Gubsu Sambut Hangat Pembentukan Provinsi Tapanuli Barat

Friday, October 31, 2008
By nias

Pandan, (Analisa) – Gubsu H. Syamsul Arifin, SE sambut hangat wacana pembentukan Provinsi Tapanuli Barat (Protabar) dan menerima aspirasi masyarakat untuk ditindaklanjuti ke tingkat pemerintahan pusat.

“Tugas Gubernur untuk mewakili dan menyampaikan aspirasi masyarakat untuk direkomendasikan ke pemerintah pusat, dan ini aspirasi murni masyarakat langsung yang perlu di respon,” kata Gubsu H. Syamsul Arifin, SE usai menerima pembacaan deklarasi pembentukan Propinsi Tapanuli Barat dihadapan sedikitnya puluhan ribu masyarakat dari 10 Kab/Kota sepantai barat pada acara peletakan batu pertama pembangunan asrama Haji Pinangsori, Tapteng, Rabu (29/10).

Namun, kata Gubsu, jangan akibat adanya isu pembentukan provinsi menjadi perpecahan di tengah-tengah masyarakat, kalau sudah sesuai prosedur dan undang-undang yang berlaku, segera diusulkan agar segera direkomendasikan ke pemerintah pusat.

Sebelumnya, beberapa tokoh masyarakat mewakili 10 Kab/Kota se-kawasan pantai barat Sumut membacakan deklarasi pembentukan Provinsi Tapanuli Barat dan sekaligus menyerahkan langsung kepada Gubsu H. Syamsul Arifin, SE dengan sambutan hangat.

Deklarasi dinilai, menolak Protap dan membentuk Provinsi Tapanuli Barat yang terdiri Kabupaten Nias, Nisel, Tapteng, Kota Sibolga, Kota Padangsidempuan, Kabupaten Madina, Paluta, Palas, Tapsel dan Pak-pak barat.

Sementara, salah seorang Budayawan Sumut kelahiran Kelurahan Sibolga Julu, Kota Sibolga, Idris Pasaribu kepada Analisa menyatakan, pada hakekatnya kawasan pantai barat terdapat beragam budaya, kultur adat istiadat, agama, ras dan etnis.

“Ini merupakan potensi yang tak ternilai bila di tata dengan baik, dan mampu memberikan devisa wisata. Sebab, sub-sub budaya banyak terkandung dalam kultur masyarakat di kawasan pantai barat Sumut tersebut,” kata Idris mencontohkan, masyarakat pesisir Sibolga/Tapteng telah mengakar dan miring dengan pesisir yang ada di Kabupaten Tapsel.

Ini berarti, lanjut Idris, kebudayaan di Sumut bagian barat tidak bersifat monotonis, melainkan heterogen (berbaur). “Disisi ini, wacana Protabar ini sangat strategis dicetuskan di kawasan barat ini.”

Maka dari itu, Budayawan ini meminta masyarakat di bagian barat Sumut agar bersatu padu mendukung dan memikirkan realisasi terwujudnya Protabar tersebut, demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat se-kawasan pantai barat yang telah berikrar bersama diikuti perwakilan masyarakat 10 Kab/Kota. (Analisa Online – www.analisadaily.com, 31 Oktober 2008)

10 Responses to “Gubsu Sambut Hangat Pembentukan Provinsi Tapanuli Barat”

  1. 1
    Barugamuri Dachi Says:

    Ada lagi neh..wacana…:-O

    Boleh2 aja…sama seperti pembentukan protap, protabar juga ga masalah. Yang penting Nias rasanya ga pas bergabung di kedua rencana tersebut.

    Dengan disahkannya pembentukan Kanisbar, Kanisut, Kota Gusit, maka dengan demikian di Nias akan terdapat 5 Kabupaten.

    So…napa harus bergabung di Protap or Protabar? Nanti kalau di Nias sudah terdapat 5 Kabupaten/Kota, maka hal itu sudah lebih dari cukup untuk menjadi satu Propinsi.

    Lebih baik menjadi Tuan di rumah sendiri dari pada harus nebeng lagi.

    Menjadi Propinsi Tanöniha/Nias, jauh lebih membanggakan dari pada bergabung dengan Protab or Protabar, karena prinsip dasarnya jelas dan very very clear bahwa Nias bukan Tapanuli.

  2. 2
    S.G. Says:

    Tidak salahlah sebagai suatu wacana. Kita itu harus terbuka terhadap berbagai opsi, begitu seharusnya. Supaya tahu saja, golnya pengesahan RUU untuk Nias Utara, Gunug Sitoli dan Nias Barat adalah melalui tawar-menawar politik tingkat tinggi, yang melibatkan tidak hanya masyarakat Nias, tetapi teman-teman lain yang simpatik.

    Memang enak tinggal bilang: bikin propinsi Nias. Tapi merealisasikannya tidak segampang memberi komentar seperi ini. Terlebih lagi kalau dari antara orang Nias sendiri masih banyak yang mau ‘dibeli’ demi kepentingan pribadi yang sesaat.

    Mudah-mudahan saja Propinsi Nias itu bisa terbentuk, tetapi menutup diri terhadap kemungkinan lain sama saja dengan kenaifan.

    S.G.

  3. 3
    Barugamuri Dachi Says:

    Saya senang dengan tanggapan Mr S.G. (Sayang, anda hanya memberikan inisial nama saja) tetapi hal itu tidak mengurangi rasa hormat saya terhadap tanggapan anda.

    Memiliki harapan/mimpi itu tidak lah salah karena dalam implementasi UU No.32 tentang Otonomi Daerah, mimpi terbentuknya daerah-daerah otonomi baru termasuk Propinsi Nias bukan sesuatu yang tidak mungkin.

    Tidak bisa dipungkiri bahwa perjuangan ini tidak akan terealiasasi apabila tidak mendapatkan kekuatan POLITIK yang besar dan hal itu tidak gampang. ITU PASTI

    Dan membuka diri terhadap “kemungkinan lain” itu pun tidak gampang juga.

    Tetapi dalam politik segala sesuatunya bisa dimungkinkan.

    Salam hangat Mr. SG, Gbu

    Barugamuri Dachi

    Secara pribadi, “kemungkinan lain” yang Mr. S.G sebutkan bisa dimengerti dan sesuatu hal yang lumrah dalam politik.

  4. 4
    harya4th Says:

    Wah…
    saya sih senang mengetahui bahwa orang-orang mulai membicarakan tentang nias dari sudut pandang yang sekarang,jauh berbeda dari yang dulu-dulu.
    Yang harus dipikirkan adalah bagaimana kita bisa lebih mengakui diri kita sendiri ( dalam hal ini pasti suku,bahasa dan budaya kita sendiri ).
    Harus kita sadari bahwa kereta ke era kemajuan sedang menuju ke pulau nias, untuk itu yang harus kita persiapkan adalah lebih meningkatkan kemampuan diri sendiri, dalam hal ini adalah pendidikan harus disiapkan, SDM harus ditingkatkan, dan yang penting adalah kekerabatan yang harus selalu diutamakan.
    Apakah kita menginginkan suatu kemajuan, katakanlah spt Kaltim, dimana yang menjalankan roda pemerintahan dan ekonomi kebanyakan ( bahkan diatas 50% ) adalah orang-orang yg bukan asli daerah tsb ( as. orang jawa ).
    Jangan sampai deh…
    Cukup sudah perlakuan yang diterima pada masa lalu…
    Bagi anda-anda yang menginginkan pendirian propinsi Nias, mohon dipikirkan Anda siapa dan siapa yang akan anda bawa untuk membentuk propinsi Nias…

  5. 5
    nazese Says:

    nazese setuju dgn penadapat no 1 di atas
    woyo-woyo itu…
    pikirkan provinsi tano niha dan gubernurnya ono niha

  6. 6
    RES Says:

    knapa harus ribut22 masalah protap…klo protap mo disahkan…ya diterima aja….kok malah mau buat ptotabar…aneh…panitia protabar juga manusia aneh semua….pak gubernur harusnya netral dan jangan memecah belah masyarakat tapanuli….untuk kabupaten nias, saya setuju pembentukan propinsi nias…tapi sebenarnya harus bergabung dulu dengan protap supaya semua urusannya lebih gampang…masyarakat nias harus menjadi diri sendiri….dari res di bandung…..

  7. 7
    Riris Says:

    Saya setuju usulan Pak Idris Pasaribu, yang selama inibanyak menulis tentang nias dan memoperkenalkan nias, melalui cerpen-cerpen dan puisi-puisi serta karya sastranya. Konon kabarnya menurut teman-teman, Idris Pasaribu semasa SD, SMP dan SMA Katholik Sibolga, banyak berteman dengan masyarakat Nias. Justru sat orang Nias sendiri banyak yang belum pernah mengelilingi Nias, Pak Idris Pasaribu sudah mengelilingi Nias sampai kepelosok dan melahirkan banyak tulisan artikel dan karya sastra. Ada baiknya, sebelum Nias menjadi provinsi sendiri, boleh bergabung dulu dengan Protabar. Jika dalam 5-7 tahun sudah siap, Nias proklamirkan Provinsi sendiri. Dari pada gabung ke protab, kan lebih baik ke Pritabar. Bagaimana pun di Protabar banyak masyarakat Nias yang mencari penghidupan dan masyarakat protabar terbuka untuk masyarakat Nias. Ya’ahowu

  8. 8
    Marudut Says:

    Aku pernah baca tulisan apakah Pak atau Bang Idris Pasaribu di Majalah Kartini yang mengagung-agungkan Nias bahkan membanggakannya. Ketika tahun 1985 aku membaca tulisan beliau di sebuah majalah di Malaysia tentang kehebatan chime stone di Tundru Baho kalau tidak salah. Saya terngiang-ngiankapan bisa ke sana. Tapi saya belum temukan tulisan orang Nias sendiri yang memperkenalkan Nias ke mancanegara. Usulan Riris (apakah ibu/ito, abang atau apalah. Setuju. Lihat… mana lebih terbuka masyarakat protap daripada masyarakat protabar kepada masyarakat Nias. Nias mau jadi propinsi… maju terus.
    Horas.

  9. 9
    Maridup Hutauruk Says:

    Pada saat Kongres Masyarakat Tapanuli di Tarutung 2002 dalam rangka deklarasi Protap ada 10 Kab./Kota mendukung, termasuk Kab Nias dan Kab Nisel (walau mungkin bukan menyuarakan seluruh suara orang nias) tetapi ada semangat hubungan historikal non-etnis yang bicara. Oktober 2008 Kab. Nias dan Kab Nias Selatan ikut mendeklarasikan Propinsi Tapanuli Barat yang diprakarsai Mandailing. Januari 2009 Mandailing cs mengajukan Propinsi Sumatra Tenggara tanpa diikutkan Nisa dan Nisel.

    Sangat kental nuansa SARA muncul setelah ada penolakan DPRD Sibolga dgn Kep. No15/2006. Konsep Protap tidak ada unsur SARA tetapi SARA justru dimunculkan oleh yang menolak Protap. Tiba saatnya sekarang bahwa Nias sudah di SARA-in juga, lalu bagaimana?

    Saya pernah bicang-bincang dengan beberapa teman dari Nias untuk mewacanakan Propinsi Nias (ref. Propinsi Bali) sebelum Protap diajukan ke DPR-RI tahun 2006.

    Saya sebenarnya seorang nasionalis tulen (bukan ngaku2) tetapi setelah mengamati semua pemberitaan tentang Protap memang sangat kental unsur SARA didalamnya (bukan SARA dari pencetus Protap). Apalah arti agama dalam sebuah negara demokrasi dan belum terbukti membawa suasana surga, malah petaka (dalam konteks bernegara). Ras yang homogen tidak akan dapat maju (Zaman Meiji di Jepang) Ingat !!! Mayoritas Nias dan mayoritas Tapanuli bagian utara dikelilingi oleh otak-otak yang terpola unsur SARA.

    Cetusan ANS Situmorang tahun 1957 tentang 3 propinsi di Sumatra Utara adalah solusi elegan tetapi ide cemerlang itu masih prematur di otak manusia Sumatra Utara pada saat itu. Coba direnungkan sebelum bicara!!

  10. 10
    aspirasi rakyat Says:

    saya sangat setuju klo di sumatra utara di bagi beberapa propinsi lagi.karena dengan adanya pemekaran maka kesejahteraan rakyat makin terwujud,dan pembagunan semakin maju di segala bidang.kita semua sama2 setuju klo pemekaran bukan menjadi perpecahan di tubuh NKRI tetapi pemekaran berarti suatu usaha untuk bisa mewujudkan cita2 bangsa indonesia yang tercantum dalam undang2 1945….semoga bermanfaat

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

October 2008
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031