Pemekaran Wilayah: Peluang Emas Pembangunan Pariwisata Nias

Oleh: Drs. Kosmas Harefa, M.Si*

Masyarakat Nias yang ada di Pulau Nias maupun di luar Pulau Nias sudah sangat pantas untuk bersyukur dan meluapkan kegembiaraannya atas Pengesahan Pemekaran Wilayah ini oleh DPR RI pada Sidang Paripurnanya pada tangal 29 Oktober 2008 yang lalu.

Tentu saja hal ini merupakan hal yang sangat pantas untuk disyukuri dan dibanggakan karena yang telah menjadi kenyataan adalah bukan hal yang biasa saja di negeri ini. Barangkali Pengesahan Pemekaran ini adalah yang pertama terjadi di Republik Indonesia tercinta ini dimana hanya dalam satu Sidang Paripurna sebuah Kabupaten yakni Kabupaten Nias dimekarkan sehingga menjadi 4 Daerah Otonom baru yakni Kabupaten Nias sebagai Induk, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Utara dan Kota Gunungsitoli.

Cita-cita Pemekaran tentu menjadi sesuatu yang harus dipertaruhkan selanjutnya, dan dalam hal ini komitmen semua elemen masyarakat Nias bersama Pemerintah dan Legislatifnya terus diuji hingga apa yang dicita-citakan dapat terwujud. Pemekaran Wilayah adalah suatu hal yang diperjuangkan sebagai manifestasi keinginan untuk mengangkat Nias dari keterbelekangan sebagaimana dirasakan selama ini. Daerah Nias selama ini sudah cukup dikenal secara Luas sebagai Daerah yang sangat terbelakang di jajaran Kabupaten/Kota yang ada di Sumatera Utara.

Apa yang dikeluhkan selama ini berupa ketertinggalan, keterbelakangan dan kemiskinan sudah saatnya untuk dihapuskan dari bumi Nias tercinta. Oleh sebab itu pengawalan perjuangan pemekaran sesungguhnya belum berhenti sampai ketokan palu DPR RI melainkan masih harus terus dilaksanakan sampai pada tahapan – tahapan program Pembangunan oleh Pemerintahan yang akan terbentuk nantinya.

Dalam hal pemerintahan, kita tentu berharap dapat belajar dari pengalaman daerah-daerah hasil pemekaran yang telah lebih dahulu berdiri. Di Sumatera Utara, salah satu contoh daerah hasil pemekaran yang dapat dijadikan Contoh adalah Pemerintahan Kabupaten Serdang Bedagai yang sudah mensejajarkan diri dengan Kabupaten-kabupaten lainnya di Sumatera Utara.

Salah satu Sektor yang kiranya menjadi fokus dalam opini ini adalah Sektor Pariwisata yang merupakan satu sektor dapat diharapkan memberi kontribusi signifikan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan kesejahteraan masyarakat Nias.

Nias memiliki potensi wisata yang sangat kaya baik budaya, alam maupun baharinya yang selama ini memang sudah cukup dikenal oleh banyak kalangan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga luar negeri. Melalui Pemekaran Wilayah Nias, diharapkan segala potensi wisata yang ada itu dpat dikelola dengan baik dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat di wilayah Nias.
Oleh sebab itu maka sangat penting menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Niaas Utara, Kota Gunungsitoli dan Kabupaten Nias Selatan ke depan untuk memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Bahwa Pembangunan Pariwisata harus ditangani secara terpadu karena sektor ini membutuhkan kerjasama lintas sektoral pemerintah disamping dukungan legislatif serta stakeholder pariwisata lainnya.
  2. Hendaknya antara satu Kabupaten dengan Kabupaten lainnya di Pulau Nias dapat terbina suatu jaringan kuat dan terpadu serta saling mendukung karena filosofi pariwisata sesungguhnya tidak mengenal batas wilayah dan pemerintahan.
  3. Hendaknya rasa aman dan nyaman dapat tercipta di wilayah Pulau Nias sehingga tidak menimbulkan keengganan apalagi rasa takut bagi siapa saja yang ingin melakukan perjalanan di seluruh wilayah Pulau Nias.
  4. Adalah menjadi tugas masing-masing daerah untuk menginventarisir potensi wisata yang dimilikinya beserta keunikannya masing-masing sehingga potensi wisata dari satu Kabupaten dan Kabupaten lainnya dapat dipadukan menjadi rangkaian atraksi wisata yang pada gilirannya menimbulkan daya tarik tersendiri sehingga setiap pengunjung akan merasa sangat rugi bila tidak mengunjungi atraksi-atraksi tersebut. Kondisi seperti ini pada akhirnya memberi keuntungan bagi seluruh daerah yang ada di Wilayah Pulau Nias.
  5. Sebagai wujud komitmen Pimpinan Daerah Kabupaten/Kota dalam mengembangkan sektor Pariwisata maka sangat penting menjadi perhatian Kepala Daerah agar dapat menempatkan orang yang tepat untuk memimpin Instansi Bidang Pariwisata : Paling tidak orang yang memang memiliki wawasan, pengetahuan, pengalaman dan interest untuk mengembangkan pariwisata ; Jadi pengalaman selama ini Pimpinana Daerah terkesan menempatkan Orang sebagai pimpinan Instansi Pariwisata terkesan tidak menggunakan pendekatan kapabilitas tetapi cenderung hanya menggunakan pendekatan kepangkatan atau pendekatan formal belaka.
  6. Pimpinan Instansi Pariwisata diharapkan memiliki kemampuan untuk berinisiatif dan kreatif sehingga tidak hanya semata-mata berharap pada kemampuan anggaran daerah tetapi mampu melakukan terobosan untuk mencari sumber-sumber pendanaan lainnya baik di jajaran vertikal pemerintahan maupun yang bersumber dari lembaga-lembaga funding baik dalam maupun luar negeri.
  7. Pelibatan masyarakat dalam pembangunan kepariwisataan merupakan hal yang harus dapat diimplementasikan sehingga dampak positif pembangunan Pariwisata dapat langsung dirasakan oleh masyarakat sendiri.
  8. Pembentukan ”mindset” di kalangan pimpinan dinas lintas sektoral dalam mendukung sektor pariwisata termasuk kalangan legislatif harus dilakukan agar tidak menimbulkan perbedaan persepsi dan interpretasi dalam program-program pariwisata.

Uraian di atas kiranya dapat menjadi masukan dan pemikiran bagi semua pihak dalam menyikapi optimisme dan antusiasme masyarakat akan pembangunan yang akan semakin cepat di Nias pasca pengesahan pemekaran wilayah Kabupaten Nias.

* Penulis adalah Pembantu Direktur I Akademi Pariwisata Medan, Pengamat Pariwisata Sumatera Utara

Komentari

ita junita says:

Ya’ahowu
Membuka website Nias membuat saya ingin kembali lagi datang ke Nias. Saya sangat bangga melihat perkembangan nias, tidak seperti informasi yang saya dapat sebelumnya.Kebetulan saya mendapatkan kesempatan dari Departemen Pariwisata untuk melihat secara langsung, banyak sekali mutiara yang masih terpendam di Nias. Mudah-mudahan dengan adanya pemekaran, Nias semakin berkilau tidak hanya secara Nasional juga Internasional.
Budaya di Nias selalu membuat siapa saja yang datang kesana ingin kembali lagi. Tak kenal maka tak sayang …semakin dikenal semakin sayang..maju terus untuk Nias.

Martiana laia says:

Ya’ahowu…

Puji dan syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kasih-Nya, pemekaran Kabupaten Nias Barat dapat terkabulkan. Tetapi kadang kala dalam benakku muncul suatu pertanyaan “kenapa Nias Selatan yang telah dimekarkan terlebih dahulu, belum bisa memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat nias Selatan sacara umumnya”. Contohnya saja pembangunan jalan-jalan di desa-desa belum sepenuhnya terealisasi sampai saat ini. Dan masih banyak contoh yang lain yang tidak bisa disebutkan satu-persatu.kita tidak tahu apa yang menjadi penyebabnya apakah memangn tidak ada dana untuk itu atau tidak dilaksanakan oleh pihak yang berwenang. Harapan saya semoga dengan dengan adanya pemekaran Nias Barat, segala program pembangunan dapat dilaksanakan dengan baik.

Salam Kasih untuk masyarakat Nias tercinta.

yah
semua nya benar pak!, tapi terkadang2 aku berta nya ? nias mekar bukan lah suwatu hal yang bisa membangkit kan prekonomian masyarakat contoh nya , sesudah nias selatan mekar apa yang terjadi???? penerimaan pns di nisel tidak sesuwai dengan peraturan main nya atau tidak fair .
contoh nya aku seorang ketua D atau seorang B sorri ya aku ngga mau nyebutin nama nya,.disaat ada penerimaan pns yang aku utama kan adalah keluwarga ku , ini contoh kecil nya , namu terkadang masyarakat mau berta nya tentang hak hak mereka
tapi mereka takut dengan ada nya anjing anjing pelacak nya , kami masyarakat tidak berani mengungkap kan apa apa yang menjadi hak hak kami , namu masyarakat nias selatan berkata
terpujilah engkau k:D apa bila engkau menik mati hasil jeripayah mu . dan terkutuk lah engkau B/L apa bila engkau menik mati jeripayah orang lain kata kasar nya korupsi/
tapi ingat pepatah nias so fo fo
yawa bae
luwa luwa wa auri fa amate
ya a howu……..!!!!!!!!!
from:togar

Saran anda sangat bagus pak Harefa, memang benar adanya bahwa Pemekaran Kab. Nias membuka peluang emas buat pariwisata kita.

Seiring dengan terpuruknya perekonomian hampir diseluruh Kab. Nias yang ditandai dengan merosotnya harga hasil bumi diantaranya: karet, kopra, dll.. maka peluang terbesar pendapatan daerah sa’at ini hanyalah pariwisata!

Jika kita berkacamata pada Bali kita semua tahu bahwa mereka tidak memiliki hasil alam/bumi selama ini tapi tetaplah maju dan sejahtera, itu semua karena keunggulan mereka pada sektor dunia pariwisata semata.

Dari sudut potensi pariwisata sebenarnya Nias tidaklah kalah dibandingkan dengan Bali.

Hanya saja prioritas Pemerintah Pusat dalam pengembangan daerah wisata selama ini hanya tertuju pada Bali, sehingga daerah wisata lainnya nyaris tidak diperhatikan.

Perlu kita akui bahwa sarana dan jalur transportasi ke Nias sa’at ini merupakan kendala utama, dimana para wisatawan harus menempuh perjalanan yang cukup dan melelahkan untuk tiba diNias.

Oleh karenanya kita harapkan, semoga dengan Pemekaran ini pembangunan pada sektor jalur transportasi dapat terealisasi dengan baik sehingga memudahkan para wisatawan untuk dapat menjangkaunya.

Nias memiliki potensi wisata bahari kelas dunia, hal ini dapat dilihat pada daerah Teluk Dalam-Nias Selatan dimana para wisatawan mancanegara sangat menikmati olahraga Surfing dipantai Lagundri dan Sorake hampir setiap tahunnya.

Kep. Hinako juga demikian, di P. Asu banyak sekali turis mancanegara yang menikmati wisata laut dan olahraga surfing.