Sibolga (SIB)- Penumpang kapal cepat jurusan Sibolga-Gunungsitoli kembali kecewa karena kapal MP Surya Gemilang (SG), Rabu (5/11) batal berangkat dari pelabuhan Sambas Sibolga. Alhasil, 52 orang calon penumpang yang sudah sejak pagi berada di pelabuhan Sambas merasa kecewa dan harus menunda keberangkatannya ke Gunungsitoli.

Calon penumpang, Alpa Gea didampingi rekannya Dicky Jambak kepada SIB di pelabuhan Sambas Sibolga menyatakan kekesalannya atas batalnya keberangkatan kapal cepat SG. Padahal kata Alpa, mereka berdua sudah sejak pagi tiba dari Padang untuk maksud meneruskan perjalanan menuju Gunungsitoli menggunakan kapal cepat.

Kekecewaan serupa juga diutarakan marga Sarumaha, bahwa dirinya selaku calon penumpang yang telah terdaftar di agen SG, merasa prihatin dengan amatirnya pelayanan pihak pengelola jasa transportasi kapal cepat Sibolga-Gunungsitoli.

“Masalah pembatalan keberangkatan kapal cepat dari pelabuhan Sibolga menuju Gunungsitoli sebenarnya sudah seringkali terjadi, namun anehnya di pihak pemerintah sepertinya tidak pernah berupaya mencarikan solusinya,” sebutnya.

Menanggapi kekecewaan para penumpang tersebut, pengurus kapal SG, Renold Simamora via selulernya menjelaskan, penyebab batalnya kapal cepat SG berangkat dari pelabuhan Sibolga adalah faktor tingginya biaya operasional kapal yang tidak sebanding dengan jumlah penumpang.

“Bagaimana mungkin kita memberangkatkan penumpang yang jumlahnya hanya dibawah 75, karena untuk biaya operasional saja seperti BBM, oli kapal, surat-surat dan gaji ABK, kita harus mengeluarkan uang Rp 19 juta setiap kali keberangkatan (PP),” katanya.

Dia berharap, kiranya pemerintah daerah khususnya Pemkab Nias, Pemkab Nisel dan Pemko Sibolga memberikan perhatiannya akan kelancaran arus tranportasi laut melalui kapal cepat yang menghubungkan Sibolga-Gunungsitoli. Sebab selama ini terbukti setelah beroperasionalnya kapal cepat dari pelabuhan Sibolga, pertumbuhan ekonomi di kepulauan Nias semakin meningkat karena rata-rata kalangan pebisnis cenderung menggunakan transportasi laut lewat kapal cepat.

Secara terpisah, Sekum Presidium Forum Rembuk Sibolga Nauli (Forsi) Monang Hutapea SE menyarankan agar Pemko Sibolga dan Pemkab Nias maupun Pemkab Nisel mau duduk bersama membicarakan solusi mengatasi masalah yang dihadapi para pengelola jasa transportasi kapal cepat Sibolga-Gunungsitoli.

“Sebab jalur transportasi laut Sibolga–Gunungsitoli menyangkut kepentingan umum dan kemajuan perekonomian masing-masing daerah,” tandasnya. (SIB, 6/11/2008)

Facebook Comments