Gubsu: Orang Nias Harus Menjaga Kebesaran Nama Nias

Thursday, March 5, 2009
By nias

Medan – Panitia Sidang Sinode Gereja Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) ke 55 beraudiensi kepada Gubsu H Syamsul Arifin di Kantor Gubsu, Selasa (3/3). Audiensi dipimpin Ephorus BNKP Pdt K Hia MTh, Ketua Umum Panitia Sidang Sinode Drs Penyabar Nakhe, Pendeta BNKP Distrik Medan Pdt Sudirman Halawa STh, Sekretaris Kasirea Gea SE, Bendahara Umum E Zebua, Drs Martinus Lase MSP (BPMS), Ikadat Sihura SH, Drs Primudin Hia MSP (Anggota/Sekretaris Distrik).

Penyabar Nakhe melaporkan kepada Gubsu bahwa BNKP akan melakukan Sidang Sinode BNKP ke 55 sekitar bulan Juli atau Agustus tahun 2010 di Medan. Kali pertama ini Sinode BNKP dilaksanakan di luar Nias dan membutuhkan dana Rp 2 miliar, diharapkan Pempropsu berkenan membantu pendanaan ini dengan memasukkannya dalam APBD Sumut tahun anggaran 2009-2010.

Ephorus Pdt K Hia MTh mengatakan, dia mewakili 355.000 warga Gereja BNKP mengucapkan selamat atas terpilihnya H Syamsul Arifin SE sebagai Gubsu, BNKP mendoakan sekaligus mendukung pelaksanaan visi dan misi Gubsu dalam membangun daerah Sumut.

Pertemuan ini menurut Ephorus merupakan penghormatan bagi BNKP dan akan menjadi sejarah yang tidak pernah terlupakan dalam sejarah Gereja. Dilaporkannya bahwa Minggu (22/2) lalu telah dilantik Panitia Sidang Sinode BNKP ke 55 dengan Ketua Umum Drs Penyabar Nakhe di Gereja BNKP Teladan.

Persidangan Sinode adalah salah satu agenda besar dalam program umum pelayanan BNKP yang dihadiri sekitar 350 orang dari berbagai unsur sebagai peserta, peninjau dan konsultan dari seluruh Indonesia bahkan ada dari luar negeri. BNKP sangat mengharapkan Gubernur hadir memberi kata sambutan pada pembukaan Sinode yang menurut rencana akan dibuka di TD Pardede Hall Medan.

Gubsu menyambut baik pelaksanaan Sidang Sinode dilaksanakan di luar Nias, ini membuktikan orang Nias tidak mau disebut orang udik dan berani tampil ke luar. Dalam Sinode itu akan membicarakan talenta yang sudah diberikan Tuhan tapi talenta itu jangan jadi moderat dan jadi bala. Kini Nias sudah jadi lima Kabupaten/kota tapi ada kesan di Nias Selatan itu selalu ribut.

Sehingga ada kesan orang apakah orang Nias seperti itu, mereka meminta pemekaran daerah, tapi Nias dan Nias Selatan saja tidak kompak. Tentu ada permasalahan ketidakpuasan, ketidaksenangan atau ketidaksamaan. Menurut Gubsu, perlu duduk bersama , berwawasan yang sama dan kembali kepada ajaran Tuhan. Tentu peran Pendeta dan tokoh adat sangat besar dalam menyelesaikan persoalan ini, untuk menjaga kebesaran nama Nias membawa kehancuran.

Gubsu berpesan kepada masyarakat Nias untuk tidak menjual kekayaan alamnya kepada orang lain. Seperti Madina dan Kabupaten lainnya kaya dengan kebun kelapa sawit tapi hasilnya untuk Propinsi tidak ada.

Nias kata Gubsu masih punya potensi alam yang cukup kaya, tapi semua itu tergantung pemimpinnya. Pemimpin dan yang dipimpin harus bisa duduk sama, inilah salah satu program kerja pemerintah. Lihat Kaltim yang terkenal kaya raya, tapi bagaimana 30 tahun mendatang daerah itu hanya meninggalkan lobang-lobang yang besar.

Begitu juga dengan Lapindo di Jawa Timur karena pengerukan sumber alam, sehingga terjadi hal yang tidak masuk akal manusia terjadi kebocoran dan menenggelamkan desa-desa, diperkirakan baru berhenti 40 tahun mendatang. Begitu juga dengan kekayaan alam di Nias jangan langsung dikeruk sampai habis atau dijual kepada orang lain, tapi pergunakan dengan sebaik-baiknya untuk masa depan generasi penerus.

Mengenai anggaran Sinode BNKP Rp 2 miliar Gubsu berjanji akan membantunya dalam anggaran APBD karena even ini dilaksanakan tahun depan sehingga masih bisa untuk membuat anggarannya. (SIB, 5/3/2009)

One Response to “Gubsu: Orang Nias Harus Menjaga Kebesaran Nama Nias”

  1. 1
    M. J. Daeli Says:

    Ena’õ tafatõfa ba dõdõda sambutan GUBSU. Menurut saya, penting kita perhatikan sungguh-sungguh dan menyadarkan kita kata-kata GUBSU, yang saya ubah menjadi huruf besar..

    “GUBSUu menyambut baik pelaksanaan Sidang Sinode dilaksanakan di luar Nias, ini membuktikan orang Nias TIDAK MAU DISEBUT ORANG UDIK dan berani tampil ke luar. Dalam Sinode itu akan membicarakan talenta yang sudah diberikan Tuhan tapi TALENTA ITU JANGAN JADI MUDARAT (catatan : bukan moderat)dan jadi bala. Kini Nias sudah jadi lima Kabupaten/kota tapi ADA KESAN DI NIAS SELATAN ITU SELALU RIBUT.

    SEHINGGA ADA KESAN ORANG APAKH ORANG NIAS SEPERTI ITU , MEREKA MEMINTA PEMEKARAN DAERAH, TAPI NIAS DAN NIAS SELATAN SAJA TIDAK KOMPAK. Tentu ada permasalahan ketidakpuasan, ketidaksenangan atau ketidaksamaan. Menurut Gubsu, perlu duduk bersama , berwawasan yang sama dan kembali kepada ajaran Tuhan. Tentu peran Pendeta dan tokoh adat sangat besar dalam menyelesaikan persoalan ini, untuk menjaga kebesaran nama Nias membawa kehancuran”.

    Kesadaran kita – orang Nias, tidask memerlukan komentar lebih lanjut mengenai hal itu.

    Kepada Panitia dan Peserta Sinode BNKP patut kita sampaikan selama bekerja untuk gereja, masyrakat, dan negara bangsa Indonesia.

    Ya’ahowu

    M.J. Daeli

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

March 2009
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031