Setiap webmaster selalu saja dihantui oleh ruang terbuka (seperti ruang komentar, forum diskusi dan sebagianya) yang dapat diisi oleh setiap orang atau ‘siluman’ yang “tidak bertanggung jawab”. Tiap hari, Situs ini kedatangan beragam tamu aneh yang bermaksud ikut meramaikan ‘dunia diskusi’ Nias Online, yang dalam bentuknya yang sekarang tersedia di bawah setiap artikel, berita atau halaman-halaman tertentu.

Spam viagra, jam tangan rolex, dan seterusnya

Kecanggihan para spammer (pembuat pesan-pesan yang tak diinginkan) membuat pusing para webmaster, termasuk webmaster situs ini. Gambar di atas memperlihatkan jumlah spam setiap hari yang menumpuk di ruang ‘spam’ Nias Online pada bulan Juli 2008. Isinya: jual viagra, jam tangan rolex, obat kuat atau penambah gairah seksual, dan segala macam yang lain. Spam semacam ini sudah biasa diproduksi secara otomatis dan diserbarkan secara otomatis setiap hari ke setiap alamat yang telah diketahui di internet.

Untungnya, sofwer anti spam yang telah ‘terintegrasi’ dengan wordpress cukup ampuh. Akismet, nama anti spam itu, berdasarkan statistik dua tahun terakhir di Nias Online, mampu mengidentifikasi spam dengan ketepatan sekitar 99.5%. Artinya, hanya sekitar 0.5% yang dikiranya spam yang ternyata bukan spam.

Ada spam yang lain yang tidak menjual viagra, jam tangan rolex atau penambah gairah seksual, namun tetaplah masuk dalam kategori spam (tidak diinginkan kehadirannya di situs ini). Ini adalah iklan yang dimasukkan lewat ruang komentar yang biasanya berisi ajakan ikut bisnis tertentu untuk meraih keuntungan dalam tempo singkat atau beli obat tertentu yang mujarab luar biasa. Tidak tanggung-tanggung, iklan ini mempromosikan ‘produk’ tertentu secara luar biasa: contoh-contoh penghasilan besar yang diperoleh dalam waktu singkat, atau kasus-kasus kesembuhan yang spektakuler karena menggunakan obat tertentu. Isi iklan macam ini sedemikian luar biasa sehingga Redaksi memutuskan untuk menahannya dalam ruang moderasi, atau menggesernya ke kotak spam, yang secara berkala akan dibersihkan oleh akismet.

Ada lagi bentuk spam yang baru: berita, artikel atau informasi apa saja tanpa sepenggal ‘kata pengantar’. Bayangkan kalau sebuah email berisi berita, artikel, informasi tertentu tentang acara tertentu, datang ke kotak surat Redaksi, tanpa pengantar apa pun. Redaksi terkadang bertanya sendiri kepada diri sendiri: ‘kiriman ini mau diapakan’ ? Apakah Redaksi sudah dianggap manusia super yang bisa menebak maksud pengirimnya? Apakah komunikasi internet sedemikian ‘a-sosialnya’ sehingga tak ada lagi bentuk sapa-menyapa yang normal dalam keseharian kita seperti: “Halo Pak, Halo Bu …. Tolong ini dimuat di Nias Online?”

Redaksi Nias Online mencatat: hampir semua organisasi yang aktif dalam proses RR Nias selalu mengirim berita kegiatannya dengan sebuah pengantar yang walau pun singkat tetapi cukup jelas: “Redaksi Yth, kami mengirimkan …. untuk dimuat di …”. Mereka meperlihatkan profesionalismenya dalam berkomunikasi dengan pihak lain. Leganya hati ini, Redaksi ini ternyata bukanlah mesin atau robot yang bekerja otomatis … melainkan adalah manusia juga yang butuh sapaan ala kadarnya.

***
Spam bentuk terakhir. Dalam tulisannya menyambut HUT 3 Nias Online, Bapak Mathias J. Daeli memberikan dorongan positif kepada Nias Online: “Situs ini telah menunjukkan kehendak diri …”, sambil memberikan catatan pengingat terkait dengan hingar bingar dunia maya: “Tidak jarang terjadi silang pendapat di luar batas kesopanan, moral, dan etis kesusilaan …” Bapak Daeli mengakhiri paragraf ini dengan: “Keadaan seperti itu sampai sekarang tidak ada dalam Situs ini. Dan, diharapkan Redaksi tetap seperti itu dengan menyeleksi tulisan pengunjung.”

Pernah terjadi bahwa Redaksi terpaka “keras berbicara” lewat email dari seseorang yang mengirim komentar yang berisi makian dalam Li Niha, makian yang ditujukan kepada seseorang yang dirujuk dalam berita tertentu. Kalau memang berbudaya mengapa harus mengkritik atau mengungkapkan ketidak-senangan atau ketidaksetujuan dengan falelesa ? Mengapa hanya berani di belakang layar melalui penyamaran? Mengapa tidak menulis opini secara terang-terangan di salah satu situs Nias yang tersedia ? Mengapa takut beragumen secara terbuka mengungkapkan identitas diri? Mengapa harus “mabuk dulu” sebelum berani menyampaikan pendapat? Jawabannya: “belum dewasa”.

Situs ini hadir sebagai media bagi pengunjung, khususnya masyarakat Nias, untuk mencoba mengembangkan sikap kritis, rasional dan sikap dewasa menyikapi berbagai masalah yang dihadapi masyarakat Nias, baik yang tinggal di Nias maupun di luar Nias. Dua diskusi online yang diselenggarakan situs ini, ditambah dengan berbagai opini yang ditulis oleh para pengunjung, dan juga anggota Tim Redaksi membuktikan, bahwa kita bisa juga menyampaikan kritik atau pendapat yang berbeda dengan pendapat orang lain “tanpa harus melahirkan atau menimbulkan konflik pahit, emosi yang meledak-ledak, polarisasi yang menjurus pada perpecahan.” (baca artikel: Sinyal “Kabur” Dari Seberang Sana).

Semakin elegan cara kita menyampaikan kritik atau pendapat kita, semakin kita didengar, dan semakin tertancap kuat kredibiltas kita. Sebaliknya, semakin terbiasa kita berteriak-teriak tak terarah, … semakin terbiasa suara kita sumbang … semakin besar kemungkinan bahwa pada akhirnya kita dianggap tak ada apa-apanya.

Ada seorang Ono Niha yang sangat dikenal di negeri ini, Andrias Harefa namanya. Dia seorang “pembelajar”. Mari kita mengikuti langkahnya: belajar dan terus belajar. Kalau tidak, suara kita dianggap suara penjual viagra, suara spam, tidak diinginkan. (e.halawa)

Facebook Comments