Pandan, (Analisa) – Gubsu H. Syamsul Arifin, SE sambut hangat wacana pembentukan Provinsi Tapanuli Barat (Protabar) dan menerima aspirasi masyarakat untuk ditindaklanjuti ke tingkat pemerintahan pusat.

“Tugas Gubernur untuk mewakili dan menyampaikan aspirasi masyarakat untuk direkomendasikan ke pemerintah pusat, dan ini aspirasi murni masyarakat langsung yang perlu di respon,” kata Gubsu H. Syamsul Arifin, SE usai menerima pembacaan deklarasi pembentukan Propinsi Tapanuli Barat dihadapan sedikitnya puluhan ribu masyarakat dari 10 Kab/Kota sepantai barat pada acara peletakan batu pertama pembangunan asrama Haji Pinangsori, Tapteng, Rabu (29/10).

Namun, kata Gubsu, jangan akibat adanya isu pembentukan provinsi menjadi perpecahan di tengah-tengah masyarakat, kalau sudah sesuai prosedur dan undang-undang yang berlaku, segera diusulkan agar segera direkomendasikan ke pemerintah pusat.

Sebelumnya, beberapa tokoh masyarakat mewakili 10 Kab/Kota se-kawasan pantai barat Sumut membacakan deklarasi pembentukan Provinsi Tapanuli Barat dan sekaligus menyerahkan langsung kepada Gubsu H. Syamsul Arifin, SE dengan sambutan hangat.

Deklarasi dinilai, menolak Protap dan membentuk Provinsi Tapanuli Barat yang terdiri Kabupaten Nias, Nisel, Tapteng, Kota Sibolga, Kota Padangsidempuan, Kabupaten Madina, Paluta, Palas, Tapsel dan Pak-pak barat.

Sementara, salah seorang Budayawan Sumut kelahiran Kelurahan Sibolga Julu, Kota Sibolga, Idris Pasaribu kepada Analisa menyatakan, pada hakekatnya kawasan pantai barat terdapat beragam budaya, kultur adat istiadat, agama, ras dan etnis.

“Ini merupakan potensi yang tak ternilai bila di tata dengan baik, dan mampu memberikan devisa wisata. Sebab, sub-sub budaya banyak terkandung dalam kultur masyarakat di kawasan pantai barat Sumut tersebut,” kata Idris mencontohkan, masyarakat pesisir Sibolga/Tapteng telah mengakar dan miring dengan pesisir yang ada di Kabupaten Tapsel.

Ini berarti, lanjut Idris, kebudayaan di Sumut bagian barat tidak bersifat monotonis, melainkan heterogen (berbaur). “Disisi ini, wacana Protabar ini sangat strategis dicetuskan di kawasan barat ini.”

Maka dari itu, Budayawan ini meminta masyarakat di bagian barat Sumut agar bersatu padu mendukung dan memikirkan realisasi terwujudnya Protabar tersebut, demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat se-kawasan pantai barat yang telah berikrar bersama diikuti perwakilan masyarakat 10 Kab/Kota. (Analisa Online – www.analisadaily.com, 31 Oktober 2008)

Facebook Comments