Gunungsitoli – Terkait dugaan kasus korupsi yang melibatkan oknum Bupati Nias, Aliansi Gerakan Rakyat Nias (Agrenis) kembali datangi kantor DPRD Nias Senin, (10/11).

Tujuan kedatangan Agrenis itu, untuk menagih janji DPRD Kabupaten Nias kepada Agrenis pada tanggal 31 Oktober lalu yakni untuk menyurati dengan mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengusut tuntas dugaan kasus korupsi yang melibatkan oknum Bupati Nias.

Namun dibalik itu, kedatangan kedua kalinya ratusan massa Agrenis di kantor DPRD Kabupaten Nias yang diterima Ketua DPRD Kabupaten Nias, M Ingati Nazara, A.Md menyatakan sangat kecewa karena aspirasi Agrenis disampaikan pada tanggal 31 Oktober lalu hingga saat ini masih belum diterima Pimpinan DPRD dari Wakil Ketua DPRD Nias Srila Baeha yang menerima Agrenis pada kesempatan itu.

Sebelumnya, di halaman kantor DPRD Nias massa Agrenis dalam orasinya yang disampaikan Koodinator Agrenis, Yusman Zendato di hadapan para Pimpinan DPRD Kabupaten Nias menyampaikan, kedatangan Agrenis yang kedua di kantor DPRD Kabupaten Nias bertujuan untuk menagih janji DPRD Nias kepada Agrenis pada tanggal 31 Oktober lalu yakni, aspirasi yang disampaikan kepada lembaga DPRD Nias akan segera dibahas dalam rapat-rapat DPRD baik dalam rapat Komisi maupun dalam rapat pari purna DPRD Nias.

Tetapi aspirasi dan pernyataan sikap berikut bukti-bukti keterlibatan oknum Bupati Nias yang telah mereka sampaikan, ternyata hingga saat ini belum dipenuhi lembaga DPRD Nias sebagai penyambung aspirasi rakyat. Seakan-akan lembaga lembaga DPRD Nias telah tutup mata dan telinga pada aspirasi masyarakat Nias itu.

Belum Diterima

Dalam dialog antara Agrenis dan para Pimpinan DPRD Nias. Ketua DPRD Nias menyatakan, aspirasi Agrenis yang disampaikan pada tanggal 31 Oktober lalu hingga saat ini belum diterimanya. Ia berharap kepada massa Agrenis untuk bersabar dan memahami mekanisme yang ada pada lembaga DPRD itu sendiri.

Ketua DPRD mengatakan, khususnya pada kasus PSDH lembaga DPRD Kabupaten Nias telah menyurati lembaga pengak hukum yang menangani kasus itu untuk segera memberikan kepastian hukum, hingga masyarakat Nias tidak bertanya-tanya lagi soal penanganan kasus itu.

Setelah Ketua DPRD Nias mengatakan, berkas pernyataan sikap Agrenis berikut bukti-bukti belum diterima Pimpinan DPRD keadaan saat itu nyaris rusuh. Hal itu disebabkan pada ksemaptan itu Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nias, Srila Baeha tiba-tiba muncul serta berteriak keras sambil mencak-mencak menunjukkan keberatan dan menyatakan, bagaimana hal itu dapat diteruskan atau dilaporkan kepada pimpinan DPRD Nias, sementara Ketua DPRD Nias sering tidak berada di kantor.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Nias Arisman Harefa kepada wartawan mengatakan, hingga saat ini ia secara pribadi belum pernah menerima aspirasi Agrenis itu, selanjutnya dilembaga DPRD sendiri hingga saat ini juga belem pernah melakukan rapat khusus untuk membahas persoalan itu.

“Saya melihat ada upaya-upaya dari Wakil Ketua DPRD Nias, Srila Baeha, tidak melaporkan aspirasi dari Agrenis kepada pimpinan DPRD kemungkinan karena ia takut hal itu akan mencuat,” tegas Arisman Harefa.

Sebelum mendatangi kantor DPRD Nias seperti biasa ratusan massa Agrenis melakukan long march dengan berjalan kaki mengelilingi kota Gunungsitoli serta membawa sejumlah spanduk dan poster serta dikawal sejumlah personil kepolisian yang dipimpinan Kapolres Nias AKBP AS. Sitorus. (Analisa, 11/11/2008).

Facebook Comments