Menuju Nias Sejahtera, Mandiri dan Bermartabat

Tuesday, January 13, 2009
By nias

Oleh: Drs. Firman Harefa, S.Pd*

Tulisan ini merupakan lanjutan tulisan saya sebelumnya yang berjudul ”Majulah Pulau Nias”. Optimisme saya bukan semata euforia menyambut pemekaran sekaligus tiga daerah otonom di Pulau Nias. Memang itu membanggakan karena sejarah pemekaran pertama yang pernah terjadi di Republik ini.

Tapi, bukan lantaran sejarah telah ditoreh membuat kita terbuai dan selalu membanggakan diri. Harus kita sikapi, bahwa setelah pemekaran ini, tak boleh lagi kita lengah. Segala peluang yang ada walau kecil sekalipun, harus kita tangkap menjadi potensi yang berdampak nyata pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Di ”Majulah Pulau Nias”, saya menekankan bahwa peletakan dasar kebijakan pembangunan setiap daerah otonom harus benar-benar disejalankan dengan cita-cita awal pemekaran. Jangan ada tarik ulur kepentingan kelompok atau mendahulukan ego semata. Terutama soal siapa yang memimpin nantinya. Namun, kebersamaanlah yang harus dikedepankan. Kebersamaan yang saya maksud, adalah mendahulukan kepentingan yang lebih besar, yakni mensejahterakan masyarakat hingga Nias mampu bersaing dengan daerah lain di Indonesia.

Saya beri judul tulisan ini ”Menuju Nias Sejahtera, Mandiri dan Bermartabat”. Tujuannya semoga semua elemen yang ada di Nias mampu terpacu memberikan apapun bakti untuk kemajuan Nias. Barangkali, karena kecintaan saya pada Nias, melalui tulisan inilah bakti yang dapat saya persembahkan. Semoga kelak masyarakat benar-benar bisa mandiri, sejahtera dan bermartabat.

Sepengetahuan saya, hingga saat ini Nias masih masuk dalam kategori daerah tertinggal. Terutama dari segi kesejahteraan masyarakatnya. Padahal, kalau ditelaah lebih jauh, utamanya pada bidang ekonomi, bumi Nias mengandung banyak kekayaan.

Pertanyaannya mungkin, kenapa nias tak maju-maju? Ada pendapat yang mengatakan bahwa Nias tidak maju karena tak ada usaha, kerja keras, dan kemauan untuk berkembang dari masyarakat Nias sendiri. Ada pula tanggapan bahwa Nias tak maju karena banyak masyarakatnya yang pintar-pintar lebih senang berada diluar.

Entahlah. Tapi, sejak lahir tiga daerah otonom baru, optimisme membangun sumberdaya manusia yang handal, saya rasa bukan lagi sekedar wacana dan cita-cita. Pemerintah Daerah yang ada di Nias, kini 4 kabupaten dan 1 kota bisa lebih leluasa mencetak sumberdaya manusia tangguh berdaya saing global.

Oleh itu, agar cita-cita mulia ini tak lari dari tujuan awal, memang perlu kita kawal bersama secara konsisten. Lebih tepatnya, saya sarankan agar kebijakan pembangunan difokuskan pada sektor pengembangan sumber daya manusia dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Bentuknya mungkin bisa melalui program pelatihan, penyuluhan atau pemberian bimbingan kepada masyarakat. Misalnya bagaimana mengarahkan masyarakat menjadi petani yang profesional, menjadi peternak yang profesional, atau menjadi nelayan yang profesional serta banyak lagi. Tentu dalam pemberian pelatihan, penyuluhan dan bimbingan harus profesional pula. Jadi tidak asal jadi seperti yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

Langkah awalnya, Pemda-Pemda di Nias harus dapat memacu masyarakat agar berusaha ke sektor yang sifatnya memenuhi kebutuhan masyarakat yang selama ini didatangkan dari luar Nias. Sebab, saya dengar, untuk memnuhi kebutuhan seperti beras, ikan asin, garam, bahkan cabe saja, Nias masih mendatangkannya dari luar.

Ironis memang. Padahal, untuk urusan ini, saya melihat Nias cukup punya potensi, minimal bisa memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Kok masih repot mendatangkan berbagai kebutuhan tersebut dari luar?

Disini saya tak hendak hanya menyalahkan masyarakatnya, namun juga pemerintah. Sebenarnya, tinggal bagaimana masyarakat dimotivasi dan diberi bimbingan, sehingga pendapatan masyarakat juga meningkat serta dapat menekan tingkat pengangguran disamping mengembangkan usaha-usaha besar untuk jangka panjang.

Hal lain yang perlu dilakukan jika berbagai usaha masyarakat sudah berhasil adalah menciptakan pasar atau tempat pemasaran keluar Nias. Pemerintah daerah harus membantu masyarakat memasarkan hasil usaha. Sehingga masyarakat tidak sulit untuk menjual produk yang dihasilkan.

Atau bagusnya setelah dimulai dari memperkuat usaha-usaha masyarakat yang sifatnya memenuhi kebutuhan, bila perlu ini bisa menjadi unggulan daerah. Keuntungannya, uangpun tidak keluar Nias. Tapi berputar di daerah Nias itu sendiri. Hal ini akan berdampak pada kemampuan daerah Nias secara keseluruhan.

Satu contoh yang cukup menarik sewaktu saya bertugas di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Kabupaten Bintan membentuk tim dari pemerintah daerah untuk memasarkan ikan asin ke Australia. Usaha ikan asin sederhana memang, tapi Pemda Kabupaten Bintan melihat hal itu satu peluang bisnis daerah.

Berkaca dari contoh diatas, harusnya Pemda-Pemda yang ada di Nias berbuat seperti itu. Tentu disesuaikan dengan kondisi dan potensi yang ada.

Jika sudah demikian, dengan berbagai kemajuan yang telah kita capai, ditambah optimisme, kita pasti bisa lebih baik ke depan. Kalau yang berkembang hanya pesimisme, apapun kebijakan yang dibuat, Nias tetap punya hambatan untuk maju.

Mari kita saling melengkapi demi Nias sejahtera, mandiri dan bermartabat.

* Penulis adalah Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan Kantor Administrator Pelabuhan Kelas I Dumai – Riau

4 Responses to “Menuju Nias Sejahtera, Mandiri dan Bermartabat”

  1. 1
    Doni Aresta Z Says:

    Terima kasih Pak Harefa. Berbagai tulisan yang anda publikasikan sangat berarti karena selalu memberi motivasi.

    Terus berkarya pak.

  2. 2
    Abdee Says:

    Saya sunggu senang dengan tulisan bapak, memang selama ini keadaan Nias tidak maju karena faktor pemerintahan daerah yang kurang mengoptimalkan peluang yang ada. Nias sebagai suatu kepulauan seharusnya dapat mengembangkan sumberdaya yang ada. Tetapi kenyataan yang dapat kita lihat adalah pemerintah daerah justru sibuk dalam memperkaya diri sendiri.
    Mengenai otonomi daerah,jujur dengan pemekaran yang ada saya merasa pesimis dengan keadaan real yang terdapat di lapangan. Tetapi tidak ada salahnya jika kita menndukung hal ini.Yang sangat tidak saya suka adalah ketika pemekaran ini berhasil hal ini malah dimanfaatkan oleh oknum pejabat untuk promosi diri.
    Demikian tanggapan saya, Tuhan Yesus Memberkati.
    Yogyakarta.

  3. 3
    Yakin R. Zebua Says:

    Syalom buat Niasku..

    Saya sangat bangga dengan tulisan bapak diatas karena bapak tidak secara langsung membuka waawasan para intelektual nias untuk memikirkan masa depan Nias dan pemekarannya. Namun saya mau menambahkan bahwa dalam usaha memajukan/mensejahtehkan kehidupan masyarakat Nias, ada baiknya kita melihat kebelakang sejenak,.apakah yang membuat Nias terus terbelakang? baik dari segi ekonomi, politik, dan lain sebagainya.
    Saya bukan tidak mendukung pemekaran Nias, malah saya lebih senang bila Nias dimekarkan..Namun saya mau menekankan bahwa Pemekaran bukanlah cara satu – satunya untuk memajukan Nias. Tanpa pemekaranpun kita bisa maju. Bagaimana caranya? Kunci utama untuk memajukan/mensejahterakan rakyat adalah peningkatan Sumber Daya Manusianya (SDM)bukan hanya melihat SDA semata. Tanpa SDM sia-sialah SDA yang ada.
    Bagaimana meningkatkan SDM tersebut?
    Untuk meningkatkan SDM,kita tidak membutuhkan modal yang besar. Kita butuh dukungan pemerintah dalam bidang pendidikan dan pelatihan. Adakah Pemerintah telah memberikan perhatian lebih terhadap pendidikan? Mari lihat kebelakang sejenak. kalau pemerintah masih belum memberikan perhatian untuk pendidikan, mungkin itulah yang membuat kita kurang maju. Adakah Beasiswa Pemerintah Kabupaten Nias (Beasiswa Pemkab) yang diprogramkan pemerintah Nias untuk menstimulus para pelajar – pelajar Nias yang kuliah di luar daerah / luar negeri? Adakah program Pemkab Nias untuk memberikan sekolah gratis bagi anak – anak yang kurang mampu tetapi ingin sekolah? setahu saya belum ada. Maka timbul pertanyaan untuk pemekaran Nias, adakah hal ini dapat dipenuhi Gubernur Nias ( siapapun itu )sebagai pemimpin pulau Nias Nantinya? Bila perhatian pemerintah terhadap pendidikan kurang, maka sia – sialah pemekaran itu karena tidak akan dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Nias.
    Satu hal yang harus ditekankan bahwa, berbicara kesejahteraan tidak hanya merujuk pada kekayaan ( Uang ) atau pendapatan daerah yang tinggi. Tetapi mencakup semua aspek kehidupan seperti :
    1. Pendidikan
    2. Tingkat Kesehatan Masyarakat
    3. Tingkat keamanan yang tinggi
    4. Bebas untuk bersuara ( Mengemukakan pendapat)
    5. Bebas dari KKN (terutama dalam penerimaan PNS)
    6. dan lain sebagainya

    Mari kita pikirkan hal – hal diatas. Apakah kita siap mewujudkannya bila Nias telah dimekarkan? Kalau masih belum siap, lebih baik keinginan kita untuk memekarkan Pulau Nias untuk sementara dipending. Mari kita mempersiapkan diri terlebih dahulu agar kita tidak salah melangkah. Bila kita sudah siap untuk itu, saya akan mendukung suara – suara masyarakat Nias beserta pemerintahnya untuk meneriakkan pemekaran yang kita idam -idamkan itu.

    “Jangan melangkah bila tidak mempunyai kekuatan karena itu akan membuatmu jatuh, ambil waktu sejenak untuk memikirkan hari esok agar hari esok lebih baik dari sekarang.”

    Tuhan Yesus Memberkati Kita Semua..Ya’ahowu

    YAKIN RAHMAT ZEBUA
    Mahasiswa USU

  4. 4
    Nitry Daeli Says:

    Saya setuju dengan pendapat bapak tentang keadaan nias yang dari dulu sampai sekarang tidak mengalami kemajuan yang berarti. Saya rasa nias itu hanya berjalan di tempat saja, sekalipun dari luarnya nampak banyak kesibukan dengan embel-embel membangun nias!! padahal yang ada hanya keadaan yang begitu-begitu saja. hal ini harus kita ubah. salah satunya dengan mendukung upaya pemekaran nias menjadi sebuah provinsi yang maju dan madani.

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

January 2009
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031