Vatikan, 6/11/2008 – Paus Benediktus XVI mengatakan hari Kamis bahwa penganiayaan karena keyakinan seseorang “tidak dapat diterima dan tak dapat dibenarkan” dan menghimbau umat Kristen dan Mulsim mengatasi masalah-masalah kecurigaan masa lalu dan berkarya untuk perdamaian. Komentar Paus itu dipublikasikan setelah audiens bersejarah dengan para peserta seminar para pemimpin umat Katolik dan Muslim yang berakhir Kamis malam.

Seminar ini diselenggarakan oleh Dewan Kepausan untuk Dialog Antar-Agama dan 138 perwakilan umat Islam yang mengirim surat terbuka kepada Paus dan para pimpinan Gereja-Gereja Kristen dan komunitas keagamaan setahun lalu.

Mengomentari surat terbuka itu, Paus mengatakan “surat itu telah mendapat sejumlah tanggapan, dan telah menghasilkan dialog, inisiatif-inisiatif khusus dan pertemuan-pertemuan, yang bertujuan membantu mengenal satu sama lain lebih mendalam dan bertumbuh dalam rasa saling menghargai untuk nilai-nilai bersama kita”.

Paus menyambut baik seminar antaragama itu dan mengimbau agar refleksi para ahli dan kaum cendekiawan itu disebarluaskan untuk kepentingan seluruh umat.

Paus Benediktus mengatakan para pemimpin politik dan agama harus bekerja sama menetralkan kekuatan yang merusak dari berbagai ideologi dan menjamin kebebasan beragama.

“Diskriminasi dan kekerasan yang dialami oleh umat beragama hingga saat ini dan semua penganiayaan lain atas mereka merupakan tindakan-tindakan yang tak dapat diterima dan tak dapat dibenarkan, lebih-lebih lagi apabila hal itu dilakukan dalam nama Allah,” katanya.

“Mari kita bertekad mengatasi kecurigaan-kecurigaan masa lalu dan mengoreksi citra pihak lain yang terdistorsi yang bisa menimbulkan kesulitan dalam hubungan-hubungan kita.”

Seminar 3 hari itu ditutup pada hari Kamis dengan sebuah diskusi umum di Universitas Gregorian, Roma, dan pengeluaran sebuah pernyataan penutup seminar.

Kini sudah ada sebanyak 275 tokoh Islam terkemuka yang menandatangani The Common World Manifesto, sebuah dokumen yang mendesak gereja-gereja Kristen menjaga keamanan global, berdasarkan prinsip-prinsip bersama tentang cinta akan Tuhan dan sesama.

Surat itu dirancang oleh the Royal Aal al-Bayt Institute for Islamic Thought dan pada awalnya ditandatangani oleh 138 dari setiap sekte Islam.

Delegasi Muslim dalam seminar itu melibatkan kaum Syiah dan Sunni dan termasuk cendekiawan Iran Syyed Hussein Nasr, Ayatollah Seyyed Mustafa Mohaghegh Damad, intelektual Islam Swiss Tariq Ramadan, Presiden Masyarakat Islam Amerika Utara Ingrid Mary Mattson dan Presiden Asosiasi Para Ilmuwan Sosial Inggris Anas S. Al-Shaeikh-Ali (AKI/brk*)

Facebook Comments