*Dukungan yang sama datang dari Loas Angeles Times dan sejumlah surat kabar lokal Amerika

Senator Barack Obama, kandidat presiden dari Partai Demokrat mendapat dukungan dari harian terkemuka Amerika, Washington Post. Dukungan yang sama juga datang dari beberapa surat kabar lain seperti Los Angeles Time dan Tricity Herald. Dukungan yang paling dinantikan datang dari Colin Powel, mantan Menteri Luar Negeri dalam Kabinet Presiden Bush.

Dukungan Washinton Post untuk Barack Obama dikemukakan dalam Tajuk Rencananya yang ditayangkan online pada hari Jumat 17 Oktober 2008. Menurut tajuk rencana Washington Post , dukungan itu dipermudah oleh “kampnaye McCain yang mengecewakan” dan terutama “pilihannya yang tak bertanggungjawab akan calon wakil presiden yang tidak siap menjadi presiden”.

Menurut Washington Post, Obama adalah sosok dengan “inteligens supel, yang memahami secara jenih masalah-masalah kompleks dan memiliki kecakapan nyata untuk membangun rekonsiliasi dan konsensus”. Washington Post yakin bahwa Obama akan mampu mempertahankan kepemimpinan Amerika di dunia internasional dan mengedepankan diplomasi dinamis untuk menjaga nilai-nilai dan kepentingan Amerika.

Hal ini dimungkinan, menurut Washington Post, karena Obama memiliki pemahaman yang ‘canggih’ (sophisticated) akan dunia (internasional) dan posisi Amerika di dalamnya.

Dukungan Washinton Post kepada Barack Obama bukannya tanpa ‘catatan’. Resume politik Obama sebelum mencalonkan diri jadi presiden masih ‘tipis’. Tetapi Obama, menurut Washingtn Post, memiliki temperamen ‘yang tak pernah kita saksikan di panggung nasional selama bertahun-tahun’.

Sementara itu Los Angeles Time dalam Tajuk Rencananya pada hari Minggu, 19 Oktober 2008, mengatakan dukungan kepada Obama didasarkan atas karakter, temperamen dan kematangan Obama.

“Kita membutuhkan pemimpin yang menujukkan ketenangan yang simpatik dan kematangan di bawah tekanan, pemimpin yang tidak plin-plan dan impulsif. Kita membutuhkan pemimpin yang memahami landasan intelektual dan legal kebebasan Amerika. Namun kita juga menuntut dari orang yang sama cahaya dan obsesi untuk mengilhami hal-hal terbaik dalam diri kita: kreativitas, keramahan dan tekad kuat mempertahankan keadilan dan kebebasan.”

Dukungan Colin Powel
Dalam acara televisi “Meet the Press”, mantan Mentri Luar Negeri Amerika Serikat Colin Powel menyampaikan dukungannya kepada Obama.

“Saya telah mengamati Obama. Saya telah mengamatinya selama periode tujuh pekan ini. Dan dia telah memperlihatkan kestabilan, kuriositas intelektual, kedalaman pengetahuan, dan pendekatan untuk memecahkan masalah seperti ini dan memilih calon wakil presiden yang menurut saya siap menjadi presiden pada hari pertama,“ kata Powel.

“Saya telah sampai pada kesimpulan bahwa karena kemampuannya mengilhami, karena sifat inklusif kampanyenya, karena dia mengulurkan tangan ke seluruh rakyat Amerika, karena … kemampuan retoriknya – dan kita telah memasukkan semua faktor ini dalam pertimbangan – juga substansinya. Dia memiliki keduanya (retorika dan substansi). Dia telah memenuhi persyaratan standar seorang presiden yang berhasil, seorang presiden yang luar biasa,” katanya melanjutkan.

“Saya berpendapat Obama seorang sosok transformasional. Dia adalah generasi baru yang datang ke dunia – ke atas panggung dunia, ke panggung Amerika, dan karena alasan itu, saya akan memilih Senator Barack Obama.”

Colin Powel adalah seorang tokoh berpengaruh Partai Republik, dan keputusannya mendukung Obama akan sangat berpengaruh terhadap para calon pemilih yang hingga saat ini belum memutuskan memilih siapa. Dukungan Colin Powel juga akan membantu menepis keraguan akan sosok Obama yang bagi mayoritas rakyat Amerika masih merupakan ‘teka-teki’.

Colin Powel mengkritik keras keputusan McCain memilih Sarah Palin sebagai calon wakil presiden.

“Saya juga prihatin dengan pemilihan Sarah Palin (sebagai calon wakil presiden). Dia adalah wanita terhormat, dan pantas dipuji. Tetapi pada waktu yang sama, kini setelah kita telah mendapat kesempatan melihatnya selama sekitar tujuh minggu, saya tidak yakin dia siap menjadi seorang presiden Amerika, yang adalah tugas wakil presiden. Dan ini menimbulkan tanda tanya dalam pikiran saya tentang peniliaian yang dibuat Senator McCain,” kata Colin Powel menjelaskan alasannya tidak mendukung McCain. (brk/*)

Facebook Comments