Yogyakarta (Nias Online)

Setelah menerima 16 mahasiswa Program Pendidikan Dokter (S-1) asal Nias dan Nias Selatan tahun 2007, Fakultas Kedokteran UGM kembali menerima dua mahasiswa program serupa dengan sistem penerimaan bibit unggul tahun 2008 ini. Baik ke-16 mahasiswa tahun 2007 maupun kedua mahasiswa tahun 2008, memperoleh beasiswa dari BRR.

Kedua mahasiswa yang diterima pada tahun 2008 adalah Agnes Dina Irene Dorithy Zagötö (Kabupaten Nias Selatan) dan Jurlim Dirga Kristin Gulö (Kabupaten Nias). Keduanya menyisihkan sekitar 130 peserta tes yang dilaksanakan bulan Januari 2008. Saat ini keduanya telah mengikuti perkuliahan semester 1 di kampus biru FK-UGM Yogyakarta.

Hingga tahun 2008 ini, mahasiswa bibit unggul asal Nias dan Nias Selatan di FK-UGM beasiswa BRR seluruhnya 18 orang. Untuk tahun 2009 mendatang, diperkirakan FK-UGM akan menerima dua mahasiswa lagi. Seleksi telah dilaksanakan tanggal 11 Desember 2008 di Gunungsitoli.

Victor Zebua dari Nias Online di sela-sela Perayaan Natal Ikatan Keluarga Nias (IKN), 13/12, di Wisma Imanuel, Yogyakarta, bertemu dengan dua putri pulau Nias yang diterima FK-UGM tahun 2008 ini. Berikut kisah Dorithy Zagötö (asal SMA Negeri 1 Telukdalam) dan Kristin Gulö (asal SMA Negeri 1 Gunungsitoli) yang kini tinggal di kawasan Sendowo, Yogyakarta.

Agnes Dina Irene Dorithy Zagötö: Saya Akan Pulang Untuk Mengabdi
Kesan: Awalnya saya merasa tidak punya kesempatan untuk bisa masuk Fakultas Kedokteran karena biaya sangat mahal. Tetapi saya sangat senang dengan adanya beasiswa dari BRR. Dulu kami sempat kuliah di Nias selama satu semester karena menunggu beasiswanya baru diadakan test bulan Januari 2008.

Pada saat mendaftar hingga akhirnya diadakan test ada banyak pengalaman yang sangat terkesan sekali buatku. Karena ketika pengumuman untuk ikut testing keluar ternyata namaku tidak dicantumkan padahal saya sudah mendaftar di Dinas Kesehatan Nias Selatan. Tetapi akhirnya dengan pertolongan Tuhan saya dibant sehingga aku bisa ikut ujian.

Pada saat saya mendengar saya lulus di Fakultas Kedokteran saya sangat senang karena ternyata prestasi selama ini telah saya raih tidak sia-sia, dan kami bisa terpilih di antara seratus lebih peserta ujian.

Ketika sampai di Kedokteran UGM kami ikut matrikulasi digabung dengan anak-anak UGM dari jurusan lainnya. Walaupun kami hanya berdua, tapi kami tetap semangat untuk ikut matrikulasi. Setelah mulai kuliah benaran, kami sangat senang dan bisa menyesuaikan diri di kampus baik dari segi sosial maupun pendidikannya. Walaupun kadang capek juga belajar karena banyak tugas-tugas, tapi kami berdua tetap saling mendukung, bekerja sama dan tetap semangat.

Pesan: Kami ingin punya adek kelas lagi maksudnya tahun depan ini ada beasiswa lagi terlebih dari Nias Selatan karena kami sedikit hanya dua orang yang telah masuk fakultas, supaya dokter-dokter di Nias Selatan semakin banyak.

Cita-cita: Cita-citaku kalau Tuhan menolong saya, ke depan saya akan melakukan yang terbaik buat pulau Nias. Saya akan pulang untuk mengabdi sebagai dokter yang profesional di Nias. Amin.

Harapan: Harapannya Nias bisa jadi pulau yang semakin maju, sejahtera, dan menjadi masyarakat yang sehat baik jasmani maupun rohaninya. Kami para calon dokter yang sedang belajar di Fakultas Kedokteran UGM siap belajar dengan sungguh-sungguh.

Jurlim Dirga Kristin Gulö: Satu Harapan Besar Menumpuk di Pundakku
Aku dari dulu punya keinginan yang sangat besar untuk menjadi seorang dokter. Awalnya, aku kira, ini hanya impian. Impian yang sangat ingin aku penuhi, buat membahagiakan papa, mama, dan pastinya mempersembahkan hidup ini untuk Nias dan saudara-saudara di Nias. Mengapa aku dulu berpikir ini hanya impian? Karena aku hanya punya tekad dan sedikit bekal ilmu yang boleh aku dapatkan selama sekolah. Sedangkan materi untuk itu, bisa dibilang ga ada.

Alangkah senangnya saat ada bantuan dari BRR, memberikan beasiswa kepada mahasiswa/i Nias berprestasi. Harapanku kembali bersinar, dengan dukungan dan semangat yang begitu besar dari kedua orangtua, aku mendaftar tes itu. Hari yang ditunggu pun tiba, ujian yang sangat menentukan. Pesertanya kurang lebih 130 orang untuk dua kabupaten, Nias dan Nias Selatan. Tes yang diujikan adalah akademik meliputi: matematika, biologi, kimia, fisika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, serta psikotes. Hari yang melelahkan, seharian mengikuti tes. Pulang ke rumah dengan satu keyakinan yang mewujudkan harapan.

Hari demi hari, waktu yang dinantikan tiba. Berkat doa kedua orangtua dan harapan-harapan besar, aku terpilih dari dua orang yang diterima di FK-UGM. Sungguh sangat membahagiakan. Tak terukirkan rasa syukur itu. Segalanya dipersiapkan untuk keberangkatan bulan April 2008, aku dan Agnes berangkat ke Jogja.

Satu bulan kita mengikuti matrikulasi bersama dengan teman-teman dari daerah lain. Banyak pengalaman yang aku dapatkan. Hingga, perkuliahan dimulai, diawali dengan Blok 1.1. “Locomotor System”. Wah, di blok ini, agak kewalahan juga banyak praktikum yang harus diikuti: anatomi, fisiologi, histologi, dll. Sistem kuliah yang berbasis Problem Based Learning, yang mengharuskan mahasiswa aktif… Hal yang sangat menyenangkan .

Sekarang udah mulai blok baru… Harapannya semoga bisa semakin semangat menjalani blok ini. Karena, satu harapan besar menumpuk di pundakku. Nias telah mempercayakan satu hal besar padaku. Jadi, aku ga boleh menyia-nyiakannya. (moyo/*)

Facebook Comments