Gunungsitoli – Karena pemadaman listrik di wilayah Nias dan Nias Selatan sering terjadi sehingga mengganggu pelaksanaan tugas pemerintah dan meresahkan masyarakat, maka puluhan orang dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Nias mendatangi Kantor PLN Ranting Gunungsitoli Selasa (11/11). Dalam orasinya yang dibacakan Pimpinan aksi Andi Titus Zebua, meminta agar kinerja pegawai PLN ranting Gunungsitoli diperbaiki, karena sering melakukan pemadaman listrik yang tidak menentu, pencatatan rekening yang main tebak-tebakan yang mengakibatkan membludaknya biaya rekening listrik.

Dampak dari pemadaman lampu listrik yang tidak beraturan kata Andi Titus Zega mengakibatkan rusaknya alat-alat elektronik dan membludaknya biaya rekening listrik. Selanjutnya Pimpinan aksi menyerahkan pernyataan sikap mereka yang langsung diterima oleh Manager PLN Ranting Gunungsitoli HL Tobing didampingi Supervisor (SPV) Ditribusi Edison Sirait dan Kepala PLTD Gunungsitoli Jonny Sumbaya.

Pemadaman listrik yang terjadi sebulan terakhir ini bukan ada unsur kesengajaan dari pihak PT. PLN Ranting Gunungsitoli, namun dikarenakan adanya gangguan di jalur Pider I dari pantai Desa Muawo Kecamatan Gunungsitoli Kabupaten Nias hingga pantai Teluk Dalam yang panjangnya mencapai 100 Km, dan gangguan devisit suplay dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), kata Manager Ranting PT. PLN Gunungsitoli HL Tobing.

Dia menambahkan, pihaknya sudah menyurati PT. PLN Cabang Sibolga tentang adanya gangguan tersebut, namun kebutuhan listrik secara normal 9,6 Mega murni dipakai pelanggan di Kabupaten Nias yang berjumlah 29.000 pelanggan, sedangkan kemampuan suplay dari PLTD 8,8 Mega. Mesin yang beroperasi di PLTD 10 mesin, namun ada 2 yang dalam keadaan rusak berat karena mesin tersebut sudah berumur 20 tahun sehingga mengalami kerusakan dan sekarang dalam perbaikan di Jakarta, karena tenaga tehnik pada kerusakan mesin tersebut tidak ada di Sumatra Utara, kata Tobing.

HL Tobing menghimbau masyarakat agar mengurangi pemakaian arus listrik 50 sampai dengan 100 watt/rumah tangga antara pukul 18 sampai dengan 21.00 Wib. Pada beban puncak tersebut akan ada pemadaman secara bergantian selama tiga jam per pider. Sementara Kepala PLTD Gunungsitoli Jonny Sumbaya mengharapkan masyarakat pemilik tanaman/pohon kelapa yang mengganggu jaringan di beberapa pider kiranya mau dirintis atau ditebang oleh pihak PLN. Pider yang terganggu yaitu pider I, III dan IV antara lain pider I mencakup Moawo, Gido, Idanogawo hingga Teluk. Dalam, pider III mencakup Olora, Gunungsitoli Utara, Tuhemberua dan Lahewa dan pider IV mencakup Onowaembo, Nias Tengah, Lolowau sampai dengan Teluk Dalam.

Jonny juga mengungkapkan, PLN Gunungsitoli satu-satunya di Sumatera Utara yang menggunakan mesin Diesel sebagai pembangkit listrik sehingga pihaknya selalu mengalami kerugian setiap bulannya. Dari data disebutkan PLTD Gunungsitoli menggunakan BBM solar mencapai Rp 10 M perbulan, sedangkan hasil yang didapatkan melalui pembayaran rekening pelanggan hanya Rp 2,5 M perbulannya.

Selanjutnya massa GMNI mendatangi gedung DPRD Nias yang diterima oleh Ketua Komisi B Evolut Zebua didampingi Ayinuddin Hulu, Arota Lase dan Ronal Zai. Mereka menerima aspirasi GMNI di ruang sidang DPRD Nias mendengarkan penjelasan dari Kepala PLN Ranting Gunungsitoli, PLTD Gunungsitoli sekaitan pemadaman lampu listrik yang akhir-akhir ini semakin tidak beraturan.

Anggota DPRD Nias mengharapkan kepada pihak PLN untuk sesegera mungkin menangani dengan serius serta berupaya mendatangkan peralatan mesin yang baru serta memperbaiki pencatatan meteran pelanggan yang selama ini merugikan konsumen. (SIB, 13/10/2008)

Facebook Comments