasar yang jelas serta tidak terlebih dahulu melakukan pembinaan maupun peringatan.

Hal ini terungkap pada rapat dengar pendapat antara Komisi A DPRD Nias dengan Kacabdisdik Hiliduho, Mathatias Telaumbanua. Rapat dengar pendapat ini dilaksanakan menindaklanjuti laporan pengaduan dua orang guru masing-masing Antonius Mendrofa dan Natola Mendrofa kepada DPRD Nias yang menjadi korban arogansi Kacabdisdik Hiliduho dengan mengusulkan pemutasian guru-guru.

Rapat dengar pendapat Komisi A DPRD Nias yang dipimpin Yaatulo Laoli didampingi Sadarman Zebua, Agustimu Hulu dan Mawartini Halawa menanyakan kepada Kepala Sekolah SD Negeri No. 071001 Fadoro Tanoseo tentang permasalahan yang terjadi di sekolah itu sehingga kedua guru pengajar diusulkan untuk mutasi. Kasek SDN No. 071001 Fadoro Tanesoe, Yaaro Sarumaha menjelaskan berawal ketika guru-guru dan siswa menghormati Kacabdisdik dengan menyalaminya saat berkunjung di sekolah yang dipimpinnya. Hal ini dilakukan karena pada kunjungan Kacabdisdik Hiliduho ke SDN Fadoro Tanoseo pejabat ini mengisi buku tamu agar setiap tamu yang datang ke sekolah mereka dihormati.

Justru perbuatan menyalah yang menurut pengakuan Yaaro Sarumaha salah satu peraturan yang tidak tertulis dijadikan alasan oleh Kacabdisik memutasi kedua guru ini dan menuding mereka telah melakukan pelecehan terhadap pimpinan.

Sementara kedua guru yang diusulkan dimutasikan dihadapan Komisi A DPRD Nias mengaku hal ini dilakukan guru-guru atas himbauan yang dituliskan pada buku tamu disekolah mereka oleh Kacabdisdik. Selain itu kedua guru tersebut juga telah berupaya meminta maaf kepada Kacabdisdik jika perbuatan menyalam yang diimbau justru kemudian ditanggapi pelecehan terhadap pimpinan. Namun Kacabdisdik menegaskan untuk usul pemutasian ada perjuangan tentunya ada pengorbanan yang menurut kedua guru ini Kacabdisdik telah mengeluarkan biaya selama dua bulan gajinya.

Pada kesempatan berikutnya Kacabdisdik Hiliduho, Mathatias Telaumbanua yang diminta penjelasannya mengatakan pihaknya mengusulkan pemutasian kedua guru-guru ini karena menurutnya telah melakukan penghinaan dan pelecehan kepada dirinya ditambah keduanya sering terlihat tidak disiplin dalam melaksanakan tugas terutama jam datang dan pulang sekolah.

Ditanya Komisi A kapan keduanya terlihat terlambat melaksanakan tugas, Mathatias mengaku setiap mengantar anaknya yang kebetulan juga mengajar di sekolah yang sama. Komisi A menilai Kacabdisdik bertindak diskriminatif dalam penegakan disiplin karena Kacabdisdik sendiri terlambat masuk kantor dan termasuk anaknya yang tidak disiplin waktu masuk sekolah.

Ditanya sebelumnya apakah Kacabdisdik pernah memberikan pembinaan kepada khususnya kepada kedua guru yang dinilainya tidak disiplin, Mathatian dengan lantangnya mengatakan pembinaan yang dilakukannya dengan memberikan tindakan usul pemutasian sedangkan peringatan tertulis baik dari Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Kacabdisdik sendiri ketiganya mengaku tidak pernah dilakukan.

Didesak soal adanya pernyataan Kacabdisdik kepada kedua guru saat menemuinya untuk meminta maaf dan menyatakan untuk pembatalan usul mutasi perlu perjuangan dan pengorbanan yang menurut penjelasan kedua guru di hadapan Komisi A, pegorbanan Kacabdisdik itu untuk pemutasian mereka biayanya selama dua bulan gaji. Hal ini dibantah Kacabdisdik tidak pernah menyatakan itu dan di hadapan Komisi A arogansinya mengatakan persoalan berapa biaya untuk usul pemutasian kedua guru itu tidak perlu mereka tahu. ‘’Itu urusan saya mau satu bulan, dua bulan atau satu tahun gaji saya itu tidak perlu mereka tahu,” ujar Mathatias di hadapan Komisi A dengan lantang sambil menunjuk-nunjuk kedua guru itu.

Komisi A yang mempertanyakan prosedur usul pemutasian guru, Mathatias mengaku pihaknya langsung mengusulkan kepada Bupati Nias dan menurutnya tidak perlu harus melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Nias sebagai atasannya langsung.

Diakhir dengar pendapat Komisi A menilai permasalahan ini sebaiknya diselesaikan secara kekeluargaan dan diimbau Kacabdisdik Hiliduho untuk membatalkan usul pemutasian tersebut karena tidak mempunyai dasar yang kuat serta prosedurnya pengusulannya tidak sesuai. Namun Kacabdisik tidak menerima saran Komisi A walaupun kedua guru ini sudah bersedia meminta maaf.

Menyikapi ini Komisi A DPRD Nias berkesimpulan akan menelusuri langsung permasalahan ini dan mengimbau agar SK pemutasian kedua guru ditunda sementara sebelum ada hasil penelitian dari Komisi A DPRD Nias. (Waspada Online: – www.waspada.co.id – 5/3/2009)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Kalender Berita

March 2009
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

User Login