GUNUNGSITOLI – Setelah gempa bumi 28 Maret 2005, RSU Gunungsitoli tidak hanya memperbaiki bangunan rusak tapi secara bertahap memperbaiki aspek manajemen guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Demikian siaran pers mewakili Forum Advokasi RSU Gunungsitoli, Widya Febrianti di Gunungsitoli yang diterima Waspada, Selasa (11/11).

Dijelaskan, pada 2007 RSU Gunungsitoli bersama FK UGM menganalisis situasi dan menemukan sisi internal rumah sakit memiliki kelemahan lebih banyak dibandingkan kekuatan.

Sementara, sisi eksternal rumah sakit memiliki lebih banyak peluang dibandingkan dengan ancaman. Temuan itu menjadikan rumah sakit lebih memfokuskan pada perbaikan internal.

Dengan memperbaiki sisi internal, diharapkan RSU Gunungsitoli memiliki kemampuan yang lebih baik dalam meraih berbagai peluang.

Pada tahun ini RSU Gunungsitoli melakukan banyak perbaikan aspek manajemen. Aspek manajemen yang ditingkatkan adalah manajemen operasional klinik dan non klinik, manajemen sumber daya manusia, manajemen keuangan dan manajemen fisik dan sarana-prasarana.

Manajemen sumber daya manusia dan manajemen keuangan adalah dua bagian yang mendapatkan perhatian lebih banyak. Untuk manajemen sumber daya manusia, peningkatan kualitas dilakukan melalui berbagai pelatihan dan penempatan sumber daya manusia pada posisi yang lebih sesuai dengan kompetensinya.

Sementara, pada manajemen keuangan dilakukan peningkatan yang lebih mendasar dibandingkan dengan bidang-bidang lain.

Memperbaiki sistem akuntansi dan sistem pembayaran (billing) adalah dua sasaran utama yang perlu mendapat perhatian. Selain itu, RSU Gunungsitoli juga sedang dalam proses mengembangkan jenis-jenis pelayanan baru, misalnya pelayanan ICU, dan perawatan di Kelas VIP dan Kelas I. Pengembangan pelayanan ini belum terfasilitasi dalam Perda tentang tarif, sehingga RS kesulitan dalam menetapkan tarif pelayanan pada pasien.

Diharapkan usulan tarif yang sudah diajukan ke Pemda dan DPRD bisa segera disahkan sehingga masyarakat Nias bisa menikmati layanan baru yang ada di RSU Gunungsitoli.

Semua perbaikan tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas RSU Gunungsitoli agar mampu meningkatkan kinerja pelayanan, kinerja manfaat bagi masyarakat dan kinerja keuangan.

Peningkatan kinerja ini akan lebih mudah dicapai jika RSU Gunungsitoli mendapatkan fleksibilitas pengelolaan keuangan sebagaimana diatur dalam PP No 23 Tahun 2005 tentang Badan Layanan Umum dan Permendagri No 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Badan Layanan Umum Daerah.

Untuk lebih mendekatkan rumah sakit dan stakeholdernya, pada 12 November 2008 akan diadakan public hearing (dengar pendapat) yang mempertemukan pihak rumah sakit dengan para pengambil kebijakan. Para pembicara yang hadir adalah dr. Yulianus Mendrofa (Direktur RSU GUnungsitoli), Bejo Mulyono, MML (Dirjen BAKD Depdagri), Prof. dr. Laksono Trinsnantoro, MSc, PhD dan Ni luh Putu Eka Putri, SKM.MKes (Fakultas Kedokteran UGM).

Acara ini diharapkan menjadi sarana berkomunikasi dan mewujudkan kepedulian para pengambil kebijakan atas peningkatan pelayanan kesehatan seluruh masyarakat Nias. (Waspada, 12/10/2008)

Facebook Comments