Gunungsitoli – Kasus poligami tanpa persetujuan istri sesuai dengan laporan pengaduan No. Pol : LP/164/V/2008/NS, Tanggal 30 Mei 2008 telah dilimpahkan Polres Nias Jumat (28/11) kepada Kejaksaan Negeri Gunungsitoli tersangka AL (28) warga Desa Hilimbowo Km. 9 Madula, Kecamatan Gunungsitoli, Kabupaten Nias.

Setelah kejaksaan menerima berkas bersama tersangkanya dilakukan penahanan terhadap tersangka karena dikhawatirkan melarikan diri/menghilangkan barang bukti dan selama itu mempersulit proses penyidikan sehingga sudah lama P21 tetapi karena tersangka tidak cepat memenuhi panggilan yang disampaikan oleh Polres Nias akhirnya memperlambat pengiriman kepada Kejaksaan Negeri Gunungsitoli.

Setelah mengetahui penahanan terhadap tersangka, masyarakat Desa Hilimbowo Km. 9 Madula Kecamatan Gunungsitoli Selatan Kabupaten Nias mengucapkan terima kasih kepada Kajari Nias Dade Ruskandar, SH, MH dan jajarannya yang telah melakukan penahanan terhadap tersangka yang selama ini proses hukum hampir dinilai gagal karena istri adalah orang miskin.

Lamanya proses ini karena tersangka mengajukan gugatan cerai setelah dipanggil oleh Polres Nias. Dalam kasus tersebut Arnius Lase (27 tahun) alamat Desa Madula Dusun V Hilimbowo. Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Kabupaten Nias selanjutnya disebut sebagai penggugat sesuai dengan No. 18/PDT/G/VI/2008/PN-PS Tanggal 9 Juni 2008. Lawan Mintariang Laoli (29 tahun) warga Desa Boyo Kecamatan Gunungsitoli Kabupaten Nias.

Akibat gugatan cerai maka proses penyidikan di Polres Nias mengalami kendala dan ditambah dengan ketidakkooperatifan tersangka selama pemeriksaan di Polres Nias. Harapan masyarakat kepada Jaksa Penuntut umum dan Pengadilan kiranya menghukum seberat-beratnya tersangka karena telah memberi sumpah palsu dan keterangan palsu di Pengadilan Negeri Gunungsitoli sebagaimana gugatan yang mengatakan dirinya tidak ada melakukan poligami tanpa izin istri tetapi bukti bahwa sudah melakukan poligami tanpa persetujuan istri dimana gereja BNKP telah mengeluarkan tersangka dari lingkungan BNKP. (SIB, 3/12/2008)

Facebook Comments