Medan – Karena masih dalam proses tender, jalur penerbangan peristis ke Pulau-Pulau Batu wilayah Kepulauan Telo, Kabupaten Nias Selatan kembali terhenti pada awal 2009.

“Pengalaman tahun sebelumnya, penerbangan dengan rute Padang-Pulau-Pulau Batu-Gunung Sitoli baru berjalan pada Maret 2009. Karena proses tender pelelangan dilakukan dua bulan di awal tahun,” sebut Kasubdis Udara Dinas Perhubungan Sumut Tolopan Simamora melalui Kepala Seksi Angkutan Udara Muhammad Basri di Medan, Senin (19/1).

Menurutnya, penghentian sementara penerbangan peristis itu diperkirakan berlangsung dua bulan. Padahal, sebelumnya pemerintah Propinsi Sumatera Utara berharap Departemen Perhubungan mempunyai kebijakan agar aktifitas penerbangan perintis di daerah itu tidak terhenti diawal tahun karena tender.

Terisolir
Selama ini, aktifitas perekonomian dan pemerintahan masyarakat yang berjumlah sekira 17.500 jiwa di wilayah terisolir di laut lepas Samudera Hindia tersebut sangat bergantung pada transportasi udara karena buruknya cuaca jika mengandalkan transportasi laut.

Lebih lanjut dikatakannya, data terakhir menyebutkan aktifitas perekonomian di daerah terpencil ini mulai meningkat dengan hadirnya penerbangan perintis yang digagas pada 1996 dan mulai berjalan pada awal 1997.

Pada 2007, tambahnya, tercatat 206 kali pergerakan pesawat di Bandara Lasondre, Pulau-Pulau Batu dengan jumlah kargo yang diangkut sebanyak 7.374 ton. Untuk daerah ini jenis kargo yang diangkut adalah hasil laut yang bernilai tinggi.

Dengan terhentinya penerbangan tersebut saat ini, masyarakat setempat hanya berharap hasil laut mereka diangkut melalui penerbangan sewa dari Padang Sumatera Barat.

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja (Satker) Bandara Lasondre Saiful Bahri, menjelaskan, proses tender penerbangan perintis rute Padang-Pulau-Pulau Batu, Pulau-Pulau Batu-Gunung Sitoli saat ini sedang dalam proses tender di Gunung Sitoli Nias.

“Rute itu dalam proses tender di Bandara Binaka, Gunung Sitoli bersamaan dengan tender pengadaan untuk rute perintis baru Pulau-Pulau Batu-Sibolga yang dipaketkan dengan pengadaan subsidi biaya pengangkutan 156 drum avtur untuk penerbangan perintis baru itu dengan nilai pagu sebesar Rp5,256 miliar,” terangnya. (Analisa, 22/01/2009)

Facebook Comments