*Troli Barang Dikuasai Para Porter, Jasa ‘bag strapping’ Rp. 10 ribu/koli

Medan (Nias Online) – Bandara Polonia semakin tak bersahabat dengan para penumpang pesawat. Di terminal domestik, troli barang praktis dikuasai para porter sehingga calon penumpang yang memiliki barang bawaan agak besar yang tak dapat ditarik terpaksa bersusah payah membawanya ke arah ruang check-in.

Ada kesan pihak pengelola bandara Polonia tutup mata akan hal ini, hal yang membuat sejumlah calon penumpang yang ditanyai Nias Online kesal.

“Susah Medan ini …,” ketus salah seorang calon penumpang yang menuju Jakarta yang tidak mau disebut namanya kepada Nias Online, pertengahan Januari 2009 lalu. “Kita yang butuh troli, mereka yang menguasai,” katanya kepada Nias Online sambil melirik sejumlah porter yang menawarkan jasanya.

Sementara itu, dalam ruang check-in seorang petugas dari perusahaan penerbangan Lion Air yang ditumpangi Nias Online menawarkan jasa pengikatan barang bagasi (bag strapping). Setelah mengkonfirmasi sebagai penumpang Lion Air, petugas tersebut menarik barang bagasi Nias Online ke arah pos petugas pengikat barang dan barang bagasi diikat/diketatkan dengan mesin. Setelah barang diikat, petugas menyodorkan bukti pembayaran yang mencatat angka Rp. 10,000.- sebagai ongkos mengikat barang. Karena tidak diberitahukan sebelumnya, Nias Online keberatan membayar dan bertanya apakah pengikatan barang ini merupakan suatu keharusan.

Tanpa menjawab pertanyaan, salah seorang petugas pengikat barang mengambil pisau dan memotong kembali tali ikatan pada barang tersebut dan meminta kembali bukti pembayaran.

Sejumah penumpang lain terlihat diarahkan ke pos yang sama dan membayar jasa tersebut sebesar Rp. 10 ribu per koli. Sementara sejumlah penumpang lain yang barangkali sudah menjadi langganan bandara Polonia langsung saja ke pos check in dengan barangnya tanpa menuju pos jasa pengikatan barang itu.

Jasa yang sama juga kelihatan ditawarkan oleh perusahaan penerbangan yang lain.

Di baris antrian check in, Anda tak perlu terkejut kalau calon penumpang yang berada di belakang Anda tiba-tiba memotong antrian dan langung ke meja check in. Penumpang tersebut sudah ditemani oleh petugas yang berkalungkan identitas petugas yang biasanya mengurus pembelian tiket, dan yang dikenal oleh para petugas check in.

Sementara itu di ruang tunggu, informasi status penerbangan yang hampir tiap menit disampaikan lewat mikrofon membuat kenyamanan akustik (audio) penumpang terganggu. Hal ini bisa disebabkan oleh disain akustik gedung yang kurang baik, kualitas sound system yang kurang baik, atau kedua-duanya.

Sudah saatnya bandara Polonia sebagai bandara besar di Sumatera berbenah diri dengan meningkatkan kualitas pelayanan kepada penumpang dan menertibkan pos-pos pelayanan yang menimbulkan ketidaknyamanan para penumpang. (brk*)

Facebook Comments