VIVAnews – Panggung politik Australia mulai hari ini dimeriahkan oleh kehadiran sebuah partai yang menawarkan agenda unik nan mencengangkan. Pemain baru itu adalah The Australian Sex Party (Partai Seks Australia). Pendirian partai tersebut diresmikan bertepatan dengan hari pertama penyelenggaraan acara “Melbourne Sexpo,” di Melbourne, Kamis 20 November 2008. Menurut sang deklarator, Fiona Patten, partai tersebut siap bertarung dalam pemilihan anggota parlemen Australia.

“Rakyat ingin wakil-wakil mereka tidak saja menentukan penggunaan anggaran negara dengan bijak, namun juga ingin para anggota parlemen memperhatikan hak-hak mereka,” kata Patten, yang juga memimpin Asosiasi Industri Hiburan Khusus Orang Dewasa Australia (Eros), yang menyelenggarakan “Melbourne Sexpo.” “Partai Seks kini membuka era baru bagi perpolitikan majelis tinggi parlemen,” ujar Patten seperti dikutip stasiun televisi ABC Australia.

Prioritas pertama partai ini adalah memberi kesadaran kepada masyarakat untuk waspada atas upaya sensor di internet oleh pemerintah. Sensor tersebut sedang diperjuangkan oleh Menteri Komunikasi Stephen Conroy untuk dijadikan undang-undang.

“Rencana sensor yang dilakukan Senator Conroy sebenarnya untuk mengancam keberadaan Partai Seks di internet. Ini merupakan suatu tantangan nyata bagi kebebasan berpendapat,” ujar Patten.

Pendiri partai itu telah menebar sejumlah janji. Misalnya, akan memperjuangkan adanya pendidikan seks dalam kurikulum nasional dan menentang sensor pemerintah. Partai Seks Australia juga berjanji akan menentang habis-habisan media sensor (filter) di internet yang disiapkan pemerintah. Oh ya, partai itu juga mendukung pernikahan kaum homoseks.

Patten, optimistis bahwa partai mereka bakal mendapat sambutan dari banyak orang. Indikatornya, empat juta orang Australia diketahui rutin mengakses pornografi.

Selain itu, “Kemungkinan besar kami langsung mendapat 500 anggota begitu partai diresmikan,” kata Patten. Dia juga berharap bahwa partainya dapat membuka kantor cabang di 1.000 toko penjual alat-alat seks di penjuru Australia.

Menurut surat kabar The Herald Sun, setelah mengumpulkan 500 tanda tangan dari para pendukung, Partai Seks Australia mendaftar di Komisi Pemilihan Umum.

Sumber: VIVANews

Facebook Comments