Sepenggal ruas jalan yang menghubungkan Botombawõ (Kecamatan Hili Serangkai) dengan Kecamatan Botomuzõi rusak parah. Ruas jalan itu terletak di wilayah kecamatan Hili Serangkai dekat perbatasan dengan Kecamatan Botomuzõi, tepatnya di desa Dahadanõ, Botombawõ.

Kendaraan yang ditumpangi Nias Online pada akhir Desember 2008 lalu sempat tertahan beberapa saat di ruas jalan itu, karena licinnya jalan. Ruas jalan itu adalah daerah yang rawan longsor; perbaikan yang dilakukan berkali-kali sejak zaman Orde Baru tak pernah secara tuntas menyelesaikan masalah turun dan lungsornya tanah di ruas jalan itu. Penyebabnya adalah kondisi tanah yang labil, ditambah dengan beban berlebih truk pengangkut barang dari Gunungsitoli dan karet dari harimbale Muzõi ke Gunungsitoli, serta usaha perbaikan yang selalu seadanya.

Berdasarkan informasi yang diterima Nias Online, ruas jalan sepanjang sekitar 2 km dari Botombawõ ke arah Muzõi – termasuk di dalammnya ruas jalan yang rusak parah itu – luput dari pembiayaan BRR-Nias. Padahal menurut sumber informasi yang sama, BRR Nias memperbaiki ruas jalan sisa sampai ke Muzõi, ibukota Kecamatan Botomuzõi.

Nias Online juga mendapat informasi tiadanya koordinasi antara Kecamatan Hili Serangkai dan Kecamatan Botomuzõi untuk mengusahakan perbaikan ruas jalan tersebut.

Seorang tokoh pemuda Botomuzõi yang menjadi calon legislatif dari sebuah partai mengatakan, kondisi ruas jalan itu baru bisa diperbaiki secara tuntas apabila jalan penghubung antara Kecamatan Hili Serangkai dengan Kecamatan Botomuzõi ditingkatkan statusnya menjadi jalan provinsi, sehingga pendanaan lebih terjamin. Ketika ditanya bagaimana hal itu direalisir, dikatakannya itu merupakan salah satu dari programnya ke depan apabila ia terpilih jadi salah seorang anggota DPRD pada pemilu 2009 mendatang.

Menurut catatan Nias Online, ruas jalan yang rusak parah itu menghambat lalu lintas barang-barang dari dan ke Gunungsitoli, dan mengakibatkan sejumlah pengedara sepeda motor jatuh, terutama di musim hujan. (brk*)

Facebook Comments