Gunnungsitoli – Anggota DPR-RI dari Fraksi PDS Arisman Zagõtõ prihatin melihat jalan antara kecamatan Sirombu (DOB Nias Barat) dengan kecamatan Lolowau (Nias Selatan) yang rusak parah.

Keprihatinan itu terungkap dalam perbincangan dengan Pengurus DPP SALOM di Desa Fadoro usai menghadiri acara HUT Komisi Wanita aras Sinodal ONKP sekaligus sosialisasi Pemilu dari KPU Kabupaten Nias dan doa bersama di Kantor Pusat Sinodal Gereja ONKP, Tugala Lahomi Kecamatan Sirombu, Sabtu lalu. Pengurus DPP SALOM yang hadir antara lain Ketua Umum Raradõdõ Daeli, Sekretaris II Eta F Wiriatmo Daely dan Bendahara I Dalinafao Hia (Ama Rena).

Pada pertemuan itu Bapak Ama Rena Hia menceritakan “nõsi dõdõ” alias uneg-uneg kepada wakil masyarakat Nias di DPR-RI Arisman Zagoto.

Salah seorang pengurus DPP SALOM Ama Rena Hia menanyakan kenapa jalan antara Sirombu dan Lolowau belum diperbaiki padahal jalan tersebut menjadi jalan utama pada saat membawa bantuan kepada korban tsunami pada awal tahun 2005, dan masih belum berfungsinya pembangunan dan instalasi air bersih dari Desa Sisobaoho kecamatan Lahomi ke Tetesua kecamatan Sirombu. Salah seorang anggota DPRD Nias Yasaro Daeli menanyakan realisasi jalan ring road kepulauan Nias yang menghubungkan DOB Nias Barat dengan Nias Selatan.

Tim BRR NAD-Nias Perwakilan Nias yang hadir pada pertemuan itu yaitu William Sahbandar dan jajarannya menjawab pertanyaan dengan mengatakan bahwa semua yang dipertanyakan tersebut telah masuk ke dalam “Blue Print 2009” dan telah ada dana anggaran Jalan Sirombu ke Lõlõwa’u sebanyak Rp 12 milyar lebih, sebagai bagian dari pengalihan sisa dana BRR NAD-Nias Perwakilan Nias kurun waktu 2005 s/d 2008 yang telah diserahkan kepada pemerintah. Rumah-rumah yang masuk daftar list akan diselesaikan dibangun di tahun 2009 ini. Proyek air bersih dari Sisobaoho ke Sirombu akan diperbaiki dan diselesaikan sebelum diserahkan kepada Pemerintah setempat. Jawaban ini turut dijamin oleh Ketua Bapel dengan menyatakan bahwa masyarakat Sirombu dan Nias Barat dapat mempercayainya.

Setelah perbincangan tersebut, pengurus DPP SALOM dan anggota DPR-RI bersama-sama melewati jalan antara Desa Fadoro menuju Desa Tetesua ibukota kecamatan Sirombu. Sebelum masuk ke desa Tugala ada mobil terbenam dalam kubangan. Kemudian sebelum memasuki Desa Tetesua pada sebuah jembatan darurat dimana papannya dari pohon kelapa dan tidak diikatkan menyebabkan ban mobil rombongan tersangkut akibat papan pohon kelapanya bergerak. Untungnya di belakang rombongan menyusul truk yang menuju ke arah Sirombu, dengan dibantu para kenek truk dan masyarakat mobil rombongan akhirnya dapat keluar dari “jebakan” jembatan darurat.

Arisman Zagoto mengucapkan terimakasih atas masukan dari DPP SALOM. Untuk mendukung fakta, DPP SALOM disarankan menyampaikannya secara resmi ke DPR-RI melalui TIM DPR-RI pengawas BRR NAD-Nias di Jakarta. DPP Salom menyatakan siap dan akan menyampaikan surat terbukanya kepada DPR-RI secara resmi.(SIB, 8/1/209)

Facebook Comments