*Sistem transportasi umum terganggu, sejumlah orang lanjut usia meninggal diduga akibat sengatan udara panas

Adelaide (Nias Online) – Australia kembali dilanda gelombang panas setelah pada awal tahun 2008 lalu suhu udara berada di atas 35 selama sekitar 2 minggu. Kali ini, gelombang panas lebih dahsyat, dengan suhu udara maksimum di Melbourne dan Adelaide berada pada angka di atas 40 der. C selama seminggu lebih. Puncaknya terjadi pada hari Rabu tanggal 28 Januari 2009, di mana suhu udara di Adelaide mencapai 45.5 der. C. Biro cuaca bahkan melaporkan beberapa daerah mencapai suhu 46.2 der. C seperti tercatat di Ceduna, yang juga di Australia Selatan.

“Ini merupakan hari terpanas yang tercatat selama 70 tahun terakhir, dan merupakan yang terpanas yang tercatat di Adelaide,” kata petugas peramal cuaca Simon Timkey.

Menurut Timkey, suhu udara terpanas pernah tercatat di Adelaide adalah 46.1 der.C (12 Januari) dan 45.9 der. C (10 Januari) keduanya pada tahun 1939.

Gelombang panas dahsyat ini mengacaukan sistem transportasi umum terutama kereta api karena rel-rel pada bengkok akibat pemuaian yang berlebihan. Bis-bis umum juga tak mampu memberi kesejukan yang cukup kepada penumpang melalui sistem pendingin udara (AC)nya. Pemadaman listrik juga beberapa kali terpaksa dilakukan karena permintaan daya telah melebihi kapasitas yang tersedia. Peningkatan permintaan akan listrik yang sangat drastis terjadi karena setiap keluarga yang memiliki alat pendingin ruangan (AC) memasangnya untuk menghindari sengatan panas yang berlebihan. Akan tetapi lonjakan permintaan yang drastis ini mengakibatkan kapasitas yang tersedia tak mampu melayaninya, sehingga pemadaman di beberapa lokasi dan pada jam-jam tertentu terpaksa dilakukan.

Sengatan panas yang luar biasa ini diperkikrakan telah menjadi penyebab sejumlah orang lanjut usia meninggal. Para korban yang umumnya tinggal sendiri di rumah pensiunan atau di rumah jompo tak mampu lagi menahan sengatan udara panas karena alat pendingin yang tidak beroperasi karena listrik yang tiba-tiba mati.

Untuk menghindari sengatan udara panas di rumah, penduduk di kedua kota Adelaide dan Melbourne memilih pergi berenang ke laut atau ke mal-mal yang kebetulan tidak mendapat giliran pemadaman. Para pegawai di kantor-kantor pemerintah dan swasta terpaksa menerima kenyataan bahwa kenyamanan termal yang seakan menjadi keniscayaan selama ini tak lagi dirasakan selama berhari-hari berada di ruang ber-AC.

Keluarga-keluarga yang memilih tinggal di rumah harus mengkonsumsi minuman jauh melebihi kebutuhan normal dan menceburkan diri ke dalam bak mandi (bathtub) atau berdiri di bawah guyuran semprotan air shower di kamar mandi secara berulang-ulang dalam sehari – pagi, siang dan malam hari. Bukan hanya udara yang mengeluarkan panas berlebih; air yang muncrat beberapa detik pertama dari shower juga tak luput dari pemanasan gelombang panas ini.

Pantauan Nias Online di Adelaide dan sekitarnya menunjukkan orang-orang selalu kelihatan memakai topi pelindung dan membawa botol-botol minuman ke manapun mereka pergi. Toko-toko tetap buka tetapi pintunya ditutup untuk menghindari terjangan panas masuk ke dalam. Di depan pintu sejumlah toko terpampang pesan simpatik: “Silahkan masuk, di dalam lebih dingin”.

Sementara itu para petugas pemadam kebakaran di negara bagian Victoria minggu lalu berusaha habis-habisan untuk memadamkan api akibat kebakaran hutan di sana.

Di kebun-kebun binatang, para petugas membantu memberikan kesejukan kepada binatang-binatang dengan melemparkan balok-balok es yang dijilat-jilat oleh binatang-binatang itu.

Prakiraan cuaca untuk minggu ini menunjukkan bahwa gelombang panas ini masih akan berlangsung hingga hari Kamis tanggl 5 Februari 2009 pada mana suhu maksimum diperkirakan 38 der. C. Sehari sesudahnya, Jumat 6 Februari 2009, suhu diperkirakan akan turun menjadi sekitar 30der. C (brk).

Foto: Advertiser/BBC/AAP.

Facebook Comments