Redaksi Nias Online Yth.

Kalau bayi manusia umur tiga tahun, maka menurut Erikson berada pada “Tahapan Dalam Perkembangan Psikologis ke dua”. Periode ini diringkaskan secara padat dalam kalimat “Saya adalah yang saya berkehendak”.

Hari ini, tepatnya pada tanggal 1 Desember 2008,  Situs Ya’ahowu genap berumur 3 tahun. Meskipun tidak terlalu tepat, artinya: perkembangan anak manusia tidak bisa disamakan dengan perkembangan Situs, akan tetapi pada kesempatan ini saya gunakan kalimat singkat diatas untuk Situs Ya’ahowu. Artinya “Situs Ya’ahowu adalah yang Situs Ya’ahowu berkehendak”. Mudah-mudahan tidak keberatan. Anggapalah hanya sebagai intermezzo tetapi bermakna.

Mengapa saya mengatakan demikian ? Karena (menurut saya) dalam waktu yang relatif singkat, Situs ini telah menunjukkan kehendak diri. Artikel yang disajikan positif bagi penyayaan pengetahuan pengunjung. Salah satu misi yang diemban yaitu mengenalkan Tanõ Niha (Pulau Nias) melalui dunia maya berhasil. Diskusi yang dilakukan antara pengunjung pun terjadi secara objektif. Meskipun kadang tersendat dan melenceng dari substansi yang didiskusikan karena minimnya bahan yang dimiliki, namun tetap memiliki nilai positif merangsang perngembangan intelektual dan pengetahuan. Atas prestasi itu boleh Redaksi berbangga dinamis, dalam pengertian berkembang lagi lebih positif.

Saya menyampaikan opini seperti di atas, karena kadang (ada) Situs dunia maya ini dibuat hanya bertujuan promosi peribadi atau kelompok tertentu. Dampaknya kita lihat, terjadi silang pendapat yang negatif. Tidak jarang terjadi silang pendapat di luar batas kesopanan, moral, dan etis kesusilaan. Pada hal mereka tidak saling kenal karena menggunakan nama samaran atau tidak saling kenal sama sekali. Inilah salah satu segi negatif dampak kemajuan teknologi yang seharusnya dihindari. Keadaan seperti itu sampai sekarang tidak ada dalam Situs ini. Dan, diharapkan Redaksi tetap seperti itu dengan menyeleksi tulisan pengunjung.

Berharap, Situs ini dalam perkembangannya merupakan forum bersumbang-sadap-saran para pengunjung secara objektif rasional. Hendaknya kritik (kalau ada) terutama terhadap diri kita sendiri, diambil hikmahnya dan mengangap kritik itu sebagai bahan pendorong gratis bagi kita untuk lebih giat menggali pengetahuan di bidang terkait.

Ya’ahowu

Mathias J. Daeli

Facebook Comments