Oleh: Manati Zega, S.Th, MA.

Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. (Rm. 12:11)

Baca: Roma 12:1-21

Namanya Chester Carlson. Orang biasa menyapanya Carlson. Di zamannya, kantor-kantor masih menggunakan karbon untuk menggandakan dokumen. Kala itu, orang berpikir bahwa karbon segala-galanya untuk menggandakan dokumen apa pun. Karbon harganya murah. Namun, Carlson melihat bahwa penggandaan dengan memakai karbon tidak efektif. Artinya, dengan menggunakan karbon butuh waktu lama untuk memperbanyak suatu dokumen. Karena itu, dengan segala upaya, Carlson menemukan mesin foto kopi. Begitu ia menemukan mesin foto kopi tersebut, ia langsung menawarkan. Dari tahun 1931 hingga tahun 1944, ia terus menawarkan karyanya itu keberbagai perusahan. Namun, tidak ada satu pun perusahaan yang menanggapinya. Kurang lebih 20 perusahaan menolak tegas. IBM, Kodak dan GE, turut menolak tawaran Carlson tersebut. Mereka berpikir mesin foto kopi yang ditemukan Carlson butuh biaya banyak. Tetapi, Carlson tidak patah arang. Ia terus meyakinkan bahwa foto kopi yang ditemukannya lebih baik dari karbon yang selama ini digunakan masyarakat. Ia punya semangat yang tinggi. Semangat baja yang tak terkalahkan.

Untunglah, Battelle Memorial Institut membeli hasil karyanya pada tahun 1944. Ini sebuah langkah baru baginya. Institut tersebut meminta Carlson menyempurnakan hasil karyanya tersebut. Dan, pada 1947, Heloid mendapat lisensi dari Carlson untuk mengembangkan karya tersebut. Kemudian, oleh Heloid, mesin foto kopi itu dinamakan Xerox. Kini, Xerox telah menjadi perusahaan raksasa yang menjual mesin foto kopi di seluruh belahan dunia. Tidak pernah terpikirkan sebelumnya, bahwa temuan Carlson mempermudah pekerjaan kantor. Menggandakan berapa banyak dokumen pun tidak masalah

Seandainya Carlson menyerah, ceritanya pasti jadi lain. Namun, ia tetap bersemangat. Ditolak tidak berarti akhir dari segala-galanya. Ditolak bukanlah sebuah ”neraka” yang mematahkan semangat. Ditolak adalah perpanjangan waktu untuk memperbaiki diri—memperbaiki kualitas. Yang penting adalah kobaran api semangat. Paulus, serorang rasul besar dalam Perjanjian Baru. Ia menasihati jemaat di Roma. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.(Rm. 12:11). Bagaimana dengan Anda?

Semangat Baja Modal Menggapai Cita
______________________
* Pernah dimuat di Renungan Cakrawala, Solo-Jawa Tengah.

Facebook Comments