Tahun 2009, Gaji Guru Naik 100 Persen

Monday, October 27, 2008
By nias

JAKARTA, SELASA – Berbahagialah bagi pahlawan tanpa tanda jasa alias guru dan dosen, nasib mereka berangsur-angsur bersinar lagi. Panitia Kerja (Panja) Belanja Pusat, Panitia Anggaran DPR telah menyetujui kenaikan gaji guru pada 2009 hingga 100 persen.

Bila pendapatan mereka pada tahun ini maksimal 2,4 juta (gol IV/E bersertifikat), maka 2009 bakal mendapatkan gaji sebesar Rp 5,4 juta. Belum lagi tunjangan khusus bagi guru yang berada di daerah terpencil (gurdacil) yang diperkirakan sebesar Rp 5,1 juta. Jadi, perbulannya mereka bakal mendapat gaji di atas Rp 10 juta, kalau tunjangan gurdacilnya juga disetujui.

“Untuk besaran gaji sudah final. Sedangkan tunjangan khusus gurdacil hingga kini besarannya masih diperdepatkan, tetapi usulannya tetap akan dinaikkan yaitu bagi guru di daerah-daerah pedalaman seperti Papua, Maluku dan Kalimantan,” kata anggota Panja asal PDI Perjuangan, Rudianto Tjen kepada PersdaNetwork di Jakarta, Senin (20/10).

Lebih jauh, jelas anggota DPR asal Bangka Belitung ini, untuk gurdacil, bila pada 2008 ini kuotanya hanya untuk 20.000 orang gaji, pada 2009 mendatang akan ditambah 10.000 lagi hingga menjadi 30.000 orang guru.

Kenaikan gaji guru ini telah disepakati oleh seluruh anggota Panja Belanja Pusat dan Departemen Pendidikan Nasional. Disebutkan, gaji terendah yaitu untuk guru pegawai negari sipil (PNS) dengan golongan II/B tidak bersertifikat (0 tahun) yang tadinya mendapat gaji sebesar Rp 1,55 juta, akan mememperoleh gaji bulanan Rp 2,07 juta.

Sedangkan gaji untuk guru PNS tertinggi dengan golongan IV/E bersertifikat (0 tahun) yang saat ini digaji Rp 2,43 juta bakal melonjak menjadi Rp 5,42 juta.

Perubahan pendapatan juga bakal dialami oleh guru tetap non PNS. Bila pengajar PNS mendapatkan kenaikan gaji, maka tunjangan fungsional guru tetap non PNS akan naik, untuk yang non S1 naik dari Rp 200 ribu menjadi Rp 250.000, sedangkan yang S1 naik dari Rp 200 ribu menjadi Rp 300.000.
Untuk dosen PNS golongan III/B belum bersertifikat (0 tahun) yang tahun ini gajinya Rp 1,8 juta akan naik menjadi Rp 2,26 juta per bulan. Sedangkan untuk tingkat guru besar, gajinya bakal melonjak besar dari Rp 5,12 juta menjadi Rp 13,53 juta per bulan. “Gaji tersebut sudah termasuk seluruh pendapatan per bulan (take home pay/THP),” ujar Rudianto.

Anggota Komisi X (bidang pendidikan) asal PAN, Yasin Kara menyatakan, kenaikan gaji guru ini sebenarnya sudah diusulkan selama empat tahun berturut-turut. “Kita sudah mengusulkan sejak 2005 lalu, baru tahun depan dinaikkan. Apakah ini karena akan ada Pemilu atau tidak, yang penting perjuangan meningkatkan kesejahteraan guru bisa terlaksana,” kata Yasin saat dihubungi melalui ponsel.

Menurutnya, untuk gaji 2009 ini, pemerintah telah menyiapkan dana sebesar kurang lebih Rp 50 triliun. Anggaran tersebut akan dimasukkan dalam Undang-Undang APBN 2009 yang rencananya disahkan dalam rapat paripurna DPR tanggal 28 Oktober mendatang.

Selain itu, Sekretaris Fraksi PAN ini juga menandaskan, pemerintah harus terus meningkatkan jumlah guru yang bersertifikat. Guru nantinya akan disertifikasi agar memenuhi standar mutu pendidikan nasional.

Saat ini, dari 2,7 orang guru yang ada di Indonesia, baru hanya 300.000 saja yang tersentifikasi. Untuk meningkatkan mutu pendidikan, jelasnya, tahun 2009 ditargetkan jumlah guru yang tersertifikasi berjumlah 1 juta orang guru. “Lambat laut seluruh guru akan tersertifikasi,” kata Yasin. (KOMPAS, 21 Oktober 2008)

64 Responses to “Tahun 2009, Gaji Guru Naik 100 Persen”

Pages: « 1 2 3 [4] 5 6 7 » Show All

  1. 31
    LoHaCbA Says:

    PECAT!!???
    Tak tahu diuntung…, tak tahu Trimakasih….
    Ketika gaji guru kecil tak ada yang mau jadi guru, tak mau peduli dengan anak bangsa yang sangat membutuhkan.
    Ketika peran guru diambil oarng lain yang bukan bidangnya, dimana kamu orang pandai?!!…
    Sekarang pemerintah mau memperhatikan nasib mereka “dengan bersyarat lagi” banyak yang kebakaran jenggot.
    Dasar mental Kapitalis Laknat!

  2. 32
    juhriyanto Says:

    Saudara Yaredi,anda sangat congkak sekali.Guru itu bukan kuli yang harus nyambi/cari kerja kian kemari kendatipun nyambinya masih ada kaitan dengan tugasnya.Guru adalah pendidik bukan sekedar pengajar mentransfer ilmu atau penjual ilmu.Pantas mental anda sperti itu,mungkin anda belajar dari penjual ilmuilmu bukan dari guru,makanya anda tidak memiliki empati terhadap guru.Guru disamakan dengan kuli yang harus modar-mandir dari satu sekolah ke sekolah yang lain.Kalau anda mengerti padagogik tentu anda tidak akan tega ngomong begitu kasar terhadap guru.

  3. 33
    DENI Says:

    Memang enak bagi guru yg suami istri, dua-duanya lulus sertifikasi, dua-duanya dapat gudacil. Tidak enak bagi guru yang kreatif, karena masih muda, pengalaman ngajar baru 19 th. gak bisa ikut sertifikasi. Tetap aja mendahulukan yg tua-tua, meskipun s-1 nya baru lulus 3 bulan. Memang kita bisanya hanya merubah aturan, bukan melaksanakan aturan. Hapus saja sertifikasi gak adil. Guru bolot aja bisa lulus, yang punya prestasi gak dilirik.

  4. 34
    meutia silvia asmah Says:

    yach,, wajarlah kalau gaji guru di naikkan. karena seperti yang kita ketahui jasa guru itu sangat banyak terhadap kita. karena guru kita bisa membaca, dan karena guru juga kita bisa menggapai cita – cita dengan dasar ilmu yang dia berikan. namun,,,,,, kalau boleh saran sebaiknya gaji guru tidak hanya di tentukan oleh golongan. karena gimana dengan guru – guru yang baru. sekarang realitanya banyak guru yang sudah tua mengejar golongan. oadahal kalu di pikir – pikir dalam mengajar mereka selalu menggunakan sistem CBSA ( catat buku sampai habis ). karena faktor usia. sedangkan guru – guru yang m

  5. 35
    syahrully Says:

    saya bukan guru. tapi pekerjaan saya dekat dengan guru. Pekerjaan saya koordinator naskah buku pelajaran dan LKS yang akan terbit (dan tentunya dibuat oleh guru-guru dan dibeli oleh guru-guru juga). mengacu pada pengalaman saya (2 tahun saya di bidang ini) apa yang di katakan saudara Yaredi mengandung suatu kebenaran loh (meskipun saya yakin tidak semuanya). kita memang mesti prihatin dengan masalah ini. saya gambarkan sedikit pengalaman saya bersentuhan dengan guru.
    1. dalam membuat naskah materi ajar beserta latihannya. hampir sebagian besar guru tidak memahami dengan baik metode-metode menyajikan bahan ajar dengan baik. untuk latihan soal, mereka kecenderungannya tidak memahami model soal bagaimana yang dapat dijadikan alat ukur pencapaian kompetensi. bahkan masih ada yang nggak paham apa itu hakekat KTSP. lucunya lagi banyak yang merasa sangat pintar, tidak mau mendengar masukan dari editornya (khususnya untuk guru-guru yang “produk lama”) karena merasa pengalaman mengajarnya puluhan tahun (tapi g pernah update teori terbaru)
    2. aku kasih sedikit gambaran alur penjualan LKS dan Buku Pelajaran.
    HPP (harga Pokok Produksi) Buku + 5-7,5%(untuk penerbit)+10% (Distributor)+10% (sales)+ 30-50% (guru dan kroninya (kepala sekolah dll) = harga buku yg harus di bayar oleh siswa (kebayang kan berapa harga yang adil untuk buku pelajaran?)
    sebagai tambahan untuk poin 2, sangat sedikit guru/tenaga kependidikan yang melihat kualitas sebagai prioritas pertimbangan dalam menentukan buku yang harus di beli oleh siswanya.
    sekali lagi nggak semua seperti itu…. tapi mencari guru yang berdedikasi hampir sama sulitnya dengan mencari jarum di tumpukan jerami. Viva Pendidikan Indonesia!!!

  6. 36
    syahrully Says:

    terbuka untuk diskusi di: hey_rull@hotmail.com, hey_rull2001@yahoo.com, YM: hey_rull2001

  7. 37
    penni Says:

    alhamdulillah ngak semua guru seperti itu, masih banyak guru yang bekerja benar2 dgn niat tulus. bukan hanya sebagai pengajar tetapi yang utama sebagai pendidik, tujuannya hanya untuk membentuk sebuah generasi yang bertaqwa, berilmu dan bermanfaat. Amin

  8. 38
    abdul karim Says:

    Semua tergantung siapa dan apa tujuan mereka. Kalau memang sebagai seorang guru hanya mengurusi “APA YANG AKAN SAYA DAPATKAN” mustahil tujuan pendidikan akan TERCAPAI, tetapi jika mereka berpedoman “APA YANG DAPAT SAYA LAKUKAN DAN KORBANKAN DEMI PENDIDIKAN” insya Allah TUJUAN PENDIDIKAN akan tercapai. Amin……………

  9. 39
    ENGKUS KUSNADI Says:

    Saya PNS (Guru SMP) sudah 10 tahun lebih mengajar, dan istri saya juga PNS (Guru SMA). Mendengar kabar akan adanya kenaikan gaji yang lumayan pantastik bagi ukuran keluarga guru, telah menumbuhkan motivasi besar bagi saya, anak-akak dan keluarga. Wajar donk kalau selama ini kami harus mikiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiir, bagaimana dapat menyekolahkan anak untuk bisa masuk perguruan tinggi negeri dengan biaya pendidikan yang mahal. Tetapi memang Allah Maha Adil. Kenaikan gaji guru ini bukan semata-semata jasa orang perorang atau para penguasa negeri ini, tetapi hakekatnya adalah karuania Allah SWT atas segala pengorbanan guru selama ini. Kalau ada dokter atau pegawai instansi lain ngiri dan protes karena gaji guru naik, saya tawarkan bagaimana kalau anda-anda yang katanya dokter itu pandai dan hebat atau pegawai lain tukar pekerjaan dengan saya Guru Gol IV masa kerja 10 tahun dengan gaji sekarang sebelum naik hanya 2,5 jt an. Kalau anda yang iri tidak materialistis saya tunggu !!!!!
    Hanya catatan dari saya: kalalu anda jadi guru tidak ada kesempatan untuk membohongi murid seperti anda mebohongi pasien, atau jual obat dengan harga melambung karena masyarakat tidak akan paham. Dan anda yang pegawai lain atau pejabat kalau anda jadi guru maaf nanati anda kaget karena guru tidak ada lahan korupsiiiiiiiiiiiiiiiiiii.

  10. 40
    yoyok Says:

    Yaaaaaaaaa Redi, kaciiiiiiian deh luuuuuuuuu.
    Kayaknya kamu kok dendaman ama guru, emang kamu diajar ama guru yg bodoh ya ??? Kl guru nyo bodoh muridnya jd kayak YA REDI. he he he

Pages: « 1 2 3 [4] 5 6 7 » Show All

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

October 2008
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031