Medan – Ketua Komisi D DPRD Sumut Sobambõwõ Bu’ulõlõ, SH mendesak aparat berwenang segera mengaudit investigasi terhadap berbagai proyek BRR (Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi) di Nias, karena banyak yang belum bisa dimanfaatkan masyarakat.

“Dari hasil peninjauan tim dewan, dari sejumlah proyek pembangunan yang sudah menelan biaya mencapai puluhan miliaran rupiah, namun belum bisa dimanfaatkan masyarakat. Ini yang perlu dilakukan audit investigasi, apa permasalahannya,” ujar Sobambõwõ Bu’ulõlõ kepada wartawan, Minggu (8/2) di Medan.

Berdasarkan temuan Sobam, proyek yang belum berfungsi, diantaranya pembangunan Irigasi Gidõ Sebua Kabupaten Nias, yang tadinya diharapkan dapat mengairi sekian hektar sawah ternyata tidak berfungsi sama sekali.

Bahkan di lapangan, ujar Sobam, sudah terjadi kerusakan-kerusakan dan jika dibiarkan tanpa segera di perbaiki akan menimbulkan kerugian yang sangat besar, baik terhadap perekonomian maupun keselamatan bagi warga yg bermukim di sekitar sungai tersebut.

Begitu juga pembangunan Bandara Silambo, pembangunan TPI di Teluk Dalam Kabupaten Nias Selatan, tambahnya, terkesan diterlantarkan dan ditinggalkan tanpa proses penyelesaian selanjutnya.
Menyikapi persoalan ini, kata anggota dewan Dapem Nias dan Nisel ini, komisi D yang menangani bidang pembangunan akan segera memanggil pihak-pihak yang terkait, jika ada indikasi telah terjadi penyelewengan, akan dilakukan pengusutan.

“Komisi D akan merekomendasi kepada aparat penegak hukum untuk dilakukan pengusutan sesuai aturan hukum yang berlaku, sebab pengawasan yang dilakukan dewan hanya bersifat politis dan tehnis pengusutannya merupakan wewenang instansi lain, seperti BPK, BPKP dan aparat penegak hukum lainnya,” ujar Sobam.

Diakui Caleg PIB ini, berbagai laporan masyarakat selama ini, sepertinya tidak pernah di tanggapi, karena pertanggung-jawaban kinerja BRR Nias, secara ekplisit langsung kepada Pemerintah pusat sebagaimana yang di amanatkan pada peraturan presiden.

Menyinggung hasil Pansus DPRD Nias yang saat ini telah di limpahkan kepada aparat Kepolisian soal keberadaan proyek BRR ini, Sobam berharap untuk dapat segera diusut dan diungkap secara transparan kepada publik. (SIB, 9/02/2009)

Facebook Comments