Nias – Kapolres Nisel AKBP Drs MP Nainggolan melalui Kasat Reskrim AKP M Luther Dachi SH, didampingi juper Bripka HD Simanjuntak, mengatakan bahwa kasus penggelapan Bantuan BRR pada gereja jemaat BNKP Tanõniko’o Distrik Balõhili Mola prosesnya sudah tahap penyidikan di Reskrim Polres Nisel
Pemberitahuan telah dimulai penyidikan kasus penggelapan tersebut telah disampaikan kepada kepala Cabang Kejaksaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 372 dari KUHPidana dengan tersangka seorang PNS dengan jabatan Kepala SDN Idano tae Kec Gomo Kab Nisel.

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Telukdalam Rabani Halawa SH membenarkan bahwa surat pemberitahuan dari Polres Nisel tentang memulainya penyidikan laporan guru jemaat BNKP Tanõniko’o tanggal 09 Oktober 2008 bahwa telah terjadi dugaan penggelapan Bantuan BRR pada Gereja Jemaat BNKP Tanoniko’o Sebesar Rp 37.500.000.

Sementara Pendeta BNKP Distrik Balõhili Mola, S.Ndruru bahwa masalah ini telah dilaporkan kepada Ephorus BNKP nias soal adanya bantuan BRR pada gereja jemaat BNKP Tanõniko’o senilai Rp. 37.500.000. laporan dianjurkan oleh pimpinan BNKP Nias agar kasus ini diproses Polres Nisel.sesuai hukum yang berlaku.

Selanjutnya kepada SIB Pendeta mengatakan bahwa dirinya telah diperiksa sebagai saksi di Reskrim polres Nisel dan telah memberikan keterangan bahwa bantuan BRR Rp.37.500.000 sebagai BPMD Gereja jemaat BNKP Tanõniko’o tidak pernah menandatangani berita acara penerimaan keungan dan juga tidak pernah mengetahui pemanfaatan dana bantuan tersebut.

Untuk itu pihaknya berharap kepada Kapolres Nisel agar kasus penggelapan ini dapat dituntaskan secepat mungkin untuk mendapat kepastian hukum apakah benar jemaat Gereja BNKP Tanõniko’o telah mendapat bantuan dari BRR. Kalau memang benar mendapat bantuan maka kami tuntut supaya bantuan tersebut di proses secepat mungkin. Katanya pada SIB Minggu (23/11/2008 )di Gunungsitoli.(SIB, 24/11/2008)

Facebook Comments