Nias (SIB) – Tersangka korupsi pengadaan kapal penangkap ikan sebanyak 12 unit di Nias akan bertambah. Hal itu dikatakan Kapolres Nias AKBP S.A Sitorus didampingi Kasat Reskrim AKP R A Purba menjawab SIB pekan lalu.

Dua tersangka yakni Restu Gulõ SH, selaku pemborong dan Drh Natanael Mendrõfa selaku Pimpro sudah diinapkan di hotel prodeo yakni Rutan (rumah tahanan negara) Hilinaa Gunung Sitoli Kabupaten Nias untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Menurut perhitungan BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan) Sumut, akibat ulah mereka negara dan rakyat dirugikan Rp600 juta lebih.

Menjawab SIB, Sitorus mengatakan tersangka korupsi akan bertambah beberapa orang lagi. Kemungkinan kepala dinas perikanan dan kelautan Kabupaten Nias YZ selaku KPA (kuasa pengguna anggaran) akan menjadi tersangka.

Dituduh memeras
Restu Gulõ dan N Mendrõfa sempat ditahan Polres Nias selama 1 (satu), hari lalu dilepas dengan alasan tidak ada bukti. Tapi dua bulan kemudian tersangka diserahkan ke Kejari Gunung Sitoli. Setelah kasusnya dilimpahkan ke Kejari Gunung Sitoli kedua tersangka ditahan oleh jaksa.

Ditanya tuduhan pemerasan yang dilakukan oknum penyidik Polres Nias KZ Rp150 juta agar kasusnya tidak diteruskan ke pengadilan, pertanyaan ini tidak dijawab oleh Kapolres. Menurut Restu Gulo dalam pengaduannya ke Kapoldasu, oknum penyidik KZ meminta Rp150 juta tapi tersangka hanya bersedia memberi Rp50 juta.

Kajari Gunung Sitoli Dade Ruskandar meminta Polres Nias agar mengusut semua yang terlibat dalam kasus proyek pengadaan kapal yang berbiaya hampir Rp1 M.(SIB, 18/11/2008)

Facebook Comments