Sabtu, 18 Oktober 2008 | 00:25 WIB

Medan, Kompas – Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi atau BRR Nias akan menutup kantornya pada akhir Desember 2008 meskipun BRR sendiri baru resmi menyelesaikan tugas pada 16 April 2009. Seluruh penyelesaian tugas BRR di Nias akan dilakukan oleh tim penuntasan yang terdiri dari BRR, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah.

Kepala BRR Wilayah Nias William Sabandar, Jumat (17/10), mengatakan, penutupan kantor terkait dengan selesainya tahun anggaran 2008 yang berakhir 31 Desember 2008. Setelah penutupan kantor, BRR sendiri akan fokus pada penyelesaian laporan akhir, bukan pada kegiatan fisik.

Menurut William, tahun 2009 masih tersedia dana Rp 3,4 triliun untuk rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh dan Nias. Pulau Nias sendiri akan mendapatkan alokasi dana sebesar Rp 600 miliar. Kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi (RR) di Pulau Nias akan dilaksanakan oleh Pemerintah Sumatera Utara, Pemerintah Nias, Pemerintah Nias Selatan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, Bappenas, dan Kementerian Pekerjaan Umum. Kabupaten Nias sendiri akan mendapat dana Rp 166 miliar. Dana itu di luar DAU dan DAK.

Adapun kegiatan RR di Nias masih akan berlangsung hingga 2012. Kegiatan RR dilakukan oleh para donor yang sudah berkomitmen untuk membangun Nias. Unicef, misalnya, kata William, puncak pekerjaan mereka justru pada 2009.

Kemarin BRR Nias juga menyerahkan aset-aset yang sudah dibangun kepada Pemerintah Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, di SDN 070975, Gunungsitoli, Nias. Namun, Pemkab Nias belum bisa menerima penyerahan itu karena menyelesaikan pengecekan aset-aset yang diserahkan di lapangan.

Manajer Divisi Informasi dan Komunikasi BRR Nias Emmanuel Migo mengatakan, penyerahan akan dilakukan minggu ini.

Selain BRR, 13 lembaga donor internasional juga menyerahkan aset yang dibangun ke pemerintah setempat. Total nilai aset yang diserahkan Rp 361,7 miliar.

Migo mengatakan, penyerahan aset rekonstruksi Nias kali ini merupakan penyerahan yang keempat. Dari Rp 361,7 miliar aset yang diserahkan, sebanyak Rp 226,9 miliar merupakan dana APBN yang dikelola BRR Perwakilan Nias dan sisanya sebanyak Rp 134,8 miliar merupakan dana non-anggaran yang dikelola berbagai organisasi kemanusiaan.

Kabupaten Nias Selatan menerima Rp 94,3 miliar dari dana anggaran dan Rp 20,1 miliar dari dana non-anggaran. Sementara Provinsi Sumatera Utara menerima Rp 70,2 miliar berupa enam paket rekonstruksi jalan Provinsi Sumatera Utara. Sedangkan Pemerintah Kabupaten Nias direncanakan menerima aset sebesar Rp 56,4 miliar dari dana anggaran dan Rp 114,7 miliar dari dana non-anggaran. (WSI)

Sumber: Kompas – www.kompas.com – Senin 18/10/2008

Facebook Comments