Miliki Karakter Ulet*

Sunday, November 9, 2008
By nias

Manati I Zega, S.Th, MA.

Nats: Lukas 18:1-8

Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun, (ayat 4).

Namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku.” (ayat 5)

PENDAHULUAN

Sebuah kisah datang dari Joe Girard.

Siapakah dia?

  • Dilahirkan di Detroit, Amerika Serikat.
  • Dilahirkan di tengah-tengah keluarga miskin & tak berpendidikan.
  • Ayahnya seorang mafia kelas teri. Berulangkali ia ditangkap polisi karena kasus pencurian & kriminal lainnya. Ia hidup dengan ganja & alkohol.
  • Ayahnya sering melakukan KDRT terhadap anaknya. Ia dipukul hingga lebam-lebam.
  • Ayahnya selalu berkata, Joe anak pembawa sial & tidak akan beruntung dalam hidupnya.
  • Perkataan ayahnya berdampak negatif. Joe merasa dirinya tidak berguna. Ia kehilangan makna hidup yang sesungguhnya. Karena itu, ia tidak sampai lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP).
  • Di usianya yang ke-35, ia punya dua anak.
  • Dalam kondisi yang amat miskin, suatu kali mereka tidak punya apa-apa untuk dimakan. Tanggungjawab sebagai kepala keluarga mendorongnya untuk mencari makan bagi istri dan kedua anaknya.
  • Kondisi sulit itulah yang menghantarnya pada sebuah showrom mobil chevrolet.
  • Awalnya, pemilik dan para direktur memandangnya sebelah mata.

Namun apa yang terjadi berikutnya?

  • Nama Joe Girard tercatat sebagai Worldś Greatest Salesman, menurut The Guinness Book of World Records.
  • Selama 15 tahun berhasil menjual 13 ribu mobil dengan rata-rata penjualan 6 mobil perhari.
  • Oktober 1992, ia datang ke Jakarta untuk seminar di Hilton Hotel dengan honor bicara Rp. 6.000.000,- per jam.

Secara hitungan matematis, sulit baginya untuk meraih sukses. TIDAK ADA MODAL untuk sukses.

Salah satu pelajaran menarik dari Joe Girard adalah ia punya karakter ulet. Ia tahu punya keterbatasan, namun keterbatasan itu tidak menghalanginya untuk maju. Ia tahu pendidikannya tidak memadai, namun ia memaksimalkan potensi lain yang ada dalam dirinya.

ISI
Jauh sebelum kisah Joe Girard ini, Alkitab juga mencatat kisah dari seorang janda yang sungguh ulet. Sang janda punya masalah besar. Ia tidak mampu mengatasinya.

Di kota itu, ada seorang hakim yang terkenal lalim, tidak menghormati Allah dan sesamanya. Janda ini mengharapkan hakim itu membela haknya. Tetapi, hakim tidak mau tahu dengan penderitaan janda ini.

Awalnya, janda ini datang tapi tidak dihiraukan. Namun, sang janda tidak patah arang. Hari ini tidak dihiraukan. Besok ia datang lagi dengan semangat baru. Besok tidak dihiraukan, ia tidak kecewa. Besok tidak digubris, ia kembali datang dengan segudang pengharapan. Inilah karakter ulet. Ulet berarti pantang menyerah. Ulet berarti selalu punya semangat baru.

KESIMPULAN
Karakter ulet adalah modal kesuksesan. Keberhasilan tanpa disertai karakter ulet hanyalah mitos.

———————–
* Disampaikan dalam renungan pagi karyawan CV. ANDI Offset Yogyakarta, Kamis, 23 Oktober 2008.

5 Responses to “Miliki Karakter Ulet*”

  1. 1
    ehalawa Says:

    Pak Manati,

    Artikel ini sungguh menggugah. Namun ada sedikit pertanyaan saya: benarkan hanya keuletan yang mengantarkan Joe Girard ke keberhasilan sebagai “World’s Greatest Salesman”?

    Ada satu kalimat yang selalu mengusik pikiran saya: “Kondisi sulit itulah yang menghantarnya pada sebuah showrom mobil chevrolet.”

    Apa yang terjadi seandainya Joe Girard tidak datang ke showroom mobil chevrolet itu, tetapi, katakanlah, ke sebuah bisnis lain di mana ia bertemu dengan boss yang angker yang langsung membentaknya 🙂 ?

    Salam,

    ehalawa

  2. 2
    M. J. Daeli Says:

    Mungkin diperlukan sebagai tambahan bahan renungan.

    Bahwa kesuksesan bukan karena :

    1. latar belakang,pendidikan, dan lain-lain. Setiap orang dapat meraih keberhasilan.Hanya, bagaimana mereka menginginkannya, kemudian melakukan sesuatu dengan sadar untuk mencapainya.
    2. tidak melakukan kesalahan. Tidak ada yang luput dari kesalahan. Hanya, orang yang sukses sadar tidak melakukan kesalahan untuk kedua kalinya.
    3. bekerja keras melewati batas yang normal. Yang penting bukan lamanya anda bekerja, melainkan bagaimana anda melakukan pekerjaan anda itu dengan benar.
    4. bekerja sesuai dengaa aturan yang telah digariskan. Benar kita harus taat aturan. Akan tetapi sadarilah bahwa, setiap situasi membutuhkan cara yang berbeda.
    5. atas usaha sendiri. Justru, banyak yang berkasil karena mengakui dan menghargai bantuan bantuan orang lain.
    6. keberuntungan. Benar faktor keberuntungan ada tetapi tidak dominan. Yang (penting) diperlukan adalah kesadaran pada tujuan disertai dengan kerja keras, pengetahuan, dan penerapan.
    7. mendapat banyak uang. Uang bukan jaminan kesuksesan. Uang hanya merupakan salah satu bagian dari kebahagian yang diberikan kesuksesan.
    8. hasil karya kita diakui banyak orang. Kalau anda sadar pada diri anda, maka anda bisa merasa sukses tanpa menunggu pengakuan dari orang lain.
    9. telah berhasil mencapai tujuan. Cara mencapai tujuan sama penting dengan tujuan. Jangan membenarkan segala cara untuk mencapai tujuan anda.
    10. kesulitan anda telah berakhir. Sadarilah bahwa hidup tidak berlangsung secara garis lurus. Manusia bukan Tuhan.
    ( bahan dari “The Top 10 Misconceptions About Success”,
    Jim M. Allen )

    Jadi sadarlah bahwa, hanya dengan menyadari kondisinya apa pun pada saat ini, seseorang mencapai apa yang ia usahakan mati-matian.

    Mengenai janda (contoh orang yang ulet), menurut saya, lebih tepat dimaksudkan untuk menegaskan Allah itu Maha Pengampun !

    Selamat berdiskusi.

    M. J. Daeli

  3. 3
    M. J. Daeli Says:

    Perbaikan komentar kami pada no. 2 “Mengenai …………Maha Pengampun !” menjadi “Mengenai ….. Maha Kasih!”

    Terima kasih.

    M. J. Daeli

  4. 4
    Katitira Says:

    Artikel ini sungguh sangat menggugah.
    Tidak pernah patah semangat dan tidak pernah memberi kesempatan sekecil apa pun pada hal-hal yang mematikan semangat, bisa dilihat dari cara yang dilakukan tokoh dalam Kitab Injil tersebut. “Sesama manusia” juga memberi banyak sumbangsih, dalam hal ini orang-orang yang dengan sadar dan tanpa pamrih menunjukkan “jalan yang benar” dengan tulus, adalah hal yang sulit ditemukan. Dunia sehari-hari adalah hutan belantara yang memberi jebakan bagi banyak orang-orang yang jujur, lemah dan yang tidak tahu kemana harus mencari jalan ke luar yang tepat. Selama tujuan yang hendak dicapai adalah untuk kebaikan bukan hanya pada diri sendiri tetapi memberi peluang untuk kebaikan baik orang di luar diri sendiri, maka kesadaran akan keterbatasan, kemampuan dan tetap mengarahkan mata pada tujuan serta hasil akhir, memang tidak perlu diperdebatkan lagi. Sukses seolah merupakan hanya satu tujuan akhir, tetapi jangan pernah berhenti melakukan sesuatu bila sukses pada satu hal telah dicapai, karena ternyata sukses itu sifatnya relatif sesuai pemahaman masing-masing orang. Tidak ada yang abadi, tetapi perjuangan mencapai sukses itulah yang sarat makna.

    Terima kasih untuk renungan telah dibagikan Pak Manati.

    Redaksi-Katitira

  5. 5
    Manati I Zega Says:

    Untuk Bp. E.Halawa.

    Ya, tentu faktor kesuksesan Joe Girard (Joseph Samuel Gerard), berawal dari keuletannya. Ulet untuk berdamai dengan masa lalu yang kehilangan konsep diri. Pasalnya, inilah penghambat utama baginya untuk berhasil. Tetapi, kesulitan itulah sebagai ¨kendaraan¨ baginya untuk bangkit dari keterpurukan di titik minus. Bos showroom mobil Chevrolet, memang tidak kelihatan anker. Tetapi, tidak ¨dianggap¨ jauh lebih anker dari anker yang sesungguhnya.

    -MANATI I ZEGA-

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

November 2008
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930