Gunungsitoli – Satu hal hal yang cukup menarik, pada lazimnya setiap pemilihan baik pemilhan presiden hingga ke bupati, ketentuan pemenang tetap jatuh pada suara terbanyak.

Tetapi lain halnya yang terjadi pada pelaksanaan Pemilihan Langsung Kepala Desa (Pilkades) di Desa Fadoro Hilimbowo Kecamatan Lahewa, suara terendah dijadikan pemenang oleh camat setempat. Karena merasa hal itu tidak adil warga Desa surati Bupati Nias.

Dalam surat warga yang ditujukan kepada Bupati Nias dan juga tembusannya disampaikan kepada wartawan, dalam isinya meminta kepada Bupati Nias agar segera mengambil satu kebijakan dan memberikan satu keadilan terkait dengan tindakan oknum Camat Lahewa yang sewenang-wenang dengan mengumumkan pemenang Pilkades di desa mereka, dari hasil suara terendah bukan hasil suara terbanyak.

Tokoh masyarakat desa Fantizaro Gea didampingi beberapa warga desa lainnya yang hendak mengantarkan surat kepada Bupati Nias, kepada Analisa menuturkan, keberatan warga pada pelaksanaan Pilkades itu berawal saat hari pelaksanaan Pilkades, pada hasil perhitungan suara dari masing-masing calon, calon Kades Asli Gea dengan tanda gambar Padi memperoleh 93 suara dan calon Kades Alianus Gea dengan tanda gambar Kelapa memperoleh 116 suara.

Namun seusai perhitungan suara dilaksanakan, tiba-tiba Camat Lahewa Meidin Baeha mengumumkan kepada seluruh warga, pemenang Pilkades jatuh kepada Asli Gea dengan tanda gambar Padi dengan meraih 93 suara.

Sementara Alianus Gea dengan tanda gambar Kelapa yang memperoleh 116 suara gagal sebagai pemenang, karena calon Kades Alianus Gea dinyatakan gugur haknya sebagai pemenang, sebab tidak duduk pada kursi yang disediakan panitia serta berkasnya tidak lengkap.

Tindakan sepihak camat itu, tambah Fantizaro Gea sempat mengundang kericuhan antar warga, karena terkesan camat melakukan pembodohan terhadap warga, selanjutnya pada saat pemilihan berlangsung calon Kades Alianus Gea yang memperoleh 116 suara berada di lokasi itu.

Kemudian jika calon Kades Alianus Gea berkasnya tidak lengkap, kenapa hal itu baru mencuat dan diumumkan camat setelah ada pemilihan, sedang tanda gambar calon dan hasil pengumuman panitia, calon kades pada Pilkades ada dua orang yakni calon Kades Asli Gea dengan tanda gambar Padi dan Alianus Gea dengan tanda gambar Kelapa. Tegas Fantizaro Gea

Untuk itu, Fantizaro Gea dan warga lainnya dalam hal ini sangat mengharapkan kepada Bupati Nias untuk segera mengambil satu kebijakan dan memberikan satu keadilan, hingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diingini dan demi terciptanya ketenangan warga desa mereka.

Sementara Camat Lahewa Meidin Baeha yang coba dihubungai Analisa melalui telepon selulernya, untuk konfirmasi tentang hal itu tidak ada jawaban dan telepon selulernya tidak aktif. (Analisa, 25/11/2008)

Facebook Comments