* Pertama kali dimenangkan Pemerintah Indonesia dengan menyisihkan 450 nominasi dari 15 negara

Jakarta, 21 Oktober 2008 – Sistem informasi RANDatabase yang dikembangkan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias telah memenangkan Government Technology Award (Penghargaan bagi Teknologi Kepemerintahan) dalam acara FutureGov Summit 2008 ke-4. Acara yang berlangsung dari tanggal 15-17 Oktober 2008 di hotel Grand Hyatt, Bali diselenggarakan oleh Alphabet Media, suatu penerbit materi pelayanan publik di kawasan Asia Pasifik. RANDatabase menyisihkan 450 nominasi yang diwakili oleh 15 negara Asia Pasifik.

RANDatabase atau Recovery Aceh-Nias Database menjadi pemegang penghargaan tertinggi dalam kategori manajemen informasi dan diakui sebagai model pengelolaan informasi secara inovatif di kawasan Asia yang berhasil mendorong perbaikan layanan publik, modernisasi tata kelola pemerintah dan efisiensi pengelolaan sektor publik.

Government Technology Award merupakan penghargaan internasional pertama yang diraih pemerintah Indonesia dalam FutureGov Summit. Melihat bahwa kebanyakan peserta berasal dari negara-negara yang notabene lebih maju dalam hal Teknologi Informasi antara lain Singapura, Hongkong dan India penghargaan ini menjadi sebuah kebanggaan bagi Pemerintah Indonesia. BRR NAD-Nias masuk nominasi dalam 3 kategori; yaitu RANDatabase untuk kategori Kepemimpinan Teknologi (Technology Leadership) dan Manajemen Informasi (Information Management) serta Sistim Informasi Perumahan dan Permukiman Geospasial (Housing Geospatial) yang masuk dalam kategori Sistem Informasi Geografi (Geographic Information System).

Kepala Badan Pelaksana BRR NAD-Nias Kuntoro Mangkusubroto menyatakan, “Pengakuan dunia atas prestasi RANDatabase sebagai model manajemen Teknologi Informasi yang inovatif demi perbaikan pelayanan masyarakat merupakan suatu kehormatan.Mengingat besarnya jumlah dana bantuan bagi kedua wilayah tersebut, BRR menyadari akan pentingnya koordinasi, pemantauan dan pembaharuan data secara real time guna memastikan bahwa seluruh dana dimanfaatkan dan disalurkan secara efisien, kepada kelompok penerima yang tepat dalam rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh dan Nias,” tambahnya.

Sampai dengan saat ini lebih dari 1.600 proyek rekonstruksi senilai 3,8 milyar dolar AS telah diimplementasikan di wilayah Aceh dan Nias. “RANDatabase memantau seluruh proyek ini secara real time dan memungkinkan perbaikan koordinasi yang dapat dijadikan sebagai contoh bagi upaya manajemen pasca bencana lainnya,” ujar Kuntoro. Beliau menambahkan bahwa RANDatabase dikembangkan selanjutnya untuk mendukung pemerintah daerah dalam proses koordinasi proyek rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh- Nias yang sedang berlangsung.

Sementara James Smith, Direktur Pelaksana Alphabet Media selaku pihak yang menyelenggarakan acara mengatakan bahwa database tersebut telah digunakan untuk memantau proyek rekonstruksi dan rehabilitasi selama program pasca tsunami berlangsung. “Hal ini dapat dijadikan sebagai contoh oleh pemerintah lain dalam menangani program pembangunan regional mereka,” tambahnya lagi.

“Kami menyadari akan prestasi yang telah dicapai oleh RANDatabase dalam mengkoordinir sejumlah proyek yang didukung dan didanai oleh lebih dari 600 lembaga di seluruh dunia. Pencapaian ini dirasa jauh lebih hebat dari seluruh nominasi yang ada,” tukas Smith.

Kepala Pusat Data dan Informasti BRR Eddie Darajat mengatakan database ini terus menjaga transparansi dan tanggung jawab dari setiap proyek. “Melalui akses online (http://rand.brr.go.id), pengguna database dapat memonitor dan mengevaluasi proses impelementasi proyek dan memungkinkan suatu bentuk koordinasi yang lebih baik agar alokasi dana dapat tersalurkan ke pihak yang benar. Bahkan, RANDatabase membantu pendanaan agar tepat sasaran dan mencegah terjadinya tumpang tindih antar proyek,” kata Darajat.

Yuwaldy Away, Kepala Dinas Perhubungan dan Komintel (Komunikasi, Informasi dan Telematika) NAD mengatakan, ”RANDatabase sangat bermanfaat bagi pemerintah provinsi Aceh untuk melakukan koordinasi dengan lembaga yang turut berpartisipasi dalam membangun kembali Aceh menuju masa depan yang cerah.”

Pemerintah daerah yang akan meneruskan proses rehabilitasi dan rekonstruksi untuk Aceh setelah berakhirnya mandat BRR pada 16 April 2009 mendatang memandang RANDatabase sebagai alat bantu penting dalam meneruskan rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh. Lebih dari 2.600 desa di 23 kecamatan di provinsi NAD dan Nias telah menikmati implementasi proyek yang lebih cepat dan efisien berkat koordinasi yang dilakukan melalui database ini.

Panitia juri yang terdiri dari jajaran pejabat senior dari seluruh wilayah Asia Pasifik dan seorang pakar teknologi senior dari Alphabet Media, sponsor untuk kategori penghargaan tersebut, memilih RANDatabase berdasarkan 5 kriteria: ruang lingkup, Indikator Kunci Kinerja (Key Performance Indicator – KPI), inovasi, kemampuan, dan produktivitas. Acara FutureGov Summit ini adalah forum tahunan nomor satu yang mengikutsertakan para pemimpin di sektor publik yang berada di kawasan Asia Pasifik serta para penyedia teknologi ternama dunia untuk memperlihatkan praktek terbaik mereka di mata internasional sehubungan dengan kontribusi mereka terhadap layanan masyarakat. (Sumber: Situs BRR Aceh-Nias)

Facebook Comments