Gunungsitoli – Nasib malang menimpa seorang pelajar SMAN 1 Gidõ berinisial BUNGA (nama samaran) yang harus berpisah dari keluarga dan teman-teman sekolah lantaran telah mendapatkan ancaman disertai dengan kekerasan akan dibunuh oleh seorang laki-laki yang masih termasuk warga Kecamatan Gidõ yang dikenal tidak segan-segan untuk melukai korbannya.

Peristiwa ini terjadi ketika BUNGA sedang berada di kebun menyadap karet lalu tiba-tiba datang seorang laki-laki berinisial OP mendatangi BUNGA berkeinginan membawa BUNGA pergi bersama dia, tetapi BUNGA menolak dan langsung pulang ke rumah. Namun, OP kemudian mengikuti dari belakang dan setiba di rumah BUNGA, OP lalu kemudian mengambil sebilah parang dari pinggangnya dan meletakkannya dibahu ayah BUNGA yang saat itu terkejut dengan kedatangan OP sambil mengancam untuk membawa BUNGA saat itu juga tetapi ayah BUNGA meminta agar BUNGA jangan dibawa dulu.

Ayah BUNGA tidak bisa berbuat apa-apa mendengar ancaman OP yang akan datang kembali nantinya dan akan membawa BUNGA bersamanya dan kemudian OP lalu mengancam BUNGA dengan sebilah pisau kecil dan diletakkan dileher BUNGA sambil mengancam akan kembali dan membawa BUNGA untuk dijadikan istrinya, lalu OP kemudian pergi meninggalkan rumah orangtua BUNGA.

Dengan bantuan kakaknya yang berada di Gunungsitoli, akhirnya keesokan harinya sepulang sekolah BUNGA memutuskan untuk berangkat ke Gunungsitoli. BUNGA sangat ketakutan untuk kembali ke rumah karena takut akan dibawa dan dijadikan istri oleh OP. Berkat informasi seorang pekerja sosial di salah satu panti asuhan, akhirnya BUNGA beserta kakak kandungnya meminta bantuan perlindungan dan pendampingan kepada salah satu lembaga perlindungan anak Children Center Pusaka Indonesia – UNICEF.

Koordinator CC Joni Ar. Nazara ketika dimintai konfirmasinya disela-sela kesibukannya didampingi staf pendamping perempuan Rita J. Zendrato membenarkan bahwa kasus tersebut memang sudah dilaporkan dan pihaknya telah mendapatkan kronologis kasusnya hanya saja hingga saat ini korban dan keluarga tidak berani untuk melaporkan hal ini kepada pihak yang berwajib karena alasan keselamatan keluarga BUNGA yang masih tinggal di desa di Kec. Gidõ. Joni Nazara juga mengatakan bahwa kasus-kasus seperti ini sudah sering terjadi tetapi masyarakat tidak berani melaporkannya kepada polisi karena sebagian masyarakat tersebut tidak memperoleh jaminan perlindungan hukum karena setelah mereka melaporkan kasus yang mereka alami seperti kasus yang dialami oleh BUNGA maka nyawa korban berikut keluarganya pun akan terancam. Untuk saat ini pihaknya telah membantu mengfasilitasi agar BUNGA bisa bersekolah kembali di salah satu sekolah di Gunungsitoli dan mencarikan orangtua asuh dimana BUNGA sekarang tinggal karena BUNGA berasal dari keluarga tidak mampu. Setelah diperoleh informasi diketahui bahwa BUNGA berumur di atas 18 tahun sekalipun kelihatan masih anak-anak, namun kita akan coba bantu sebisa kita bantu, tandas Joni dan kita juga akan tetap berkoordinasi dengan pihak Polsek setempat agar kasus serupa tidak terulang kembali.

Selain itu Joni Nazara mengungkapkan bahwa pihaknya juga telah menjalin kerjasama dengan salah satu lembaga P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) yang berada di bawah naungan Dinas KB & PP Kab. Nias yang saat ini diketuai oleh Ros Okti Harefa sehubungan dengan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Saat ditemui di kantornya di Jalan Kartini I, Ros Okti Harefa juga membenarkan kasus ini dan sangat berterimakasih kepada orangtua asuh BUNGA yang bersedia untuk menyekolahkan BUNGA sampai tamat SMA karena BUNGA saat ini sedang duduk di kelas 2 SMA. Inilah wujud peran serta masyarakat dalam kegiatan perlindungan perempuan dan anak, ungkap Ros Harefa, serta mengharapkan agar masyarakat harus sepakat dan bersatu membangun kekuatan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya masing-masing, karena jika masyarakat kuat maka keluarga juga akan kuat. Dihimbau kepada masyarakat agar tidak segan-segan untuk melaporkan segala bentuk kekerasan terhadap anak dan perempuan kepada PT2P2A Kab. Nias dan Pusaka Indonesia yang berada di Jl. Kartini I dekat Dinas Kesehatan Kab. Nias. (*)

Facebook Comments